Hero Image
Dugaan Penipuan Jual Beli Tanah Dilaporkan ke Polres Sumba Barat Daya NTT

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dalam jual beli tanah dilaporkan ke Polres Sumba Barat Daya (SBD). Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/268/11/2025 SPKT POLRES Sumba Barat Daya Polda Nusa Tenggara Timur.Menurut Yubilate Piter Pandango, kuasa hukum korban, kejadian bermula ketika Johanis Umbu Deta memberikan kuasa kepada korban untuk menjual tanah di Desa Tanjung Karoso pada tahun 2024. Korban dijanjikan menerima hasil penjualan tanah sebesar Rp 10 miliar dari pembeli bernama King Kevin.Setelah korban menandatangani penyerahan uang di notaris, uang sebesar Rp 9,5 miliar diduga diambil kembali oleh Johanis Umbu Deta bersama istri seorang oknum anggota Brimob. Korban hanya menerima Rp 500 juta dari hasil penjualan tanah tersebut, sebagaimana disampaikan kuasa hukum korban.

3 bulan yang lalu
Hero Image
KONFRENSI PERS Ibu Carolina Louru Anggota DPRD SBD Yang di PAW Oleh PARTAI NASDEM

Salam hormat dan salam sejahtera untuk kita semua.Pertama-tama, atas nama pribadi, suami, dan anak-anak, saya menyampaikan limpah terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumba Barat Daya yang telah memberikan kepercayaan besar kepada saya untuk duduk sebagai Anggota DPRD. Kepercayaan itu adalah kehormatan sekaligus amanah yang saya jaga dengan sepenuh hati.Namun perjalanan saya sebagai wakil rakyat harus terhenti melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor: 100.3.3.1/1030/PEMKES, yang menetapkan pemberhentian saya dan pengangkatan Saudara Lende Bulu.Saudara- saudari sekalian, bukan hal mudah bagi saya dan keluarga menerima kenyataan ini. Bukan karena saya kehilangan kedudukan, tetapi karena saya merasa masyarakat yang telah menitipkan suaranya kepada saya layak mendapatkan penjelasan, layak mendapatkan penghormatan, dan layak mendapatkan permohonan maaf dari hati yang paling dalam.Maka melalui konferensi pers ini, saya beserta keluarga menyampaikan permohonan maaf sebesar–besarnya kepada seluruh masyarakat Sumba Barat Daya—lebih khusus kepada masyarakat dapil II Wewewa Timur, Wewewa Utara dan Wewewa Tengah yang sudah mempercayakan suara, waktu, tenaga, dan harapan kepada saya pada pemilihan legislatif yang lalu.Izinkan saya menyampaikan satu hal yang tetap saya pegang teguh:Kesetiaan yang pernah kita bangun tidak pernah saya lepaskan.Kesetiaan itu seperti benih yang pernah kita tanam bersama:hari ini mungkin tidak tampak, mungkin tertutup oleh tanah kesedihan atau kekecewaan…tetapi saya percaya benih itu tetap hidup, akan bertunas, akan tumbuh, dan pada waktunya akan mekar menjadi bunga dengan aroma yang tetap wangi—aroma perjuangan, kejujuran, dan keteguhan hati.Hadirin yang saya hormati,Saya dan keluarga tidak memiliki kekuasaan apapun.Kami tidak punya jabatan, tidak punya kekuatan politik, tidak punya ruang untuk membela diri secara besar-besaran.Tetapi satu hal yang kami miliki—dan tidak bisa direbut oleh siapapun—adalah iman.Karena itu, kami membawa seluruh persoalan ini kepada Yang Maha Kuasa, kepada Bapa di Surga, tempat di mana keadilan tidak bisa dimanipulasi, dan kebenaran tidak bisa disembunyikan.Biarlah Tuhan sendiri yang bekerja.Biarlah Tuhan sendiri yang membuka jalan.Dan biarlah apa yang hari ini tampak sebagai akhir, menjadi awal dari rencana yang lebih besar.Terima kasih kepada semua pihak yang tetap mendoakan, mendukung, dan berdiri bersama kami.Kesetiaan kalian adalah kekuatan kami.Salam hormat,Carolina Louro sekeluarga.🙏

3 bulan yang lalu
Hero Image
IPAL Puskesmas di SBD Mangkrak, Dana Miliaran Rupiah Terbuang?

Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dua Puskesmas di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah. IPAL yang dibangun di Puskesmas Waimangura dan Puskesmas Radamata sejak tahun 2019 tersebut terbengkalai dan mangkrak.Menurut Elisabeth, petugas Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Waimangura, tujuan pembangunan IPAL adalah untuk mengelola air limbah. Air limbah yang diolah seharusnya diuji di laboratorium sebelum dimanfaatkan. Namun, kenyataannya IPAL tersebut belum pernah digunakan secara optimal, hanya dilakukan uji coba sekali setelah pembangunan.Permasalahan yang ditemukan antara lain pipa bocor dan daya listrik yang tidak memadai untuk operasional. Selain itu, IPAL yang dibangun tidak memiliki meteran listrik khusus. Kasus ini menjadi sorotan karena potensi kerugian negara dan manfaat IPAL yang tidak dirasakan masyarakat. Pihak terkait diharapkan segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan ini.```

3 bulan yang lalu
Hero Image
Proyek Puskesmas Radamata Mangkrak, Anggaran Terbuang?

Proyek pembangunan gedung berlantai dua di Puskesmas Radamata, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mangkrak. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait kelanjutan pembangunan dan pemanfaatan fasilitas kesehatan tersebut.Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa bangunan yang berada di bagian belakang Puskesmas Radamata tersebut belum dilengkapi plafon. Meskipun demikian, dua ruangan di lantai bawah bangunan sudah ditempati oleh pegawai puskesmas. Keadaan ini memicu kekhawatiran akan dampak buruk terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang seharusnya diberikan.Upaya konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Radamata melalui sambungan telepon dan aplikasi WhatsApp pada hari Sabtu, 22 November 2025, belum membuahkan hasil. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab terhentinya proyek ini dan memastikan pertanggungjawaban pihak-pihak terkait.

3 bulan yang lalu
Hero Image
Oknum Dokter Puskesmas Mamboro Diduga Terlibat Rekayasa Visum, Polres Sumba Barat Diminta Bertindak

Kasus dugaan rekayasa hasil visum et repertum mencuat di Puskesmas Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah. Seorang oknum dokter berinisial RAP diduga melakukan rekayasa terhadap hasil visum lima orang korban kekerasan yang terjadi pada tanggal 27 September 2025. Dugaan rekayasa ini terungkap saat proses penyidikan di Polres Sumba Barat.Menurut Indah Prasetya, pengacara dari suku Moritana yang mendampingi para korban, dugaan rekayasa meliputi perbedaan signifikan antara luka yang dialami korban dengan hasil visum. "Saya sangat kaget dan kecewa ketika melihat hasil visum tersebut di ruang Penyidik RESKRIM POLRES Sumba Barat pada hari Kamis tanggal 20 November 2025," ungkap Indah. Ia menambahkan, rata-rata luka yang tertera dalam visum hanya disebutkan di bagian kaki dan lutut, serta usia parah korban diduga direkayasa.Indah Prasetya menyatakan akan melaporkan oknum dokter tersebut ke Kepala Dinas Kesehatan Sumba Tengah dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ia menuding dokter RAP telah melanggar sumpah dan profesinya karena hasil visum et repertum yang dikeluarkan dianggap cacat formil. Kelima korban tersebut diketahui mengalami luka akibat sabetan parang, pukulan tangan kosong, lemparan batu, dan pukulan kayu balok.```

3 bulan yang lalu
Hero Image
Calon Penerima Bansos Ngamuk: Petugas PKH Nyaris Dicekik, Diduga Gelapkan Hak Warga!

Penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu 22 November 2025, berubah jadi drama panas penuh emosi. Bukan lagi antrean sabar—tapi ledakan amarah rakyat!Seorang calon penerima Bansos tak lagi bisa menahan diri. Dengan wajah penuh emosi, ia mencekik leher Isto Kodi, petugas Penyaluran Bansos PKH, karena diduga menggelapkan hak bantuan miliknya.Menurut teriakan histeris warga tersebut: “KENAPA KAU GELAPKAN HAK SAYA?!”Sambil memelintir kerah baju sang petugas, amarahnya meluap seperti tabung gas bocor kena api.Aksi spontan itu bikin situasi kacau. Riuh, gaduh, dan penuh ketakutan. Bahkan calon penerima Bansos PKH lain yang belum sempat terima bantuan langsung kabur terbirit-birit, takut ikut terseret dalam amukan massa.Sampai berita ini diturunkan, Media belum berhasil mengidentifikasi wanita calon penerima bansos tersebut, namun peristiwa ini jadi alarm keras: ada apa dengan distribusi bantuan di Kodi Bangedo?BLT seharusnya jadi solusi ekonomi rakyat kecil—bukan pemicu cekikan dan emosi tingkat dewa.Publik kini menunggu jawaban:Kesalahan sistem?Oknum bermain?Atau rakyat terlalu lama menunggu hak mereka sampai kesabaran habis?Yang jelas: ketidakadilan sosial hari ini bukan sekadar keluhan — tapi sudah berubah jadi cekikan di ruang publik.

3 bulan yang lalu
Hero Image
Pengacara Ibu Indah Prasetya Bongkar Kejanggalan Visum Puskesmas Mananga: Umur Ditukar, Luka Punggung Ditulis di Kaki

Penanganan kasus penyerangan terhadap warga Suku Muritana di Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Barat, memasuki babak baru yang mengejutkan. Pengacara korban, Ibu Indah Prasetya, S.H.,MH, mengungkap adanya dugaan fatal terkait hasil Visum et Repertum yang dikeluarkan oleh Puskesmas Mananga Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah.​Ditemui di Markas Polres Sumba Barat usai mendampingi pemeriksaan saksi dan korban, Ibu Indah Prasetya meluapkan kekecewaannya. Ia menilai alat bukti surat berupa visum tersebut "cacat formil" dan terindikasi hasil salin tempel (copy paste), karena tidak sesuai dengan kondisi fisik maupun identitas para korban.​Data Korban Kacau Balau Ibu Indah membeberkan temuan tim hukumnya di mana terdapat ketidaksesuaian data yang mencolok. Salah satunya adalah kesalahan penulisan usia korban yang sangat jauh dari fakta.​"Saya kecewa ternyata visumnya cacat formil. Identitas tidak sesuai, sepertinya hanya copy paste. Ada korban umur 23 tahun ditulis 47 tahun. Ada yang 46 tahun ditulis 53 tahun. Bagaimana mungkin dokumen medis resmi bisa seceroboh ini?" tegas Ibu Indah Prasetya dengan nada tinggi.​Tak hanya identitas, diagnosa luka pun dinilai tidak akurat. Ibu Indah Prasetya mencontohkan salah satu korban yang mengalami hantaman balok di punggung hingga telinga berdengung (gangguan pendengaran), namun dalam visum justru tertulis luka di kaki.​"Korban dipukul di punggung dan kepala, tapi visum menyebut di kaki. Ini fatal bagi pembuktian hukum. Saat kejadian yang memeriksa perawat, tidak ada dokter, tapi hasil keluar atas nama dokter. Saya mohon pertanggungjawaban Dokter Puskesmas Mananga, Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah" lanjutnya.​Polisi Jadwalkan Panggil Dokter, ​merespons protes keras dari kuasa hukum, penyidik Satreskrim Polres Sumba Barat bertindak cepat. Ibu Indah Prasetya mengapresiasi langkah penyidik yang langsung menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap dokter dan tenaga medis Puskesmas Mananga Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah pada Sabtu besok untuk klarifikasi.​Diketahui, kasus yang terjadi pada 27 September 2025 ini telah resmi ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan pada 17 November lalu.​Buru 4 Terduga Dalang, ​Selain masalah visum, ibu Indah Prasetya menegaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan data mengenai para pelaku. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, aksi penyerangan yang melibatkan 60 hingga 70 orang tersebut diduga digerakkan oleh empat aktor intelektual. dan ​"Sudah mengerucut pada empat inisial: ND, UG, DD, dan AD. Mereka ini warga lokal yang dikenal korban, sementara massa penyerang lainnyadidatangkan dari luar. Kami minta Polisi segera menangkap para provokator ini," pungkas Ibu Indah.​Pihak korban berharap, dengan diluruskannya hasil visum dan pemeriksaan intensif ini, keadilan bagi warga Suku Muritana yang menjadi korban kekerasan saat memagar lahan mereka dapat segera terwujud.

