Hero Image
Jhon Lado Ajak Massa Jaga Situasi Tetap Kondusif di Tengah Ketegangan

SUMBA BARAT, SiletSumba.com — Di tengah situasi yang sempat memanas di depan Mapolres Sumba Barat pada Selasa malam, 15 September 2026, mantan Wakil Bupati Sumba Barat Jhon Lado turun langsung ke lapangan dan mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta menjaga situasi keamanan tetap aman, nyaman dan kondusif.Kehadiran Jhon Lado berlangsung ketika ketegangan antara massa dan aparat kepolisian meningkat menyusul peristiwa penembakan terhadap salah satu terduga pelaku pencurian ternak di Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli.Jhon Lado meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Menurutnya, persoalan yang dipertanyakan masyarakat dapat disampaikan dan diklarifikasi melalui jalur hukum serta komunikasi langsung dengan pihak kepolisian.Ia menyampaikan bahwa masyarakat dapat bertemu dengan Kapolres Sumba Barat untuk mempertanyakan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi sekaligus meminta penjelasan dan pertanggungjawaban sesuai mekanisme yang berlaku.“Kita bisa bertemu Pak Kapolres Sumba Barat untuk mempertanyakan yang sebenarnya dan meminta pertanggungjawabannya, tetapi jangan anarkis,” pesan Jhon Lado kepada massa.AJAK MASYARAKAT MENAHAN DIRIDalam suasana yang masih penuh ketegangan, Jhon Lado juga menggunakan bahasa Loli saat menyampaikan pesannya kepada masyarakat.“Lakka Tola Inna ga, kapaluwaga, ka matewaga ku deibawe,” ungkapnya.Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks kesediaannya menghadapi berbagai risiko demi membantu menjaga Sumba Barat tetap aman, nyaman dan kondusif.Dalam kegiatan tersebut, Jhon Lado tampak didampingi Kasi Kodim 1613/Sumba Barat saat berada di tengah masyarakat pada malam tersebut.Kehadiran bersama unsur TNI tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap terkendali sekaligus mengajak massa agar tidak mengambil tindakan yang dapat memperburuk keadaan.PERSOALAN DIMINTA DISELESAIKAN MELALUI HUKUMJhon Lado tidak mengarahkan masyarakat untuk menerima begitu saja informasi dari salah satu pihak. Ia justru mendorong agar masyarakat mendapatkan penjelasan secara langsung dari pihak yang berwenang.Menurutnya, masyarakat memiliki ruang untuk mempertanyakan sebuah peristiwa, namun penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan dengan menghormati hukum dan menjaga keamanan bersama.Langkah tersebut mendapat perhatian karena dilakukan ketika situasi di sekitar Mapolres Sumba Barat sedang berada dalam kondisi sensitif.Di tengah kemarahan masyarakat, pesan yang disampaikan Jhon Lado adalah agar persoalan tetap dikawal, tetapi tidak diselesaikan melalui tindakan kekerasan.Kemarahan dapat disampaikan, pertanyaan dapat diajukan, dan penjelasan dapat diminta. Namun keamanan masyarakat serta ketertiban umum tetap harus dijaga.Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta memberikan ruang kepada aparat dan pihak terkait untuk menjalankan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.SiletSumba.com — Tajam, Aktual dan Terpercaya.

1 bulan yang lalu