Tajam, akurat dan terpercaya.
Polemik penyaluran bantuan sosial berupa beras kembali terjadi di masyarakat pada hari selasa 9 Desember 2025. Kali ini, warga di lingkungan Kelurahan Weetebula mempertanyakan validitas data penerima bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran dan berbau diskriminasi.Dalam rekaman video yang beredar, seorang tokoh masyarakat setempat (Kepala Dusun/Lingkungan) memberikan klarifikasi tegas kepada warga yang memprotes. Ia mengaku terkejut karena ada warga di wilayahnya—yang disebut sebagai "Cece Anugrah"—menerima bantuan beras, padahal ia tidak pernah mengambil Kartu Keluarga (KK) yang bersangkutan untuk diusulkan sebagai penerima manfaat."Saya tidak tahu alurnya bagaimana sampai Aci Anugrah itu dapat. Apalagi dia bukan warga saya (secara administrasi usulan), dia di Lingkungan 1, saya Lingkungan 3. Saya tidak pernah ambil dia punya KK untuk diusul," ujar pria tersebut dalam video. Ia menegaskan bahwa data yang turun seringkali berbeda dengan data riil yang dikumpulkan dari bawah.Perekam video menyimpulkan adanya indikasi diskriminasi dan permainan data di tingkat administrasi Kelurahan. "Berarti sebenarnya ada orang yang lebih layak menerima, tetapi di sini terjadi diskriminasi," keluh warga tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Kelurahan Weetebula terkait mekanisme verifikasi data tersebut.