Duo Kajari Kupang Guncang NTT: Forum Guru NTT Sebut Mereka “Utusan Tuhan” untuk Menghancurkan Korupsi yang Menggurita
Kupang, NTT — Gelombang besar perubahan sedang bergerak di Nusa Tenggara Timur. Dua sosok Kajari Shirley Manutede, S.H., M.Hum., (Kajari Kota Kupang) dan Yupiter Selan, SH. M.Hum (Kajari Kabupaten Kupang) kini menjadi figur yang diperbincangkan publik sebagai ancaman nyata bagi para koruptor yang selama ini merasa kebal hukum. Keberanian keduanya membuat banyak pihak menilai bahwa tahun 2025 adalah tahun pemurnian institusi dan titik balik sejarah pemberantasan korupsi di NTT.Tidak berlebihan jika masyarakat menyebut mereka sebagai “duo petarung hukum” penegak hukum yang tidak bisa dibeli, tidak bisa diintervensi, dan tidak tunduk pada kekuatan politik mana pun.Forum Guru NTT: “Mereka Jawaban Doa Puluhan Tahun Rakyat yang Terluka oleh Kemiskinan dan Korupsi”Ketua Umum Forum Guru NTT, Jusup Koehoea, menyampaikan apresiasi yang sangat kuat, bahkan emosional. Ia menilai bahwa kehadiran dua Kajari ini adalah bagian dari jawaban atas jeritan panjang masyarakat NTT yang selama puluhan tahun merasa dikhianati oleh pejabat dan elit yang menggerogoti anggaran publik.“Sudah puluhan tahun masyarakat NTT berdoa dan bersujud dengan harapan agar provinsi ini keluar dari kutukan kemiskinan. Puluhan tahun juga rakyat berharap Tuhan mengutus penegak hukum yang tidak dapat dibeli. Hari ini, harapan itu tertuju pada Sherly Manutede dan Yupiter Selan. Saya yakin, mereka diutus TUHAN, Bapa di Surga,” tegas Koehoea.Pernyataan ini menggambarkan betapa dalam luka rakyat akibat korupsi, sekaligus menunjukkan besarnya ekspektasi publik terhadap integritas dua pemimpin kejaksaan tersebut.Respon langsung Kajari Kota Kupang kami terbuka berkaloborasiMelalui pesan singkat kepada Forum Guru NTT, Kajari Kota Kupang Sherly Manutede turut menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus membuka diri terhadap kemitraan sosial dalam pemberantasan korupsi.Pernyataan ini mempertegas bahwa pintu pengawasan publik terbuka lebar dan kejaksaan siap bekerja bersama masyarakat yang merindukan perubahan.Deretan Kasus yang Menggetarkan Publik: Koruptor Mulai Tak Tidur NyenyakDi bawah kepemimpinan dua Kajari ini, kasus-kasus yang selama ini dianggap “sulit disentuh” mulai dibuka. Ruang gelap korupsi mulai disinari satu per satu.Kasus-Kasus di Bawah Komando Shirley Manutede, S.H., M.Hum., (Kajari Kota Kupang)1. Kredit Bermasalah Bank NTT (2016)2. Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kota Kupang (2019–2023)3. Dugaan Korupsi Proyek Pabrik Garam & Revitalisasi Sentra IKM Garam (2019 & 2021 — Disperindag Kota Kupang)4. kasus dugaan Korupsi Poltekes Kota KupangKasus-Kasus di Bawah Komando Yupiter Selan, S. H. M. Hum (Kajari Kabupaten Kupang)1. Dugaan Gratifikasi/Korupsi Dana BOK Puskesmas se-Kabupaten Kupang (2021–2022)2. Dugaan Korupsi Dana Desa di Desa Oesusu, Kecamatan Takari (2024–2025)3. Dugaan Korupsi Hasil Penjualan 47 Ekor Sapi Desa. Desa Sahraen, Amarasi Selatan4. Dugaan Korupsi Proyek Sumur Bor, Desa Oenuntono Amabi Oefeto Timur (2019)Di berbagai daerah, isu-isu yang sebelumnya dianggap tidak tersentuh kini dibongkar tanpa kompromi. Nama-nama yang dahulu merasa kebal hukum kini mulai dipanggil, diperiksa, dan dipaksa mempertanggungjawabkan perbuatannya.Ruang gelap yang selama ini menutupi korupsi mulai retak dan para pelaku mulai kehilangan tidur.Banyak pengamat menyebut NTT memasuki “Era Kebangkitan Moral dan Hukum.”Forum Guru NTT: “Persatuan Rakyat adalah Energi Perang Melawan Korupsi”Forum Guru NTT menegaskan bahwa keberanian ini harus didampingi gerakan rakyat yang solid. “Dua Kajari tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Rakyat harus berdiri di belakang mereka. Laporkan penyimpangan, jangan takut. Jika kita bersatu, tembok gelap korupsi yang menghancurkan generasi muda NTT akan runtuh,” tegas Koehoea.Seruan Moral Penutup “Jika langkah seperti ini terus berjalan, NTT akan keluar dari lingkaran gelap korupsi yang telah membelenggu. Mari kita menjadi jalan terang dan berjalan pada jalan terhormat menuju Bapa di Surga. Daerah ini harus diselamatkan dari tangan para perusak bangsa,” tutupnya.