Hero Image
Awal Mula Keterlibatan Kristina Bili: Mengaku Dihubungi David Frans untuk "Redam" Postingan Viral Pendeta

Kristina Bili membeberkan kronologi awal keterlibatannya dalam kasus Warga Negara Indonesia (WNI) yang viral di media sosial. Dalam wawancara dengan Silet Sumba, ia mengaku dihubungi oleh beberapa pihak, termasuk David Frans, setelah postingan "Bapak Pendeta Sumba TV" mengenai WNI yang diduga mengalami eksploitasi menjadi viral.​Menurut Kristina, postingan tersebut "sangat ramai" dan menimbulkan kepanikan di Sumba, yang berimbas pada PT. Perusahaan Jasa Tenaga Kerja legal.​"Saking ramenya postingan dari beliau, sampai akhirnya kan biasnya ke kita yang legal-legal... untuk berangkat itu semua pada ketakutan," ungkap Kristina.​Dalam situasi tersebut, ia dihubungi oleh seorang teman bersama dengan David Frans.​"Mereka komunikasi di situ, 'bagaimana, bisa tidak bantu kita?'," tutur Kristina. "Bantu biar Pak Pendeta bisa... jangan terlalu inilah... jangan terlalu posting anak-anak, tapi biasnya itu ke PT-PT yang legal."​Kristina mengaku awalnya menolak permintaan tersebut dengan alasan ia tidak mengetahui fakta sebenarnya. "Saya tidak berani. Karena bagaimana betul anak-anak di sana kan saya tidak tahu," ujarnya.​Lakukan Investigasi Sendiri​Setelah dihubungi kembali, Kristina Bili akhirnya setuju untuk terlibat dengan dua syarat utama: ia harus melakukan investigasi sendiri untuk memverifikasi kebenaran.​Syarat Pertama, ia meminta untuk melakukan video call langsung dengan para WNI yang ada dalam postingan viral tersebut, yang ia sebut berada di bawah "Ibu Ester".​"Maka semua data yang Pak Pendeta posting itu, saya minta anak-anak itu video call dengan saya," jelasnya. "Saya tanya, 'apa betul kalian tersiksa di situ?' Ya jawaban mereka semua bahwa mereka tidak mengalami hal sama seperti yang diberitakan. Entah benar atau tidak kan kita juga tidak tahu."​Syarat Kedua, Kristina meminta data dan alamat lengkap orang tua para WNI di Sumba. Ia kemudian mendatangi mereka satu per satu di berbagai lokasi, termasuk hingga ke Lamboya.​"Ternyata semua mereka terima uang, sering terima uang. Sering komunikasi," katanya, seraya menambahkan bahwa permintaan utama para orang tua kini adalah agar anak-anak mereka dipulangkan karena kadung viral.​Peran David Frans dan Uang Rp 20 Juta​Ketika ditanya mengenai peran David Frans, Kristina Bili menyebut, "Ya mereka yang memfasilitasi ejen itu. Memperkenalkan mereka ke saya."​Dalam wawancara tersebut, terungkap pula bahwa David Frans kini meminta kembali uang Rp 20 juta yang sebelumnya dikirim oleh "Ibu Ester".​"Jadi uang ini diminta kembali sama Pak David Frans," kata Kristina. "Tapi saya belum bisa memberi kembali, karena ini ada ceritanya... Saya tahan bukan untuk kepentingan pribadi, tidak."​Kristina menegaskan akan mengembalikan uang tersebut jika persoalannya sudah "clear" dan akan diserahkan "ke orang yang tepat". Ia juga mengonfirmasi bahwa uang Rp 20 juta tersebut "masih utuh, saya tidak pakai seribu rupiah pun."

3 bulan yang lalu