Hero Image
Waspada Penipuan! Oknum Catut Nama Tim Penanganan Kasus TPPO 'Agen Ester', Sumba TV Rilis Peringatan

Platform media Sumba TV mengeluarkan peringatan keras menyusul adanya laporan oknum tidak bertanggung jawab yang mencatut nama tim penanganan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sindikat 'Agen mam Ester warga negara Malaysia' untuk meminta sejumlah uang. Peringatan ini disampaikan melalui sebuah postingan di akun Facebook resmi Sumba TV pada Rabu (22/10/2025), mengutip pernyataan dari Yulita Sriyanti, pelapor kunci kasus tersebut.​Dalam postingan itu, ditegaskan bahwa Yulita Sriyanti maupun tim yang bekerja sama dengannya, termasuk Sumba TV sebagai media yang aktif mengawal kasus ini, tidak pernah meminta imbalan finansial dalam bentuk apapun kepada siapapun. Muncul dugaan oknum tertentu mencoba memanfaatkan situasi untuk menipu pihak-pihak terkait agar Yulita "bungkam" mengenai kasus yang melibatkan puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumba di Malaysia itu.​"Saya mengendus ada pihak-pihak yg mengatasnamakan tim saya utk meminta sejumlah uang agar saya bungkam mengenai kasus perdagangan orang yg melibatkan geng Ester di Malaysia," demikian kutipan pernyataan yang diunggah Sumba TV. "Melalui postingan ini saya perlu tegaskan bahwa saya tidak pernah meminta uang kepada siapa pun atau melalui siapa pun."​Postingan tersebut juga menekankan agar masyarakat berhati-hati dan tidak mudah percaya. Jika ada pihak yang menjadi korban penipuan dengan mengirimkan uang kepada oknum yang mencatut nama Yulita atau timnya, hal itu menjadi risiko pribadi.​"Jika ada yang sudah menjadi korban dengan mengirimkan uang kepada orang yang menggunakan nama saya maka itu resiko anda. Seharusnya anda menanyakan kepada saya secara langsung untuk mengkonfirmasi mengenai permintaan tsb," lanjut pernyataan itu.​Sebagai langkah pencegahan, Sumba TV melalui postingan tersebut menghimbau siapa saja yang menerima permintaan uang mencurigakan yang mengatasnamakan tim penanganan kasus 'Agen Ester' untuk segera melakukan konfirmasi langsung.​"Oleh karenanya saya menghimbau kepada teman-teman, jika ada yang mengatasnamakan tim saya untuk meminta sejumlah uang maka segeralah bertanya kepada saya secara langsung via inbox SUMBA TV," tutup himbauan tersebut.​Peringatan ini menjadi penting mengingat kasus TPPO sindikat 'Agen Mam Ester warga negara Malaysia' tengah menjadi sorotan publik, terutama di Sumba. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi silang terhadap segala bentuk permintaan bantuan finansial yang mengatasnamakan pihak-pihak yang terlibat dalam advokasi kasus kemanusiaan ini. (Tim Redaksi)

3 bulan yang lalu
Hero Image
Unggahan Wartawan Silet Sumba Soal Dugaan Provokasi di Desa Werilolo Picu Pro dan Kontra Warganet

