Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah menangani kasus penyerangan terhadap warga Suku Muritana di Susu Wendewa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, insiden ini terjadi pada 27 September 2025 dan telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan pada 17 November lalu.Terkait penanganan kasus ini, tiga orang tersangka dengan inisial UG, DD, dan MLM telah ditahan di Tahta Polres Sumba Barat sejak Jumat malam, 28 November 2025, setelah diperiksa. Sementara itu, dua tersangka lain dengan inisial HS dan DBD belum ditahan dan surat panggilan kedua telah dikirimkan pada Senin, 1 Desember 2025, untuk diperiksa pada Rabu, 3 Desember 2025. Kuasa hukum para korban, Indah Prasetyari, SH, menyampaikan bahwa kuasa hukum terlapor/tersangka telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Kapolres Sumba Barat pada Senin, 1 Desember 2025.Indah Prasetyari, SH, menjelaskan bahwa pengajuan permohonan penangguhan penahanan merupakan hak tersangka yang diatur oleh undang-undang. Namun, ia mengingatkan Kapolres Sumba Barat dan jajarannya untuk memperhatikan dampak yang ditimbulkan oleh tindakan penyerangan tersebut terhadap para korban dan warga Suku Muritana. “Negara harus hadir untuk memberikan keadilan kepada kami, negara dalam hal ini Polres Sumba Barat,” tegasnya. Kepada Pemred siletsumba.com yang dihubungi via telepon WhatsApp selasa malam 2 Desember 2025. Lebih lanjut, Indah Prasetyari mendesak penyidik Polres Sumba Barat untuk segera menangkap para pelaku lain yang terlibat, mengingat jumlah pelaku diperkirakan mencapai 60-70 orang, serta menangkap aktor intelektual yang diduga menyusun penyerangan tersebut. " Upaya konfirmasi kepada Kapolres Sumba Barat masih dilakukan redaksi.
Kuasa hukum masyarakat Kodi Karoso, Kabupaten Sumba Barat Daya, Yubylate Pieter Pandango, menyatakan akan melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan dalam praktik jual beli tanah di wilayah tersebut ke Propam Polda Nusa Tenggara Timur. Hal ini menyusul adanya dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian dan PNS aktif dalam proses jual beli tanah yang dinilai merugikan masyarakat. "Kami sedang menyiapkan dan menyusun strategi baru, dan tentunya sudah mengantongi semua bukti-bukti yang akurat, terkait dugaan keterlibatan oknum aparat Polisi aktif dan PNS dalam proses jual beli tanah masyarakat di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya," ujar Yubylate Pieter Pandango.Menurut Yubylate Pieter Pandango, pihaknya telah mengumpulkan dokumen pendukung yang menunjukkan adanya dugaan keterlibatan oknum polisi berinisial B, FHD, HT, dan PNS aktif berinisial YUD dalam praktik jual beli tanah tersebut. "Kami juga telah mendapatkan dokumen pendukung, termasuk bukti-bukti keterlibatan para oknum, dan kronologi kejadian, untuk kemudian disampaikan secara resmi kepada pihak Propam Polda NTT dan penyidik yang berwenang untuk menindak tegas perbuatan oknum yg d duga terlibat dalam jual beli tanah masyarakat tersebut," tegasnya. Nilai transaksi jual beli tanah ini diperkirakan mencapai lebih dari 10 miliar rupiah.Yubylate Pieter Pandango menambahkan, langkah ini diambil untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan hak-hak masyarakat terlindungi. "Kami percaya bahwa institusi kepolisian memiliki komitmen kuat untuk menindaklanjuti setiap laporan secara objektif dan tanpa pandang bulu,"ujarnya ketika menghungi PEMRED siletsumba.com Via Telepon WhatsApp Selasa tanggal 2 Desember 2025
Pasar Elopada yang terletak di Desa Kalembu Dara Mane, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan karena kondisinya yang mangkrak. Pembangunan pasar yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang sarana perdagangan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya pada tahun anggaran 2017, kini terbengkalai dan dipenuhi semak belukar. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan masyarakat setempat.Malo Ngedongo, WARGA SETEMPAT dari Desa Kalembu Dara Mane, mengungkapkan kekecewaannya. "Kami awalnya merasa senang dan bahagia sekali pasar mulai dibangun untuk menggenjot perkembangan dan kemajuan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Kalembu Dara Mane dan Desa Nyura Lele nyatanya ia merasa kecewa karena pasar tersebut tidak pernah di pakai sampai saat ini bahkan asas manfaatnya tidak ada sama sekali," ujarnya. Warga berharap ada kejelasan mengenai penyebab mangkraknya pasar dan solusi untuk memanfaatkannya. Mangkraknya Pasar Elopada ini menimbulkan dugaan kerugian negara. Beberapa pihak mendesak agar Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi NTT, dan Kejaksaan Negeri Waikabubak Sumba Barat segera melakukan investigasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan pertanggungjawaban dari kontraktor pelaksana, konsultan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan pihak-pihak terkait lainnya. Upaya konfirmasi kepada [PIHAK TERKAIT] masih dilakukan redaksi.
