Redaksi Silet Sumba
Penulis: Redaksi Silet Sumba
01 February 2026 - 06:10 WITA

Jeritan Hati dari Pedalaman Rita: Siswa SD hingga Ibu Hamil "Tagih" Perhatian Bupati SBD soal Jalan Rusak

Jeritan Hati dari Pedalaman Rita: Siswa SD hingga Ibu Hamil "Tagih" Perhatian Bupati SBD soal Jalan Rusak
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Sumba Barat Daya, siletsumba.com - Siletsumba.com - Sebuah pesan menyentuh datang dari wilayah pedalaman Desa Rita Baru Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Di lorong sekolah SD Negeri Rita yang sederhana, suara aspirasi terdengar lantang dari seorang siswi kecil, tokoh masyarakat, hingga ibu hamil yang bertaruh nyawa akibat infrastruktur jalan yang memprihatinkan.

​Dalam pantauan langsung jurnalis siletsumba.com di lokasi, Icha, seorang siswi SD Negeri Rita, dengan polos namun tegas menyampaikan harapannya kepada Bupati SBD, Ibu Ratu Wulla Talu. ​"Saya mau sampaikan, tahun ini atau tahun depan, jalan ini dikerjakan jadi aspal. SD Negeri Rita dan SMP Negeri 6 Kecamatan Wewewa Selatan menjadi SD Negeri dan SMP Negeri yang terpencil, daerah tertinggal, dan jauh dari perkotaan," ungkap Icha mewakili teman-temannya. Ia berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap akses pendidikan mereka.

​Dukungan serupa datang dari Ketua Komite Sekolah SDN Rita, Adolf Dapa. Ia menegaskan bahwa permohonan cucunya adalah jeritan hati masyarakat setempat. ​"Terkait jalan dari Rita ke Delo, saya sebagai Ketua Komite memohon, kalau boleh mulai tahun ini sampai tahun 2027, mohon diaspal," ujar Adolf. Ia menekankan kondisi jalan yang berlumpur saat hujan sangat membahayakan dan menghambat aktivitas warga.

​Ibu Hamil Bertaruh Nyawa di Jalan Rusak

​Kisah paling memilukan dituturkan oleh Novita, seorang ibu hamil di Desa Rita Baru. Dengan menahan emosi, ia menceritakan betapa fatalnya kondisi jalan bagi keselamatan ibu dan bayi. Akses yang buruk membuat perjalanan menuju fasilitas kesehatan menjadi perjuangan hidup dan mati. ​"Kasihan kami ibu hamil yang jauh-jauh, jalannya rusak. Belum sampai di Rumah Sakit atau Puskesmas, kami sudah melahirkan di jalan," ungkap Novita dengan nada bergetar.

​Novita memohon agar Bupati dan DPRD SBD segera turun tangan melihat langsung kondisi di lapangan. Baginya, perbaikan jalan bukan sekadar kenyamanan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan nyawa warga yang sakit atau hendak melahirkan.

​"Tolong Mama Ibu Bupati, perbaiki jalan ini secepatnya," tutupnya.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Rita Baru masih menanti realisasi pembangunan infrastruktur yang layak demi mengejar ketertinggalan dari wilayah lain di Sumba Barat Daya Propinsi Nusa Tenggara Timur.

​(Reporter: Tim Siletsumba)

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.