Tajam, akurat dan terpercaya.
Proses penegasan batas wilayah antara Desa Wee Kurra dan Desa Weri Lolo diwarnai aksi protes pada Jumat (10/10/2025). Sejumlah warga Desa Werilolo Kecamatan Wewewa Selatan yang tidak terima dengan keputusan tersebut terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan saat Bupati bersama tim gabungan hendak melakukan pemasangan pilar batas.Berdasarkan pantauan dan rekaman video langsung oleh jurnalis Siletsumba.com di lokasi, suasana yang semula kondusif berubah menjadi tegang. Terlihat beberapa warga berteriak histeris dan berusaha menghalangi petugas yang akan menanam patok batas."Boleh batas, tapi jangan tanam pilar!" teriak salah seorang warga di tengah kerumunan, menunjukkan penolakan terhadap tindakan fisik penandaan batas di atas tanah yang mereka klaim sebagai milik mereka.Aparat kepolisian dari satuan berseragam taktis dan anggota TNI yang berjaga di lokasi segera bertindak untuk mengamankan situasi. Beberapa warga yang dianggap sebagai provokator terlihat diamankan dan ditenangkan oleh petugas untuk mencegah eskalasi kericuhan.Insiden ini terjadi setelah acara seremonial dan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla Ngadu Bonnu.Kericuhan ini menunjukkan bahwa meskipun kesepakatan telah dicapai di tingkat elit desa dan pemerintahan, penolakan dari sebagian warga di tingkat akar rumput masih menjadi tantangan serius dalam penyelesaian sengketa ini. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dalam penanganan aparat keamanan.
Menampilkan 10 kepada 10 dari 15 hasil