Kasus dugaan praktik mafia tanah kembali mencuat di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Kali ini, seorang oknum anggota Brimob berinisial B dan seorang pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) SBD berinisial JUD, resmi dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.Laporan tersebut dilayangkan oleh Kuasa Hukum korban di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sumba Barat Daya. Kuasa hukum mewakili dua warga pemilik lahan asal Desa Karoso, yakni Wilhelmus Samaru dan Rikus Kondo.Dalam keterangan persnya di depan Kantor SPKT, Kuasa Hukum korban menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari transaksi jual beli tanah yang terjadi sejak tahun 2011 silam di Desa Karoso. Namun, seiring berjalannya waktu, proses tersebut diduga penuh dengan kejanggalan yang merugikan pemilik tanah asli.Kronologi Kejadian: Dari DP hingga Penarikan Paksa KendaraanMenurut penuturan Kuasa Hukum, pada awal transaksi tahun 2011, pihak pembeli Oknum Anggota Brimob Inisial B memberikan uang muka (DP) sebesar Rp 40 juta dan satu unit mobil pikap yang saat itu dihargai Rp 60 juta kepada perantara korban.Namun, situasi berubah ketika mantan Bupati SBD, Kornelis Kodi Mete saat itu menjabat sebagai Bupati, melaporkan adanya dugaan ketidakberesan transaksi tanah tersebut ke Polda NTT. Terlapor B (oknum Brimob) sempat diperiksa di Polda NTT."Sepulangnya dari pemeriksaan di Polda, terlapor B menemui klien kami Aloysius Nasari dan mengatakan bahwa uang yang sudah diberikan dianggap hangus sebagai 'biaya pengawalan' kasus. Lebih parahnya, mobil pikap yang sudah diberikan sebagai bagian pembayaran ditarik kembali," ungkap Kuasa Hukum dalam keterangannya didepan parah awak media.Ia menambahkan, penarikan mobil tersebut dilakukan secara intimidatif. "Ada sekitar tujuh orang anggota Brimob yang datang ke rumah klien kami untuk mengambil kembali mobil tersebut," tegasnya.Dugaan Rekayasa Surat Kuasa JualPuncak permasalahan terjadi ketika diketahui bahwa para terlapor diduga telah mengantongi sertifikat dan surat kuasa jual atas tanah tersebut. Kuasa Hukum menyoroti bahwa kliennya, Wilhelmus dan Hendrikus Kondo, adalah warga desa yang buta hukum dan memiliki keterbatasan pendidikan (SDM rendah), sehingga diduga mudah dimanuver untuk menandatangani dokumen yang tidak mereka pahami."Klien kami disuruh tanda tangan terus-menerus yang ternyata adalah kuasa jual. Padahal, uang hasil penjualan tanah yang nilainya ditaksir mencapai Rp 10 Miliar tetapi mereka hanya terima Rp 500 juta. Yang mereka terima di awal hanya uang kecil yang kemudian dianggap hangus itu," jelasnya dengan nada tinggi.Langkah HukumAtas dasar kerugian tersebut, Kuasa Hukum menegaskan bahwa pihaknya telah membuat Laporan Polisi (LP) dengan sangkaan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan."Kami hadir di sini untuk membuat laporan agar kasus ini terang benderang. Klien kami sudah sangat dirugikan. Tanah mereka hilang, uang tidak dapat, malah diintimidasi," pungkasnya.