Unggahan Facebook oleh salah satu wartawan Media Silet Sumba, Stepanus Umbu Pati, mengenai dugaan insiden pencabutan pilar di Desa Werilolo, Sumba Barat Daya (SBD), telah memicu reaksi pro dan kontra yang tajam di kalangan warganet.​Dalam postingannya, Stepanus menuding seorang oknum berinisial PUA sebagai "provokator dan aktor" yang menghasut pencabutan pilar pada Jumat (10/10/2025). Insiden itu, menurutnya, terjadi tak lama setelah pilar ditanam oleh Bupati SBD dan jajaran FORKOPIMDA.​Stepanus juga mengklaim dirinya "diintimidasi secara langsung" saat melakukan peliputan di lokasi.​Postingan tersebut segera dibanjiri komentar yang terbelah menjadi dua kubu.​Di satu sisi, sejumlah warganet melontarkan kritik keras terhadap profesionalisme dan etika Stepanus. Pengguna akun Milla Sisilia mempertanyakan hak Stepanus memposting foto orang lain tanpa izin dan menyinggung potensi pelanggaran UU ITE.​"Hati hati kau stepanus umbu pati... Kau tidak punya hak untuk posting foto org... itu uu ITE," tulis Milla. Kritik senada datang dari akun Petter Lunu yang berkomentar, "Wartawan yg profesional tdk akan posting di medsos..."​Di sisi lain, tidak sedikit warganet yang memberikan dukungan penuh terhadap Stepanus. Pengguna akun Rudi Hartono menulis, "Lanjutkan... Oknum2 provokator segera di tangkap". Dukungan juga datang dari Gidion W Kote yang memberi semangat, "Lanjut bro... Jgn takut... Kebenaran pasti terungkap..."​Dalam balasan komentarnya, Stepanus Umbu Pati tetap pada pendiriannya, menyatakan bahwa apa yang ia sampaikan adalah "fakta lapangan". Ia menegaskan bahwa ia memiliki bukti kuat atas laporannya.​"Saya punya bukti video dan foto..saya posting supaya publik tau," tulis Stepanus menanggapi salah satu komentar.​Menanggapi dinamika yang berkembang di ruang publik ini, Redaksi Silet Sumba memandang serius masukan, kritik, serta dukungan dari masyarakat. Redaksi berkomitmen untuk menjunjung tinggi profesionalisme dan Kode Etik Jurnalistik dalam setiap peliputan.

3 bulan yang lalu
Hero Image
Jaminan Keamanan di Weekurra: Kapolsek dan Tokoh Agama Gaungkan Perdamaian dan Kepastian Hukum

Dalam upaya menjaga ketenangan dan stabilitas wilayah pasca-peristiwa duka yang menimpa almarhum Stefanus Bili Gaddi, sinergi antara Kepolisian dan tokoh agama menjadi sorotan utama di Desa Weekurra, Kecamatan Wewewa Barat. Kapolsek Wewewa Barat, Ipda Elfridus Iku Arem, S.Sos., bersama Pdt. Frederick Yosua Manase Ranzi, S.Th, yang mewakili keluarga, menegaskan komitmen untuk menyelesaikan kasus melalui jalur hukum yang damai.​Dalam rekaman eksklusif yang direkam langsung oleh Silet Sumba di lokasi duka pada Kamis (16/10/2025), kedua tokoh tersebut terlihat berdialog intens, menanggapi kekhawatiran masyarakat.​Fokus Keluarga pada Keadilan Hukum​Pdt. Frederick Yosua Manase Ranzi, S. Th menyampaikan jaminan dari keluarga korban kepada pihak kepolisian, menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengambil tindakan di luar koridor hukum.​"Saya jamin, dari awal kejadian sampai hari ini, kami memilih untuk tidak melakukan aksi balasan. Kami percaya pada proses hukum dan hanya meminta dukungan doa," ujar Pendeta Manase. Ia menambahkan bahwa keputusasaan tidak akan merasuki hati, karena keluarga berpegang teguh pada nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.​Komitmen keluarga ini diperkuat dengan fakta bahwa sebagian kerabat almarhum adalah pelayan gereja, yang menjadi dasar kuat bagi keputusan mereka untuk menjauhi kekerasan dan mempercayakan segala sesuatunya kepada Tuhan dan hukum.​Apresiasi Kepolisian dan Janji Pengusutan Tuntas​Menyambut baik sikap keluarga yang kooperatif, Kapolsek Ipda Elfridus Iku Arem, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi dan menegaskan kembali tugas aparat.​"Kepercayaan dari keluarga ini sangat kami hargai. Saya tegaskan, kasus ini sudah di tangan kami dan akan kami proses hukumnya dengan baik dan tuntas," janji Kapolsek.​IPDA Elfridus Iku Arem, S.Sos mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh upaya penegakan hukum dan menjaga suasana tetap kondusif. "Mari kita serahkan sepenuhnya kepada kami. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan situasi aman, agar tugas kepolisian berjalan maksimal," tutupnya.​Sinergi yang ditunjukkan oleh Kapolsek, didukung penuh oleh Bapak Camat Benyamin Kaba dan Babinsa Sertu Petrus Lalo, serta tokoh-tokoh agama, berhasil menjadi jangkar perdamaian yang vital di tengah duka masyarakat Desa Weekurra.

