Hero Image
“Jalan Rusak di Wewewa Selatan Ancam Nyawa Ibu dan Bayi, Warga Minta Perhatian Pemerintah dan DPRD”

Sumba Barat Daya – Akses jalan dari pertigaan Desa Delo menuju Desa Rita Baru, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini masih memprihatinkan. Jalan utama yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut belum tersentuh aspal dan dipenuhi batu serta tanah licin.Berdasarkan hasil investigasi jurnalis siletsumba.com pada Sabtu, 31 Januari 2026, kondisi jalan yang rusak parah ini kerap menimbulkan dampak serius, terutama dalam situasi darurat kesehatan. Sekretaris Desa Rita Baru mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, sedikitnya tiga hingga lima ibu hamil terpaksa melahirkan di tengah perjalanan saat hendak dirujuk ke rumah sakit atau puskesmas.“Kondisi jalan sangat menyulitkan. Kalau hujan, kendaraan sering tidak bisa lewat. Ibu hamil sangat berisiko,” ungkap Sekretaris Desa Rita Baru saat ditemui di kediamannya, bersama Ketua BPD, Ketua Komite SD Negeri Rita, serta seorang ibu hamil.Warga berharap pemerintah daerah segera memberi perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur jalan tersebut, mengingat jalan ini merupakan akses utama masyarakat untuk pendidikan, ekonomi, dan terutama layanan kesehatan.

8 bulan yang lalu
Hero Image
Menu MBG Kembali Didominasi Telur, Orang Tua Siswa Pertanyakan Variasi Gizi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan dari orang tua siswa penerima manfaat. Pada Senin, 2 Januari 2026, menu MBG yang dibagikan kepada siswa kembali didominasi olahan telur, sebagaimana terlihat pada paket makanan yang diterima siswa.Berdasarkan pengaduan orang tua siswa, menu berbahan dasar ayam hanya disajikan satu hari pada minggu lalu, sementara pada hari-hari berikutnya hingga hari ini, lauk utama yang diberikan kembali berupa telur. Kondisi tersebut dinilai kurang bervariasi dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keseimbangan gizi anak-anak.“Satu minggu ini anak-anak lebih sering makan telur. Ayam hanya satu kali minggu kemarin. Kami tidak menolak telur, tapi seharusnya ada variasi supaya gizinya seimbang,” ujar Iana Rewa, salah satu orang tua siswa penerima MBG, kepada jurnalis.Dalam paket MBG yang diterima siswa hari ini, terlihat nasi putih, telur olahan, tahu goreng, sayur campur, serta satu buah pisang. Meski secara kuantitas dianggap cukup, minimnya variasi sumber protein hewani menjadi perhatian utama para orang tua.Terkait hal tersebut, jurnalis siletsumba.com telah melakukan konfirmasi via sambungan telepon WhatsApp kepada Ibu Anita Nadya Mahenu. Dalam keterangannya, ia menjamin bahwa variasi menu Program Makan Bergizi Gratis dilakukan setiap minggu dan telah disusun sesuai perencanaan gizi yang ada.Namun demikian, Ibu Anita Nadya Mahenu meminta agar jurnalis siletsumba.com dapat menemui langsung Kepala Pengelola MBG untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci. Ia mengarahkan agar konfirmasi lanjutan dilakukan di pusat pengelolaan MBG yang berlokasi di Omba Lunda, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.Para orang tua berharap adanya transparansi dan evaluasi berkala, khususnya terkait variasi menu dan kualitas gizi, agar tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak.

8 bulan yang lalu
Hero Image
Seorang Anak Diterkam Buaya di Muara Pantai Rate Woya–Ratenggoro, Warga dan Keluarga Lakukan Pencarian

