Tim Identifikasi (Inafis) Polres Sumba Barat Daya telah menyelesaikan pemeriksaan di lokasi insiden yang menewaskan Bapak Stefanus Bili Gaddi pada 13 Oktober 2025.Hasil awal pemeriksaan di lapangan dan keterangan medis mengindikasikan adanya tindak kekerasan serius yang menjadikan konflik tapal batas ini sebagai kasus pidana yang memerlukan penyelidikan mendalam.Korban, seorang ayah tiga anak, dievakuasi dengan pengawalan aparat menuju Kampung Eru Naga untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan.Tim gabungan dari Reserse Kriminal dan Inafis bekerja sama dengan tenaga medis memastikan seluruh bukti di lokasi diamankan secara prosedural.Temuan Awal dari Pemeriksaan LapanganBerdasarkan hasil awal, terdapat sejumlah indikasi yang memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar perkelahian spontan.Tim medis yang berada di lokasi, Dr. Ayer, menyampaikan bahwa pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka serius di beberapa bagian tubuh korban yang menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian.Polisi juga tengah mendalami kemungkinan jenis senjata yang digunakan serta posisi kejadian untuk menentukan kronologi pasti insiden tersebut.Aspek Kemanusiaan dan SosialUsai proses pemeriksaan lapangan, keluarga korban bersama warga mengevakuasi jasad dengan cara tradisional melewati jalur perbukitan menuju rumah duka.Momen itu meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat — menegaskan betapa pentingnya menjaga perdamaian di wilayah perbatasan yang telah lama menjadi titik sensitif.Peristiwa tragis ini menjadi refleksi serius terhadap komitmen damai yang sebelumnya telah ditandatangani oleh para pemimpin desa pada 10 Oktober 2025.Pernyataan-pernyataan provokatif serta tindakan simbolik yang terjadi dalam acara kenegaraan tersebut kini dianggap sebagai peringatan yang diabaikan oleh berbagai pihak.Desakan Publik untuk TransparansiMasyarakat mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus ini dan memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.Lebih dari itu, publik berharap hasil penyelidikan dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas mekanisme perdamaian antarwilayah.> “Kasus ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa perdamaian bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, tapi tanggung jawab moral yang dijaga setiap hari,” tulis redaksi Silet Sumba dalam pernyataan resminya.Tragedi di Wee Kurra–Weri Lolo ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran bersama untuk mencegah konflik serupa di masa mendatang.
Konflik tapal batas wilayah di Sumba Barat Daya kembali memakan korban jiwa, hanya berselang tiga hari setelah upaya penegasan oleh Pemerintah Daerah.Pada Senin, 13 Oktober 2025, sekitar pukul 11.00 WITA, seorang warga bernama Stefanus Bili Gaddi yang dikenal sebagai Bapa Jelita (Warga Desa Weekurra) ditemukan meninggal dunia di area yang disengketakan di Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat. Dugaan kuat, korban tewas akibat tindak pidana pembunuhan yang dipicu oleh masalah tapal batas.Hanya Tiga Hari Setelah Penegasan Bupati: Peristiwa tragis ini terjadi tak lama setelah Jumat, 10 Oktober 2025, di mana Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, baru saja melangsungkan penegasan tapal batas. Kenyataan bahwa konflik kembali memanas dan memakan korban setelah intervensi pemerintah menunjukkan betapa akutnya masalah ini di tingkat akar rumput.Keterangan dari Pihak Keluarga: Dalam video wawancara yang didapatkan Silet Sumba di lokasi, kerabat korban, Kristo Wirsnto Ate, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat ditemani oleh adik kandung dan keponakannya. Korban kemudian meminta keduanya untuk kembali, sementara korban sendiri melanjutkan pengejaran terhadap pihak lawan di seberang batas. Korban ditemukan tewas dengan luka parah tak lama setelah itu.Tindakan Aparat Keamanan: Pihak keamanan dari Polsek Wewewa Barat, yang dipimpin oleh Kapolsek bersama anggota, telah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Aparat saat ini sedang melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti, dan berupaya mengamankan situasi untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.Kami menghimbau masyarakat untuk menahan diri, tetap tenang, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian Polres Sumba Barat Daya agar kasus ini dapat diusut tuntas dan keadilan dapat ditegakkan.Data Korban:Nama: Stefanus Bili Gaddi (alias Bapa Jelita)Tanggal Kejadian: Senin, 13 Oktober 2025, sekitar pukul 11.00 WITALokasi: Desa Weekura, Kecamatan Wewewa BaratPenyebab Dugaan: Konflik Tapal Batas(Redaksi Silet Sumba akan terus memantau dan mengabarkan perkembangan penyelidikan ini.)
Stepanus Umbu Pati