Tajam, akurat dan terpercaya.
Praktik lama dengan pola tekanan dan ancaman kembali mencuat di lingkungan pendidikan Kabupaten Sumba Barat Daya NTT. Sejumlah kepala sekolah mengaku menerima tekanan dari oknum pejabat Dinas Pendidikan agar tunduk pada perintah atasan, bahkan dengan ancaman mutasi apabila tidak mengikuti instruksi.Kasus terbaru diduga melibatkan Kasie GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) berinisial MUR, dan oknum - oknum lain yang disebut menekan Kepala Sekolah SDN Kanelu—penerima program revitalisasi tahun 2025—agar menggunakan toko Sinar Terang sebagai tempat pengadaan barang.Padahal, berdasarkan ketentuan, program revitalisasi 2025 harus dilaksanakan secara swakelola, tanpa intervensi dari pihak kabupaten, dinas, maupun pimpinan daerah.“Kepala sekolah hanya dijadikan tameng. Kalau pekerjaan tidak selesai, siapa yang bertanggung jawab?” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.Tak hanya itu, MUR juga dilaporkan meminta sejumlah uang kepada perencana salah satu sekolah dan memaksa agar uang tersebut ditransfer. Tindakan ini memicu keresahan di kalangan kepala sekolah penerima bantuan.Para pendidik berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera menyelidiki dugaan penyalahgunaan kewenangan ini, agar pelaksanaan program revitalisasi sekolah tetap berjalan sesuai aturan dan transparan.
Menampilkan 20 kepada 20 dari 25 hasil