Maliti Bondo Ate, 1 Februari 2026 –Seorang anak dilaporkan hilang setelah diterkam seekor buaya di muara Pantai Rate Woya–Ratenggoro, Desa Maliti Bondo Ate, pada Sabtu sore, 31 Januari 2026. Hingga Minggu, 1 Februari 2026, korban belum ditemukan dan upaya pencarian masih terus dilakukan.Sejak pagi hari, masyarakat setempat bersama keluarga korban ramai berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka bergotong royong menyusuri muara sungai dan sekitar pantai dengan harapan dapat menemukan jasad korban. Suasana duka menyelimuti lokasi pencarian, terutama keluarga korban yang terus menunggu dengan penuh harap.Menurut keterangan warga setempat, kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Korban diduga berada di sekitar muara sungai sebelum tiba-tiba diterkam buaya dan terseret ke dalam air. Warga yang berada di sekitar lokasi tidak sempat memberikan pertolongan.Salah satu warga, Yos Lendu, yang berada di lokasi pencarian menyampaikan bahwa hingga hari ini masyarakat masih terus berupaya membantu keluarga korban. “Warga dan keluarga korban masih terus melakukan pencarian di sekitar muara dan pantai. Kami semua berharap korban segera ditemukan,” ujarnya.Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung dengan melibatkan masyarakat setempat dan pihak keluarga. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai dan muara yang diketahui menjadi habitat buaya.Masyarakat berharap agar korban segera ditemukan sehingga dapat dimakamkan dengan layak, serta kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

8 bulan yang lalu
Hero Image
Siswa SD Negeri Balla Moro Diterkam Buaya di Pesisir Pantai Retenggarong, Korban Belum Ditemukan

Balla Moro — Peristiwa tragis menimpa seorang siswa SD Negeri Balla Moro di kecamatan kodi bangedo yang diduga menjadi korban serangan buaya pada Sabtu malam, 31 Januari 2026. Kejadian tersebut terjadi saat korban bersama teman-teman sedang mencari kepiting di pesisir Pantai Retenggarong, wilayah yang diketahui merupakan habitat satwa liar.Menurut keterangan warga setempat, korban diserang secara tiba-tiba oleh seekor buaya di tepi pantai. Hingga saat ini korban belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan oleh warga bersama pihak terkait.Beberapa perahu nelayan, termasuk perahu karet, telah dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian dan perairan sekitar guna mencari korban yang diterkam binatang buas tersebut. Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri garis pantai dan area yang diduga menjadi jalur buaya.Pihak sekolah menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa ini serta berharap korban segera ditemukan. Kejadian ini menjadi duka bersama bagi keluarga korban, pihak sekolah, dan masyarakat sekitar.Pihak sekolah dan masyarakat kembali mengimbau kepada seluruh orang tua, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir pantai, agar lebih waspada dan selalu mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat berada di sekitar pantai, sungai, dan kawasan yang berpotensi berbahaya, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.

8 bulan yang lalu
Hero Image
Gedung SD Negeri Rita Dibangun 2024 Tapi Masih Tersegel, Siswa Terpaksa Belajar dalam Kelas Gemuk

Gedung SD Negeri Rita di Desa Rita Baru Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang dibangun pada tahun 2024 melalui program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hingga kini belum dapat dimanfaatkan. Gedung sekolah tersebut masih tersegel sejak tahun 2024, meskipun secara fisik bangunan telah selesai dikerjakan.Pantauan SiletSumba di lokasi menunjukkan pintu gedung sekolah masih terkunci dan belum diserahkan kepada pihak sekolah. Kondisi ini menimbulkan perhatian publik terkait pemanfaatan fasilitas pendidikan yang telah dibangun menggunakan anggaran negara.Saat ditemui di depan gedung SD Negeri Rita yang tersegel pada hari Sabtu 31 Januari 2026, salah satu guru, Pak Fredy, menyampaikan keprihatinannya. Ia mengatakan bahwa keterlambatan penggunaan gedung baru berdampak langsung pada proses belajar mengajar.Menurut Pak Fredy, pihak sekolah masih menggunakan ruang kelas lama yang jumlahnya terbatas, sehingga terjadi penggemukan kelas. Bahkan pembagian kelas A dan B tidak dapat dilakukan, karena keterbatasan ruang kelas yang tersedia.Diketahui, penyegelan gedung dilakukan oleh kepala tukang, Stefanus Talu Popo. Penyegelan tersebut dilakukan dengan alasan upah kerja para pekerja belum dibayarkan oleh pihak kontraktor pelaksana proyek, yang diketahui bernama Ferianto Umbu Nono.Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah dan masyarakat meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya segera turun tangan, untuk memediasi persoalan yang terjadi dan memastikan hak belajar siswa tidak terus terdampak.Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana Ferianto Umbu Nono maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan pembayaran upah dan penyegelan gedung tersebut.