3 bulan yang lalu
Hero Image
Oknum Petrus Bulu Kali Melanggar Surat Pernyataan yang dibuat Tahun 2022 di POLSEK Wewewa Barat

Warga Desa Weekombak, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, mengeluhkan adanya dugaan penghalangan pembangunan rumah seorang janda bernama Yustina Dabi Ate. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 21 November 2025, saat sejumlah tukang dan keluarga berupaya memperbaiki rumah Yustina yang kondisinya dilaporkan rusak parah.Menurut keterangan Yustina Dabi Ate kepada siletsumba.com, seorang pria bernama Petrus Bulu Kali mendatangi lokasi dan berteriak-teriak melarang pengerjaan rumahnya. "Rumah saya bersama anak-anak saya sudah rusak parah, apalagi sudah masuk musim hujan. Karena rumah tersebut sudah tidak layak ditempati," ujarnya.Akibat kejadian tersebut, para tukang dan keluarga terpaksa menghentikan pekerjaan untuk menghindari konflik lebih lanjut. Yustina berharap pihak-pihak terkait dapat membantu menyelesaikan masalah ini, mengingat dugaan penghalangan pembangunan rumahnya oleh oknum Petrus Bulu Kali telah terjadi berulang kali.```

3 bulan yang lalu
Hero Image
Pemasangan Meteran Listrik di Rumah Yang Tak Berpenghuni

Pemasangan meteran listrik di sebuah rumah tak berpenghuni di Desa Weekombak, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi perbincangan warga. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 13 November 2025 dan disaksikan oleh warga setempat yang kemudian mempertanyakan urgensi pemasangan tersebut.Menurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, pemasangan dilakukan malam hari oleh vendor PLN bersama seorang anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya berinisial LC. Warga tersebut juga menyebutkan bahwa pemasangan dilakukan dengan tergesa-gesa, padahal rumah tersebut sudah lama kosong dan tidak dihuni.Kejadian ini menimbulkan dugaan terkait sumber dana pemasangan meteran, yang mengarah pada kemungkinan penggunaan APBD II atau dana aspirasi dewan. Warga berharap pihak berwenang dapat melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam proses pengadaan dan pemasangan meteran listrik tersebut, mengingat masih banyak warga yang lebih membutuhkan.```

3 bulan yang lalu
Hero Image
Gedung Mangkrak di Jadikan Museum Untuk Main Kartu

Gedung Mangkrak di Puskesmas Waimangura Diduga Jadi Tempat Main KartuSebuah bangunan mangkrak di Desa Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, menjadi sorotan warga. Bangunan yang terletak di belakang Puskesmas Waimangura tersebut, berdasarkan penelusuran media, diduga digunakan sebagai tempat bermain kartu.Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa bangunan berlantai dua tersebut tampak terbengkalai. Kondisinya belum selesai, dengan plafon belum terpasang dan hanya rangka baja ringan yang terlihat. Bagian dalam gedung juga dipenuhi dedaunan kering.Awak media telah berupaya mengkonfirmasi Kepala Puskesmas Waimangura terkait status dan tujuan pembangunan gedung tersebut. Namun, hingga saat ini, belum diperoleh informasi resmi mengenai kontraktor pelaksana maupun alasan mangkraknya pembangunan.

3 bulan yang lalu