Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
01 February 2026 - 00:47 WITA

Video Investigasi SiletSumba Ungkap Dugaan Pengeroyokan di Depan Hotel Sumba Sejahtera, Tiga Tokoh Terekam di Lokasi

Video Investigasi SiletSumba Ungkap Dugaan Pengeroyokan di Depan Hotel Sumba Sejahtera, Tiga Tokoh Terekam di Lokasi
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Radamata, siletsumba.com - SUMBA BARAT DAYA – Video hasil investigasi siletsumba.com mengungkap dugaan peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi di depan Hotel Sumba Sejahtera, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Investigasi tersebut dihimpun oleh jurnalis siletsumba.com pada 25 Januari 2026, saat menemui para korban RN dan S di kediaman mereka pascakejadian peristiwa tanggal 24 Januari 2026, serta berdasarkan keterangan saksi mata Ibu Elin Nani yang berada di sekitar lokasi belakang Keuskupan Weetabula. Peristiwa dugaan tindak kekerasan itu terjadi pada 24 Januari 2026 sekitar pukul 18.30 WITA dan diduga melibatkan sejumlah oknum pelaku.

Menurut penuturan saksi mata Ibu Elin Nani yang ditemui jurnalis siletsumba.com di kediamannya, ia melihat secara langsung saudara kandungnya Romy Nani bersama suaminya Sony menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan, berupa pemukulan, tumbukan, serta tendangan oleh sekelompok orang.

Melihat kondisi tersebut, Ibu Elin Nani mengaku berupaya menghentikan aksi kekerasan dengan cara membuka bajunya dan mengangkatnya ke atas di tengah kerumunan massa, sebagai bentuk kepanikan dan upaya terakhir agar massa menghentikan tindakan penganiayaan.

Dalam rekaman video investigasi yang diperoleh siletsumba.com, tampak tiga tokoh berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung. Ketiganya dinilai memiliki pengetahuan langsung terkait peristiwa tersebut dan dapat dimintai keterangan sebagai saksi.

Adapun tiga tokoh yang terekam dalam video dimaksud adalah Bapak Lambertus Todo, Bapak Jhek Keremata, dan Bapak Artho Umbu Rey.

Sementara itu, para korban yang ditemui siletsumba.com mengaku mengalami luka fisik dan trauma akibat kejadian tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini secara serius, profesional, dan transparan, guna memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan.

Hingga berita ini diterbitkan, siletsumba.com masih terus menghimpun informasi lanjutan serta menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.