Warga Desa Kalembu Dara Mane, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan maraknya aksi pencurian yang terjadi di wilayah mereka. Berdasarkan kesaksian awal korban yang dihimpun siletsumba.com , kejadian terbaru menimpa Ibu Sarianti Oktaviana Milla Ate yang kehilangan sejumlah hewan ternak dan unggas. Catatan sementara menunjukkan, aksi pencurian ini bukanlah yang pertama kali dialami oleh Ibu Sarianti, melainkan sudah berulang sejak tahun 2021 dengan berbagai jenis barang yang hilang.Menurut keterangan korban bersama kedua anaknya yang di tinggal oleh Almarhum suaminya, kejadian pencurian terakhir terakhir pada Sabtu dini hari pukul 2 : 00 Wita 29 November 2025. Adapun hewan ternak dan unggas yang hilang meliputi babi dan sekitar 10 ekor ayam yang rencananya akan digunakan untuk perayaan Natal. "Kami berharap Kepolisian Polsek Wewewa Timur ini untuk meningkatkan keamanan," ujarnya. Ibu Sarianti sebagai korban mengungkapkan kekecewaannya dan berharap ada perhatian dari pihak kepolisian Polsek Wewewa Timur dan pemerintah desa agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Anak laki-laki Ibu Sarianti yang masih duduk di kelas 6 SD turut menyampaikan kesedihannya dan berharap dapat membantu ibunya di kemudian hari. Ibu Sarianti berharap ada peningkatan keamanan di desa mereka di hadapan parah awak Media di kediamannya senin tanggal 1 Desember 2025.
Ratusan penumpang maskapai penerbangan Nam Air dan Sriwijaya Air tujuan Denpasar mengalami keterlambatan penerbangan yang signifikan di Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka, Sumba Barat Daya pada hari ini. Penundaan yang dimulai sejak pukul 14.00 WITA sampai dengan malam hari ini Sabtu 29 November 2025 menyebabkan ketidakpastian dan kekecewaan di kalangan penumpang, karena hingga malam hari belum ada kejelasan mengenai jadwal keberangkatan.Bapak Evan Yohanes Ngongo Lede, salah seorang penumpang Nam Air, mengungkapkan kekecewaannya atas penelantaran yang dialaminya dan ratusan penumpang lainnya. Ia menyayangkan tidak adanya kompensasi atau informasi yang memadai dari pihak maskapai terkait keterlambatan ini. Situasi semakin memprihatinkan karena terdapat seorang ibu yang membutuhkan perawatan medis di Denpasar dan harus menggunakan kursi roda.Upaya konfirmasi kepada Kepala Bandara Lede Kalumbang Tambolaka belum berhasil dilakukan karena yang bersangkutan tidak berada di tempat saat kejadian. Pihak maskapai hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab keterlambatan dan solusi bagi para penumpang yang terdampak. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab maskapai terhadap hak-hak penumpang.```
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh puluhan penumpang maskapai NAM Air (Sriwijaya Air Group) dengan tujuan penerbangan Denpasar. Mereka telantar di Bandara Bandara Lede Kalumbang Tambolaka setelah penerbangan dibatalkan secara sepihak tanpa adanya kompensasi yang memadai.Berdasarkan rekaman video dan keterangan penumpang di lokasi, ketegangan memuncak ketika petugas maskapai mengumumkan pembatalan penerbangan setelah penumpang menunggu selama kurang lebih dari jam 10 pagi sampai malam hari ini.Alasan Infrastruktur Bandara Dalam perdebatan yang terekam kamera, seorang petugas