Hanya 6 dari 24 Anggota Kelompok Tani Lighu Dewa Terima Pupuk Bersubsidi, Penyaluran Jadi Sorotan
SUMBA BARAT DAYA – Ketua Kelompok Tani Lighu Dewa, Anderias Dondo, Desa Loko Tali, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, mengungkapkan bahwa dari total 24 anggota kelompok tani, hanya enam orang yang namanya tercantum sebagai penerima pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian.Pernyataan tersebut disampaikan Anderias saat pengambilan pupuk bersubsidi di Toko Matahari pada Kamis, 2 Juli 2026. Toko Matahari diketahui menjadi penyalur pupuk bersubsidi untuk wilayah Kecamatan Kodi Utara, Kodi, Kodi Bangedo, Kodi Balaghar, Kota Tambolaka, dan Kecamatan Loura.Menurut Anderias, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan anggota kelompok tani karena sebagian besar anggota tidak tercantum sebagai penerima pupuk bersubsidi."Kami memiliki 24 anggota, tetapi yang keluar nama sebagai penerima hanya enam orang. Kami berharap pemerintah melakukan evaluasi sehingga penyaluran pupuk benar-benar merata dan tepat sasaran kepada petani yang berhak," ujarnya.Sebelumnya, Staf Ahli Kementerian Pertanian dikabarkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di gudang Toko Matahari sebagai penyalur pupuk bersubsidi. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tim menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk kondisi gudang penyimpanan pupuk yang dinilai sangat tidak layak. Temuan tersebut disebut menjadi catatan khusus dan perhatian Staf Ahli Kementerian Pertanian untuk dilakukan pembenahan ke depan.Informasi yang diperoleh SiletSumba.com juga menyebutkan bahwa sidak dilakukan menyusul banyaknya pengaduan dari sejumlah kelompok tani terkait proses penyaluran pupuk bersubsidi. Dalam pengaduan tersebut terdapat dugaan adanya oknum-oknum tertentu yang diduga melakukan penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. SiletSumba.com tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang hak jawab serta hak klarifikasi kepada pihak Toko Matahari, instansi terkait, maupun pihak lain yang disebutkan dalam pemberitaan ini.Para petani berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pendataan dan distribusi pupuk bersubsidi agar bantuan benar-benar diterima oleh petani yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.