Hero Image
Dituduh Memeras PMI Ester Konda, Yulita dan Mia Membantah Keras: "Itu Fitnah! Kami Siap Konfrontasi di Sumba

Dituduh Memeras PMI Ester Konda, Yulita dan Mia Membantah Keras: "Itu Fitnah! Kami Siap Konfrontasi di Sumba"​SUMBA (Silet Sumba) – Aktivis kemanusiaan, Yulita dan rekannya Mia, membantah keras tuduhan pemerasan yang dilayangkan oleh Jonius Stefanus Kila terkait kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ester Konda.​Dalam wawancara eksklusif via telepon dengan Silet Sumba, Yulita menyebut seluruh tuduhan tersebut sebagai "fitnah" dan "pencemaran nama baik" yang sengaja direkayasa untuk menjatuhkan mereka.​1. Bantahan Keras Atas Tuduhan Pemerasan​Menanggapi pernyataan Jonius Stefanus Kila bahwa "geng" Yulita meminta-minta uang kepada Ester, Yulita menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah sepeser pun meminta atau menerima uang dari Ester.​"Kalau pasal duit ini, memang satu sen pun kita tidak pernah minta, kita tidak pernah menerima," tegas Yulita.​Sebaliknya, Yulita dan Mia mengklaim bahwa merekalah yang justru mengeluarkan uang pribadi untuk membantu proses perlindungan Ester.​"Justru kitalah yang mengeluarkan duit. Untuk urusan buat paspor dekat Johor, Kak Yuli (saya) mengeluarkan duit," tambahnya.​Mia, rekan Yulita di Malaysia, menguatkan pernyataan tersebut. Ia meyakini tuduhan ini adalah "rekayasa" dan "karangan cerita" dari pihak lawan.​2. Yulita: "Bukan Kami yang Minta, Kami yang Ditawari Uang"​Fakta sebaliknya diungkap oleh Yulita. Ia mengaku justru dirinyalah yang berulang kali ditawari sejumlah uang untuk menghentikan kasus yang menjerat agensi tempat Ester bekerja.​Tawaran pertama, menurut Yulita, datang dari nomor tak dikenal yang menawarinya uang sebesar 120.000 Ringgit Malaysia (sekitar Rp 500 Juta) untuk menghentikan kasus tersebut.​Tawaran kedua datang langsung dari Elvynil (Elvi) saat bertemu di Batam. "Saya tolak mentah-mentah. Saya bilang ini demi harga diri. Biarkan proses hukum berjalan," ujar Yulita.​Yulita juga mengklarifikasi dugaan adanya uang RM5.000 yang diterima. Ia menduga uang itu diberikan oleh Elvi kepada Sofia (rekan Mia), bukan kepada dirinya, karena Sofialah yang bertemu dengan Elvi.​3. Klarifikasi Prosedur: "Kami Bertindak Sesuai Hukum"​Menjawab tuduhan bahwa ia adalah "mafia" yang tidak jelas, Yulita memaparkan bahwa seluruh tindakannya dalam membantu Ester dan PMI lainnya sudah sesuai prosedur hukum.​"Saya melaporkan ke KBRI (Kedutaan Besar RI). KBRI melaporkan kepada Polisi Diraja Malaysia. Setelah itu baru dilakukan siasat (penyelidikan)," jelasnya.​Ia menegaskan bahwa penangkapan agensi tempat Ester bekerja, yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun, adalah bukti bahwa laporannya legal dan ditindaklanjuti secara resmi oleh aparat Malaysia.​"Kalau seandainya saya tidak melalui prosedur, kenapa agensi itu bisa tertangkap?" tanyanya.​Terkait keberadaannya yang berpindah-pindah, Yulita menjelaskan bahwa ia adalah pekerja legal di Malaysia, namun juga memiliki rumah, anak, dan bisnis di Batam, sehingga wajar jika ia bolak-balik antara kedua negara.​4. Siap Konfrontasi Tatap Muka di Sumba​Sebagai penutup, Yulita dan Mia menyatakan kesiapan penuh mereka untuk datang langsung ke Sumba Barat Daya guna melakukan konfrontasi terbuka dengan semua pihak yang menuduhnya.​"Kalau mereka tidak bisa datang ke tempat kami, kami yang akan turun ke Sumba Barat Daya untuk menemui mereka. Tapi hadirkan Ester, hadirkan Elvi, dan hadirkan siapa saja yang menjemput Ester waktu di Malaysia. Kita duduk empat mata," tantang Yulita.​Yulita menegaskan bahwa ia siap dituntut dan dipenjara jika terbukti bersalah. Namun, jika semua tuduhan itu tidak terbukti, ia dan Mia akan mengambil langkah hukum untuk menuntut balik atas pencemaran nama baik.​"Bila mana dari semua pernyataan mereka tidak ada satu pun yang betul, mereka harus siap berhadapan dengan hukum," pungkasnya.​(Wartawan: Silet Sumba)

3 bulan yang lalu