ground staff NAM Air berdalih bahwa pembatalan disebabkan oleh masalah teknis dan infrastruktur di Bandara Lede Kalumbang Tambolaka yang tidak memungkinkan pesawat untuk mendarat atau lepas landas. Petugas tersebut bahkan menyebutkan adanya aturan atau kondisi bandara yang bermasalah hingga Februari 2026."Ini bukan kesalahan kami, tapi dari pihak bandara. Ada kerusakan teknikal yang membuat pesawat tidak bisa masuk," ujar salah satu petugas saat dikonfrontasi penumpang.Penumpang Merasa Dijebak Para penumpang menolak alasan tersebut dan menilai maskapai tidak transparan. Mereka mempertanyakan mengapa tiket tetap dijual jika pihak maskapai sudah mengetahui adanya kendala infrastruktur di bandara tersebut."Kalau memang bandara rusak atau ada aturan sampai tahun 2026, kenapa tiket dijual kepada kami? Kami merasa dirugikan dan tidak ada tanggung jawab," ungkap salah satu penumpang berinisial Bapak Evan dengan nada kecewa.Tidak Ada Makanan dan Hotel Selain ketidakjelasan jadwal pengganti (reschedule), penumpang juga mengeluhkan tidak adanya service recovery sesuai Peraturan Menteri Perhubungan PM 89 Tahun 2015. Penumpang mengaku tidak mendapatkan kompensasi berupa makanan (snack/makan berat) maupun penginapan (hotel), padahal mereka sudah tertahan berjam-jam di bandara."Kami hanya diputar-putar penjelasannya. Tidak ada makanan, tidak ada hotel. Kami diminta menghubungi bandara, padahal kami beli tiket ke maskapai," tambah penumpang lainnya.Hingga berita ini diturunkan, para penumpang masih bertahan di area bandara menuntut kehadiran pimpinan cabang maskapai untuk memberikan solusi konkret, bukan sekadar alasan operasional.
Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumba Barat melaksanakan audiensi dengan jajaran Polres Sumba Barat guna membahas konflik pertanahan yang terjadi di wilayah Mamboro dan kasus penyerangan dan penganiayaan suku Muritana. Pertemuan ini berlangsung di Markas Polres Sumba Barat pada Hari Kamis Tanggal 27 November 2025.Audiensi ini disambut baik oleh KBO Polres Sumba Barat. Dalam dialog tersebut, pihak kepolisian menyampaikan atensi khusus dari Kapolres dan Wakapolres Sumba Barat. Kepolisian menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan kasus-kasus yang meresahkan masyarakat dan mengajak GMNI untuk terlibat aktif dalam fungsi pengawasan.Salah satu poin utama yang disampaikan adalah terkait kasus penyerangan dan penganiayaan kepada suku Muritana Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah yang terjadi pada tanggal 27 September. Pihak Polres Sumba Barat meminta GMNI untuk tetap konsisten mengawal kasus tersebut hingga tuntas.Sebagai bentuk transparansi penyidikan, KBO Polres Sumba Barat juga mengundang GMNI untuk memantau langsung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung hari ini. "Kami meminta rekan-rekan mahasiswa untuk memantau proses pengambilan data para tersangka yang dilaksanakan hari ini, guna memastikan prosedur berjalan sesuai aturan," tegas KBO.GMNI Sumba Barat menyambut baik keterbukaan ini dan berkomitmen akan terus menjadi mitra kritis pemerintah dan kepolisian dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat Sumba Barat, baik dalam kasus agraria di Mamboro maupun kasus pidana umum lainnya.