8 bulan yang lalu
Hero Image
Gara-gara Klakson Saat Salip Fortuner, Dua Pemuda di SBD Babak Belur Dikeroyok Massa

Aksi kekerasan jalanan terjadi di Jalan Radamata, tepatnya di sekitar depan Hotel Sumba Sejahtera (HSS) dan Toko Bangun Jaya, Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, pada Sabtu petang (24/1/2026).​Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.30 WITA ini mengakibatkan dua orang pemuda, RN (Romi) dan Soni, mengalami luka-luka akibat dikeroyok oleh puluhan orang. Kejadian ini sempat memicu kemacetan panjang karena kerumunan warga memadati lokasi kejadian.​Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/13/I/2026/SPKT/POLRES SUMBA BARAT DAYA, kronologi bermula saat korban RN mengendarai sepeda motor dari arah Keretana menuju Kalena Wano. Di perjalanan, RN hendak mendahului sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna hitam yang berada di depannya.​RN sempat membunyikan klakson meminta jalan, namun diduga mobil tersebut tidak memberi ruang. Saat RN mencoba menyalip di tikungan, mobil Fortuner tersebut diduga menyenggol bagian belakang motor korban hingga terjatuh.​Sesaat setelah terjatuh, sekitar empat orang keluar dari mobil Fortuner dan langsung melakukan pemukulan terhadap RN. Situasi memanas ketika massa yang diperkirakan berjumlah 20 orang tiba-tiba ikut melakukan pengeroyokan. Ipar korban, Soni, yang datang mencoba melerai kejadian tersebut justru turut menjadi sasaran amuk massa.​Akibat pengeroyokan ini, RN mengalami luka serius di bagian wajah dan mata kanan, sementara Soni menderita luka robek di pelipis mata kiri.​Kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan (UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP) ini telah dilaporkan secara resmi oleh pihak korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sumba Barat Daya, dengan terlapor atas nama Ridwan dan kawan-kawan, guna diproses sesuai hukum yang berlaku.​(Tim Redaksi)

8 bulan yang lalu
Hero Image
SMP Kristen Palmad Jetkana Resmi Diresmikan, Diharapkan Menjadi Mercusuar Pendidikan di Wewewa Barat

Sumba Barat Daya Jumat 30 Januari 2026 – SMP Kristen Palmad Jetkana resmi diresmikan melalui prosesi pemotongan pita yang berlangsung di Desa Watulabara, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Peresmian sekolah tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Sumba Barat Daya bersama Ketua Yayasan Palmad Jetkana, Pdt. Alex Malo Dappa, S.Th, serta Ketua Yayasan Bali Life Foundation.Sekolah yang dibangun oleh Bali Life Foundation ini diharapkan menjadi mercusuar pendidikan yang menerangi masa depan anak-anak di wilayah Wewewa Barat dan sekitarnya. Prosesi pemotongan pita menandai dimulainya operasional SMP Kristen Palmad Jetkana sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah pertama yang berorientasi pada pembentukan iman, karakter, dan kecerdasan.Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumba Barat Daya menyampaikan apresiasi kepada Bali Life Foundation dan Yayasan Palmad Jetkana atas kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan di daerah. Ia berharap SMP Kristen Palmad Jetkana dapat menjadi pusat pembinaan generasi muda yang beriman, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.Sementara itu, Ketua Yayasan Palmad Jetkana, Pdt. Alex Malo Dappa, S.Th, menyampaikan rasa syukur atas berdirinya sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa SMP Kristen Palmad Jetkana diharapkan menjadi mercusuar yang memberi arah, harapan, dan terang bagi anak-anak Sumba Barat Daya melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.Ketua Yayasan Bali Life Foundation dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan SMP Kristen Palmad Jetkana merupakan bagian dari misi yayasan untuk menghadirkan pendidikan yang layak di daerah terpencil. Ia berharap sekolah ini dapat menjadi simbol harapan dan pusat perubahan positif bagi masyarakat sekitar.Acara peresmian juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi yang dipersembahkan oleh siswa-siswi SMP Kristen Palmad Jetkana berjudul “Sekolah Harapan Kami”. Puisi tersebut menggambarkan rasa syukur dan harapan para siswa terhadap hadirnya sekolah sebagai mercusuar ilmu dan masa depan mereka.Di tanah kami yang sederhanaKini menyala cahaya pengetahuanSMP Palmad Jetkana berdiri teguhMenjadi mercusuar bagi mimpi-mimpi kamiPembacaan puisi tersebut mendapat sambutan hangat dari para undangan yang hadir.Peresmian SMP Kristen Palmad Jetkana berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, pihak yayasan, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, orang tua siswa, serta warga Desa Watulabara.

