Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
02 February 2026 - 22:56 WITA

Tragis! Bocah 13 Tahun Korban Terjangan Buaya di Pantai Retenggarong Ditemukan Tewas

Tragis! Bocah 13 Tahun Korban Terjangan Buaya di Pantai Retenggarong Ditemukan Tewas
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Ratenggarong, siletsumba.com - SUMBA BARAT DAYA, NTT — Setelah dua hari pencarian, korban serangan buaya di pesisir Pantai Retenggarong, wilayah Rate Nggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban diketahui bernama Dewo (13), yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah diterkam buaya saat mencari kepiting bersama teman-temannya pada Jumat, 31 Januari 2026.

Korban ditemukan pada Senin, 2 Februari 2026, sekitar pukul 17.55 WITA. Kondisi jasad korban sangat mengenaskan, dengan kaki patah, sekujur tubuh penuh luka gigitan, diduga kuat akibat diterkam dan diseret buaya ke dalam air.

“Korban sudah ditemukan, namun dalam keadaan meninggal dunia. Luka-luka di tubuhnya sangat parah akibat serangan buaya,” ujar Yos Lendu kepada jurnalis siletsumba.com melalui sambungan telepon WhatsApp.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga, dan ibadah pemakaman dipimpin langsung oleh Pdt. Eliezer Dappa Roka, S.Th

Lokasi rawan buaya dan sudah berulang kali memakan korban, Yos Lendu menegaskan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di lokasi tersebut.

“Di tempat itu sudah berulang-ulang buaya memakan korban. Ini bukan kejadian baru,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Yohanis Odo Ate, Koordinator Lembaga Adat Rate Nggaro, yang mengungkapkan bahwa hampir setiap tahun wilayah tersebut memakan korban jiwa.

“Hampir tiap tahun ada korban. Hanya tahun 2025 saja tidak ada korban, tetapi di akhir Januari 2026 buaya kembali menyerang dan memakan anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Maliti Bondo Ate menyebutkan bahwa wilayah tersebut dianggap sakral dan angker oleh masyarakat setempat, karena populasi buaya yang sangat banyak.

“Buaya di lokasi itu sangat banyak. Anak buaya diperkirakan ratusan ekor, buaya besar puluhan ekor. Bahkan telur buaya juga sangat banyak,” jelasnya.

Warga Minta Perhatian Serius Pemerintah

Peristiwa tragis ini kembali membuka mata masyarakat akan bahaya serius yang mengancam warga pesisir, khususnya anak-anak yang masih sering beraktivitas di sekitar muara dan pantai.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan, melakukan penanganan serius, termasuk:

-Pemetaan wilayah rawan buaya

-Pemasangan peringatan bahaya

-Edukasi keselamatan bagi warga

-Langkah mitigasi untuk mencegah korban jiwa kembali berjatuhan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BKSDA maupun pemerintah daerah terkait langkah penanganan lanjutan di lokasi rawan tersebut.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.