Menjadi pribadi yang disegani bukan soal suara yang keras, jabatan yang tinggi, atau banyaknya pencapaian. Penghormatan yang paling tulus lahir dari kesan mendalam yang kita tinggalkan dalam cara berpikir, bersikap, dan memperlakukan orang lain. Banyak orang ingin dihargai, tetapi sedikit yang mau membangun karakter yang pantas dihargai.Dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen Covey dan How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie, dijelaskan bahwa kehormatan bukan sesuatu yang diminta, tetapi buah dari karakter yang terjaga. Pengaruh seseorang bertumbuh bukan dari gaya memerintah, tetapi dari integritas, empati, dan konsistensi yang dikenali orang lain. Dua buku ini menunjukkan bahwa wibawa lahir dari pondasi internal sebelum terlihat di permukaan.Berikut tujuh karakter penting yang perlu dikembangkan jika ingin menjadi sosok yang secara alami dihormati.1. Integritas yang Tidak Mudah GoyahIntegritas adalah pondasi rasa hormat. Orang yang berintegritas tidak mengatakan sesuatu hanya untuk menyenangkan orang lain, tetapi menyampaikan kebenaran dengan cara yang elegan. Mereka memegang janji, menepati komitmen, dan tidak mengambil jalan pintas yang merugikan orang lain. Di mata orang sekitar, sosok seperti ini dianggap dapat diandalkan dan aman untuk dipercaya.Ketika seseorang memegang integritas, ia memiliki standar moral yang tidak berubah meski situasi berubah. Karakter ini membuat orang lain merasa nyaman dan menghormati batasan yang ia tetapkan. Integritas bukan tentang kesempurnaan, melainkan keberanian untuk selalu memilih jalan yang bermartabat.2. Ketegasan yang Diiringi KebaikanKetegasan membuat seseorang terlihat kuat, tetapi kebaikan membuatnya tetap manusiawi. Ketika keduanya berjalan bersama, terlahirlah wibawa yang sehat. Orang yang tegas tidak mudah digoyang oleh opini yang tidak relevan, tetapi ia tetap mampu berbicara dengan empati. Ketegasan seperti ini membuat pendapat dan keputusannya lebih dihormati.Banyak orang salah kaprah dengan menganggap tegas berarti keras. Padahal ketegasan sejati justru lembut tetapi jelas. Orang yang tegas dengan cara bijak menciptakan batasan, menjaga dirinya, dan tetap memuliakan orang lain. Kombinasi ini membuatnya dianggap matang dan layak dihormati.3. Konsistensi dalam Perilaku dan TindakanTidak ada yang lebih meyakinkan daripada seseorang yang konsisten. Ketika sikap, kata-kata, dan tindakannya selaras, orang lain akan melihatnya sebagai pribadi yang stabil. Konsistensi membuat seseorang mudah diprediksi dalam hal yang positif, dan ini memberikan rasa aman bagi siapa pun yang bekerja atau berinteraksi dengannya.Kebalikannya, orang yang berubah-ubah sulit dihormati karena tidak jelas apa yang ia perjuangkan. Konsistensi bukan tentang keras kepala, melainkan keteguhan dalam nilai. Orang yang konsisten akan dihormati karena memiliki arah yang jelas dan tidak goyah hanya karena keinginan sesaat.4. Kemampuan Mendengarkan dengan Penuh PerhatianMendengarkan tampak sederhana, tetapi jarang dilakukan dengan benar. Orang yang benar-benar mendengar membuat lawan bicara merasa dihargai. Mereka tidak memotong, tidak menghakimi, dan tidak tergesa-gesa memberikan solusi. Sikap tenang ini membuat banyak orang merasa aman untuk terbuka.Ketika seseorang mampu mendengarkan, ia menunjukkan kedewasaan emosional. Ini membuatnya dihormati bukan karena ia tahu segalanya, tetapi karena ia mampu memberikan ruang bagi orang lain. Banyak pemimpin dihormati bukan karena kata-katanya, tetapi karena kualitas mendengarnya.5. Kendali Emosi yang StabilOrang yang mudah tersulut emosi jarang dihormati. Sebaliknya, mereka yang mampu menjaga ketenangan di tengah situasi sulit tampak lebih berwibawa. Kendali emosi menunjukkan bahwa seseorang memiliki kedewasaan, kesabaran, dan kemampuan merespons dengan kepala dingin.Ketenangan membuat keputusan yang diambil lebih jernih. Orang sekitar pun merasa lebih menghargai sikap itu karena ketenangan memberi rasa aman. Dengan emosi yang teratur, seseorang tampak lebih dewasa dan dapat diandalkan dalam situasi apa pun.6. Kerendahan Hati yang Tidak Merendahkan DiriKerendahan hati adalah magnet wibawa. Orang yang rendah hati tidak pamer, tidak butuh pengakuan, dan tidak merasa lebih dari orang lain. Sikap ini membuatnya mudah diterima, dihormati, dan dipercaya. Kerendahan hati bukan berarti tidak percaya diri, melainkan mengetahui nilai diri tanpa harus menunjukkannya berlebihan.Mereka yang rendah hati juga lebih mudah belajar. Mereka menghargai masukan, mengakui kesalahan, dan tidak malu mengembangkan diri. Sikap ini secara alami membuat orang lain melihatnya sebagai pribadi yang matang dan pantas dihormati.7. Tanggung Jawab pada Setiap KeputusanOrang yang disegani tidak suka melempar kesalahan. Mereka bertanggung jawab atas tindakan sendiri, baik hasilnya baik maupun buruk. Tanggung jawab memberi kesan kuat bahwa orang ini tidak lari dari konsekuensi, dan itu membuatnya dihormati.Ketika seseorang berani memikul tanggung jawab, ia terlihat dewasa. Orang sekitar lebih percaya padanya karena ia tidak menyalahkan orang lain untuk menutupi kelemahannya. Tanggung jawab adalah ciri dari individu yang kuat dan berpengaruh._________Penghormatan tidak datang dari tuntutan, melainkan dari karakter yang terus diasah. Ketika seseorang membangun tujuh karakter ini, ia tidak hanya menjadi pribadi yang disegani, tetapi juga menjadi manusia yang lebih tenang, jernih, dan matang. Wibawa sejati tidak perlu ditunjukkan. Ia muncul dengan sendirinya dari cara seseorang membawa dirinya setiap hari.
