Wartawan TipikorInvestigasiNews.id Diduga Jadi Korban Penganiayaan di RSUD Reda Bolo
RSUD Redabolo, siletsumba.com - SUMBA BARAT DAYA — Kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kali ini, wartawan media online TipikorInvestigasiNews.id, Gunter Guru Ladu Meha alias Bapak Brayen, diduga menjadi korban penganiayaan di halaman RSUD Reda Bolo, Kecamatan Kota Tambolaka.
Berdasarkan dokumen undangan klarifikasi dari Kepolisian Resor Sumba Barat Daya bernomor B/231/IV/2026/SATRESKRIM tertanggal 07 Mei 2026, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 17.15 WITA.
Dalam surat tersebut, pelapor tercatat atas nama Gunter Guru Ladu Meha alias Bapak Brayen. Polisi juga telah melayangkan undangan klarifikasi kepada Stepanus Umbu Pati alias Bapak Elkris untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam proses penyelidikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalis siletsumba.com, terduga pelaku dalam kasus tersebut disebut-sebut melibatkan Asterius cs yang diduga merupakan oknum pegawai paruh waktu di RSUD Reda Bolo. Namun demikian, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum menetapkan pihak mana pun sebagai tersangka.
Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026 di Ruangan Unit Pidum Polres Sumba Barat Daya.
Kasus ini menyita perhatian karena menyangkut profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Masyarakat berharap penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan sehingga fakta sebenarnya dapat terungkap.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang disebut dalam laporan maupun dari pihak RSUD Reda Bolo terkait dugaan insiden tersebut.