8 bulan yang lalu
Hero Image
Jeritan Hati dari Pedalaman Rita: Siswa SD hingga Ibu Hamil "Tagih" Perhatian Bupati SBD soal Jalan Rusak

Siletsumba.com - Sebuah pesan menyentuh datang dari wilayah pedalaman Desa Rita Baru Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Di lorong sekolah SD Negeri Rita yang sederhana, suara aspirasi terdengar lantang dari seorang siswi kecil, tokoh masyarakat, hingga ibu hamil yang bertaruh nyawa akibat infrastruktur jalan yang memprihatinkan.​Dalam pantauan langsung jurnalis siletsumba.com di lokasi, Icha, seorang siswi SD Negeri Rita, dengan polos namun tegas menyampaikan harapannya kepada Bupati SBD, Ibu Ratu Wulla Talu. ​"Saya mau sampaikan, tahun ini atau tahun depan, jalan ini dikerjakan jadi aspal. SD Negeri Rita dan SMP Negeri 6 Kecamatan Wewewa Selatan menjadi SD Negeri dan SMP Negeri yang terpencil, daerah tertinggal, dan jauh dari perkotaan," ungkap Icha mewakili teman-temannya. Ia berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap akses pendidikan mereka.​Dukungan serupa datang dari Ketua Komite Sekolah SDN Rita, Adolf Dapa. Ia menegaskan bahwa permohonan cucunya adalah jeritan hati masyarakat setempat. ​"Terkait jalan dari Rita ke Delo, saya sebagai Ketua Komite memohon, kalau boleh mulai tahun ini sampai tahun 2027, mohon diaspal," ujar Adolf. Ia menekankan kondisi jalan yang berlumpur saat hujan sangat membahayakan dan menghambat aktivitas warga.​Ibu Hamil Bertaruh Nyawa di Jalan Rusak​Kisah paling memilukan dituturkan oleh Novita, seorang ibu hamil di Desa Rita Baru. Dengan menahan emosi, ia menceritakan betapa fatalnya kondisi jalan bagi keselamatan ibu dan bayi. Akses yang buruk membuat perjalanan menuju fasilitas kesehatan menjadi perjuangan hidup dan mati. ​"Kasihan kami ibu hamil yang jauh-jauh, jalannya rusak. Belum sampai di Rumah Sakit atau Puskesmas, kami sudah melahirkan di jalan," ungkap Novita dengan nada bergetar.​Novita memohon agar Bupati dan DPRD SBD segera turun tangan melihat langsung kondisi di lapangan. Baginya, perbaikan jalan bukan sekadar kenyamanan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan nyawa warga yang sakit atau hendak melahirkan.​"Tolong Mama Ibu Bupati, perbaiki jalan ini secepatnya," tutupnya.​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Rita Baru masih menanti realisasi pembangunan infrastruktur yang layak demi mengejar ketertinggalan dari wilayah lain di Sumba Barat Daya Propinsi Nusa Tenggara Timur.​(Reporter: Tim Siletsumba)

8 bulan yang lalu
Hero Image
Jurnalis di Sumba Diserang Akun Palsu, Intimidasi Digital Dinilai Ancam Kebebasan Pers