Sebuah jembatan dan tembok penahan tanah di wilayah Keretana Kelurahan Waitabula, Kota Tambolaka, ambruk total pasca diterjang banjir. Insiden ini membongkar dugaan buruknya kualitas konstruksi proyek pemerintah tersebut. Berdasarkan investigasi lapangan, struktur beton yang patah terlihat tidak memiliki tiang cor (fondasi) penyangga, hanya mengandalkan besi beton yang ditanam seadanya.Kondisi ini memicu reaksi keras dari warga dan sorotan awak media. Namun, saat Siletsumba.com mencoba mengonfirmasi temuan teknis tersebut kepada kontraktor pelaksana, Ongko Niko (Tokoh Romantis), respons yang diterima justru bernada tinggi dan intimidatif.Fakta Lapangan vs Bantahan EmosionalDalam pantauan di lokasi, reruntuhan jembatan memperlihatkan patahan beton yang bersih tanpa adanya jejak tiang penyangga utama di sudut-sudut fondasi. Hal ini diduga menjadi penyebab utama bangunan mudah terpisah dari badan jalan saat tanah di bawahnya tergerus air.Ketika dikonfirmasi via telepon mengenai ketiadaan tiang cor tersebut, Ongko Niko menampik keras. Ia enggan menanggapi detail teknis yang ditanyakan wartawan dan justru menuduh awak media mengada-ada."Ah asal omong saja kau itu," hardik Ongko Niko dengan nada emosi.Ia bersikeras bahwa proyek tersebut dikerjakan dengan benar dan sudah melalui proses serah terima (PHO) yang disaksikan panitia. Menurutnya, kerusakan itu murni bencana alam dan faktor usia bangunan yang diklaimnya dikerjakan tahun 2013—sebuah klaim yang masih menjadi perdebatan mengingat warga menyebut proyek tersebut belum terlalu tua.Alih-alih memberikan penjelasan yang tenang sebagai mitra pemerintah, Ongko Niko justru menutup pembicaraan dengan kalimat peringatan kepada wartawan."Jangan kau cari masalah bajingan," tegasnya.Warga Ancam Tutup JalanTerlepas dari perdebatan tahun pembuatan, fakta di lapangan menunjukkan lubang besar kini menganga di sisi jalan negara Keretana kelurahan Waitabula, membahayakan pengendara yang melintas. Jembatan yang dulunya dibangun atas aspirasi Almarhum Roby Wodalado (Anggota DPRD) dan Tokoh Agama setempat ini kini menjadi ancaman maut.Warga sekitar menegaskan akan mengambil tindakan drastis jika pemerintah tidak segera turun tangan."Jika tidak cepat ditangani, kami warga setempat akan menutup akses jalan ini. Kondisi tanah terus tergerus air, sangat berbahaya jika dipaksakan untuk dilewati," ujar salah seorang warga di lokasi.Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) SBD belum memberikan keterangan resmi terkait status pemeliharaan jembatan tersebut maupun spesifikasi teknis yang sebenarnya.(Tim Redaksi Siletsumba.com)
Stepanus Umbu Pati