Tajam, akurat dan terpercaya.
SUMBA BARAT DAYA – Sejumlah jurnalis di Kabupaten Sumba Barat Daya mengaku kerap menjadi sasaran serangan akun palsu di media sosial. Serangan tersebut muncul dalam bentuk komentar provokatif, tudingan tanpa dasar, hingga upaya menjatuhkan kredibilitas jurnalis setelah pemberitaan dipublikasikan.Berdasarkan pantauan dan pengalaman langsung jurnalis siletsumba.com, akun-akun yang melakukan serangan umumnya tidak menggunakan identitas asli, memakai nama samaran, foto profil tidak jelas, serta memiliki aktivitas yang tidak wajar. Akun-akun tersebut cenderung aktif secara bersamaan, terutama saat media memberitakan isu-isu yang menyentuh kepentingan publik dan persoalan sensitif.Praktik ini dinilai sebagai bentuk intimidasi digital yang tidak hanya merugikan jurnalis secara personal, tetapi juga berpotensi mengancam kebebasan pers. Serangan anonim tersebut dinilai tidak sehat karena mengabaikan mekanisme resmi dalam dunia jurnalistik.Padahal, setiap pihak yang merasa dirugikan oleh sebuah pemberitaan memiliki hak untuk menempuh hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jalur tersebut merupakan cara beradab dan bertanggung jawab untuk meluruskan informasi, bukan dengan menyerang melalui akun anonim.Selain berdampak pada psikologis jurnalis, keberadaan akun palsu juga berpotensi menyesatkan opini publik, karena informasi yang disampaikan tidak dapat diverifikasi dan tidak memiliki dasar yang jelas.Masyarakat diimbau untuk lebih cerdas dan kritis dalam bermedia sosial, tidak mudah terpancing provokasi, serta memeriksa kredibilitas akun sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah informasi.siletsumba.com menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kerja jurnalistik secara profesional, independen, dan berimbang, serta menolak segala bentuk intimidasi yang bertujuan membungkam kebebasan pers.
Menampilkan 5 kepada 5 dari 36 hasil