SUMBA BARAT DAYA – Sejumlah jurnalis di Kabupaten Sumba Barat Daya mengaku kerap menjadi sasaran serangan akun palsu di media sosial. Serangan tersebut muncul dalam bentuk komentar provokatif, tudingan tanpa dasar, hingga upaya menjatuhkan kredibilitas jurnalis setelah pemberitaan dipublikasikan.Berdasarkan pantauan dan pengalaman langsung jurnalis siletsumba.com, akun-akun yang melakukan serangan umumnya tidak menggunakan identitas asli, memakai nama samaran, foto profil tidak jelas, serta memiliki aktivitas yang tidak wajar. Akun-akun tersebut cenderung aktif secara bersamaan, terutama saat media memberitakan isu-isu yang menyentuh kepentingan publik dan persoalan sensitif.Praktik ini dinilai sebagai bentuk intimidasi digital yang tidak hanya merugikan jurnalis secara personal, tetapi juga berpotensi mengancam kebebasan pers. Serangan anonim tersebut dinilai tidak sehat karena mengabaikan mekanisme resmi dalam dunia jurnalistik.Padahal, setiap pihak yang merasa dirugikan oleh sebuah pemberitaan memiliki hak untuk menempuh hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jalur tersebut merupakan cara beradab dan bertanggung jawab untuk meluruskan informasi, bukan dengan menyerang melalui akun anonim.Selain berdampak pada psikologis jurnalis, keberadaan akun palsu juga berpotensi menyesatkan opini publik, karena informasi yang disampaikan tidak dapat diverifikasi dan tidak memiliki dasar yang jelas.Masyarakat diimbau untuk lebih cerdas dan kritis dalam bermedia sosial, tidak mudah terpancing provokasi, serta memeriksa kredibilitas akun sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah informasi.siletsumba.com menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kerja jurnalistik secara profesional, independen, dan berimbang, serta menolak segala bentuk intimidasi yang bertujuan membungkam kebebasan pers.

8 bulan yang lalu
Hero Image
Video Investigasi SiletSumba Ungkap Dugaan Pengeroyokan di Depan Hotel Sumba Sejahtera, Tiga Tokoh Terekam di Lokasi

SUMBA BARAT DAYA – Video hasil investigasi siletsumba.com mengungkap dugaan peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi di depan Hotel Sumba Sejahtera, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).Investigasi tersebut dihimpun oleh jurnalis siletsumba.com pada 25 Januari 2026, saat menemui para korban RN dan S di kediaman mereka pascakejadian peristiwa tanggal 24 Januari 2026, serta berdasarkan keterangan saksi mata Ibu Elin Nani yang berada di sekitar lokasi belakang Keuskupan Weetabula. Peristiwa dugaan tindak kekerasan itu terjadi pada 24 Januari 2026 sekitar pukul 18.30 WITA dan diduga melibatkan sejumlah oknum pelaku.Menurut penuturan saksi mata Ibu Elin Nani yang ditemui jurnalis siletsumba.com di kediamannya, ia melihat secara langsung saudara kandungnya Romy Nani bersama suaminya Sony menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan, berupa pemukulan, tumbukan, serta tendangan oleh sekelompok orang.Melihat kondisi tersebut, Ibu Elin Nani mengaku berupaya menghentikan aksi kekerasan dengan cara membuka bajunya dan mengangkatnya ke atas di tengah kerumunan massa, sebagai bentuk kepanikan dan upaya terakhir agar massa menghentikan tindakan penganiayaan.Dalam rekaman video investigasi yang diperoleh siletsumba.com, tampak tiga tokoh berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung. Ketiganya dinilai memiliki pengetahuan langsung terkait peristiwa tersebut dan dapat dimintai keterangan sebagai saksi.Adapun tiga tokoh yang terekam dalam video dimaksud adalah Bapak Lambertus Todo, Bapak Jhek Keremata, dan Bapak Artho Umbu Rey.Sementara itu, para korban yang ditemui siletsumba.com mengaku mengalami luka fisik dan trauma akibat kejadian tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini secara serius, profesional, dan transparan, guna memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan.Hingga berita ini diterbitkan, siletsumba.com masih terus menghimpun informasi lanjutan serta menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

8 bulan yang lalu