Hero Image
“21 Januari 2026: Jeritan yang Tak Sempat Terdengar, Misteri Luka Mama Alvin Mengguncang Wewewa Timur”

SUMBA BARAT DAYA _Tanggal 21 Januari 2026 menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan oleh keluarga dan masyarakat Wewewa Timur. Di hari itu, sebuah peristiwa yang awalnya diduga sebagai kecelakaan lalu lintas berubah menjadi luka mendalam yang menyisakan banyak tanda tanya.Damaris Ronga Milla Mesa, yang akrab disapa Mama Alvin, ditemukan pada pukul 04:30 Wita di KM 8, Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, dalam kondisi yang mengguncang hati siapa pun yang melihatnya.Saat ditemukan warga, ia masih hidup.Tubuhnya masih bergerak… tangannya terangkat… kakinya berusaha digerakkan… seolah sedang berjuang melawan rasa sakit, seolah ingin menyampaikan sesuatu yang tak sempat terucap.Namun kondisi tubuhnya berbicara lebih keras dari kata-kata.Luka di bawah dagu yang diduga akibat tusukan, wajah yang penuh bekas luka misterius, serta sayatan benda tajam di bahu kanan dan perut menjadi tanda bahwa peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa.Beberapa jam sebelumnya, pada malam 20 menuju 21 Januari 2026, Mama Alvin masih terlihat bersama ibu-ibu lainnya, “goreng kopi”, mempersiapkan kebutuhan keluarga untuk menyambut kedatangan rombongan dari Waingapu, Sumba Timur menuju Desa Dedepada Kecamatan Wewewa Timur.Namun di tengah hujan yang turun tanpa henti, sekitar pukul 02:15 Wita, keluarga di kampung Wee Maroto menerima kabar mengejutkan dari suami korban—bahwa Mama Alvin hilang dan sedang dicari. Kepanikan pun menyelimuti keluarga, sebelum akhirnya pagi membawa kabar yang jauh lebih memilukan.Kini, yang tersisa bukan hanya duka…tetapi juga misteri yang belum terpecahkan.Kasus ini tengah ditangani oleh Unit PPA Reskrim Polres Sumba Barat Daya, NTT, berdasarkan pengaduan resmi dari keluarga korban di kampung Puu Maroto, Kecamatan Wewewa Timur. Proses pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi masih terus berjalan, termasuk keluarga terdekat, demi mengungkap fakta yang sebenarnya.Desakan publik semakin menguat. Masyarakat berharap Komnas Perempuan serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia turun tangan, agar kasus ini tidak berhenti sebagai dugaan semata.Karena ini bukan sekadar peristiwa.Ini adalah luka seorang ibu.Ini adalah jeritan yang tak sempat terdengar.Dan hingga kini, 21 Januari 2026 tetap menjadi tanggal yang menyimpan satu pertanyaan besar—apa yang sebenarnya terjadi pada Mama Alvin?(Silet Sumba – Tajam Mengungkap, Menyuarakan yang Tak Terdengar) 🔥

1 minggu yang lalu