Hero Image
BUPATI SBD BUKA SUARA: KEKERASAN PEREMPUAN & ANAK MENINGKAT, KASUS “MAMA ALVIN” HARUS DIUSUT TUNTAS

Ratu Ngadu Bonnu Wulla akhirnya angkat bicara dengan nada tegas. Di depan Rumah Jabatan Bupati, Jumat (27 Maret 2026), ia mengecam keras meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terus terjadi dari tahun ke tahun di Sumba Barat Daya.Pernyataan itu bukan sekadar seremonial. Ia langsung menyinggung kasus yang kini menyita perhatian publik: kematian Damaris Ronga Milla Mesa.Menurut Bupati, dugaan kekerasan dan penganiayaan yang dialami korban sebelum dilindas mobil pada 21 Januari 2026 pukul 04.30 WITA di Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, tidak bisa dianggap sebagai kecelakaan lalu lintas biasa.“Luka-luka yang ditemukan—baik sayatan benda tajam maupun hantaman benda tumpul—sangat berbeda dengan pola kecelakaan lalu lintas,” tegasnya di hadapan awak media.Ia pun memberikan dukungan penuh kepada Polres Sumba Barat Daya untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan untuk bersembunyi di balik skenario yang kabur.Lebih jauh, Bupati menyatakan sikap tegas: autopsi harus dilakukan.Langkah ini dinilai penting untuk membuka “tirai misteri” yang selama ini menutupi kebenaran kematian korban. Dukungan tersebut sejalan dengan permintaan keluarga kandung almarhumah dari Kampung Weemaroto, Desa Nyura Lele, yang mendesak agar fakta medis diungkap secara terang.Dalam pernyataannya, Bupati juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga besar korban. Namun di balik empati itu, tersirat pesan kuat—bahwa negara tidak boleh kalah oleh ketakutan, dan kebenaran tidak boleh dikubur bersama korban.Ini bukan sekadar kasus. Ini ujian keberanian aparat, integritas hukum, dan nurani publik.

4 hari yang lalu