Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
14 October 2025 - 22:39 WITA

Misteri Luka ‘Bambu’ di Hari Nahas: Markus Kazat Terlihat di Lokasi Insiden Wee Kurra

Misteri Luka ‘Bambu’ di Hari Nahas: Markus Kazat Terlihat di Lokasi Insiden Wee Kurra
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Weri Lolo, Sumba Barat Daya, siletsumba.com - Di tengah penyelidikan atas meninggalnya Bapak Stefanus Bili Gaddi pada 13 Oktober 2025, sebuah fakta baru yang cukup janggal kini menjadi sorotan.

Seorang pria asal Desa Weri Lolo, Markus Kazat (50 tahun), dilaporkan mengalami luka robek parah dan dirawat di Puskesmas Weri Lolo pada hari yang sama dengan insiden di Wee Waira, Desa Wee Kurra.

Keterangan resmi menyebut luka tersebut terjadi “karena bambu.” Namun, pernyataan ini menimbulkan tanda tanya besar.

Keterangan Medis dan Dugaan Kejanggalan

Berdasarkan Surat Rujukan No. 1705/135/RJKN/Pusk.WL/X/2025 yang diperoleh Silet Sumba, Markus Kazat didiagnosis mengalami Vulnus Laceratum (luka robek).

Namun, bentuk luka yang cukup dalam dan lebar menimbulkan keraguan di kalangan warga. Beberapa pihak menilai luka tersebut lebih menyerupai akibat benda tajam daripada bambu biasa.

Desakan Transparansi dari Publik

Munculnya informasi ini membuat publik mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan oleh Unit Reskrim Polres Sumba Barat Daya.

Pertanyaan yang kini muncul di masyarakat antara lain:

Apakah luka Markus Kazat memiliki keterkaitan dengan insiden di Wee Kurra?

Apakah keterangan “karena bambu” sudah melalui pemeriksaan menyeluruh?

Selain itu, masyarakat juga menyoroti lemahnya pengamanan pada acara kenegaraan tanggal 10 Oktober lalu yang sempat diwarnai insiden pencabutan pilar batas, dan kini berujung pada dua peristiwa serius di wilayah tersebut.

Harapan Publik

Media Silet Sumba mengimbau pihak berwenang untuk membuka seluruh fakta secara terang, agar tidak ada spekulasi liar yang dapat memperkeruh suasana antarwarga.

Transparansi dalam kasus ini penting untuk memastikan keadilan bagi semua pihak dan mencegah konflik sosial yang lebih luas.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.