3 bulan yang lalu
Hero Image
Diduga Lakukan Tindak Pencabulan, Polres Sumba Barat Daya Tetapkan Pria Berinisial YURP Sebagai Tersangka

14 Oktober 2025 - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumba Barat Daya (SBD) secara resmi menetapkan seorang pria berinisial YURP (25) tahun, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencabulan. Penetapan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Sumba Barat Daya.​Dalam keterangan resminya, pihak kepolisian yang diwakili oleh Kasat Reskrim menjelaskan bahwa penanganan kasus ini dimulai setelah adanya laporan dari korban. Penyidik kemudian memanggil KR sebanyak dua kali, di mana panggilan pertama berstatus sebagai saksi.​"Setelah kami dalami keterangan para saksi, keterangan terduga pelaku, dan dikaitkan dengan barang bukti termasuk hasil visum, status KR kami naikkan menjadi tersangka," ujar Kasat Reskrim.​Tersangka KR resmi ditahan pada tanggal 9 Oktober setelah menjalani pemeriksaan dan dinilai memenuhi unsur untuk dilakukan penahanan.​Motif Dipicu Minuman Keras​Menurut pengakuan tersangka kepada penyidik, perbuatan tidak terpuji tersebut dilakukan di bawah pengaruh minuman keras (miras).​"Motifnya adalah konsumsi miras. Pelaku tidak dapat mengendalikan diri akibat pengaruh miras dan adanya dorongan gairah nafsu hingga akhirnya melakukan perbuatan itu," jelas Kasat Reskrim.​Barang Bukti Diamankan, Terancam 9 Tahun Penjara​Dalam konferensi pers, polisi menunjukkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain:​Pakaian dalam dan celana pendek milik korban.​Pakaian yang dikenakan tersangka saat kejadian.​Salinan (screenshot) percakapan dari telepon genggam.​Atas perbuatannya, tersangka YURP (25) tahun dijerat dengan pasal berlapis. Polisi menerapkan Pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara, dan/atau Pasal 290 KUHP tentang perbuatan cabul terhadap orang yang tidak sadarkan diri atau tidak berdaya, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.​Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan dan tidak akan mengakomodir upaya damai atau mediasi untuk kasus asusila seperti ini. Tersangka YURP saat ini mendekam di ruang tahanan Polres Sumba Barat Daya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

3 bulan yang lalu
Hero Image
Situasi Mencekam di Tapal Batas Wee Kurra, Satu Warga Meninggal Dunia

Konflik tapal batas wilayah di Sumba Barat Daya kembali memakan korban jiwa, hanya berselang tiga hari setelah upaya penegasan oleh Pemerintah Daerah.Pada Senin, 13 Oktober 2025, sekitar pukul 11.00 WITA, seorang warga bernama Stefanus Bili Gaddi yang dikenal sebagai Bapa Jelita (Warga Desa Weekurra) ditemukan meninggal dunia di area yang disengketakan di Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat. Dugaan kuat, korban tewas akibat tindak pidana pembunuhan yang dipicu oleh masalah tapal batas.Hanya Tiga Hari Setelah Penegasan Bupati: Peristiwa tragis ini terjadi tak lama setelah Jumat, 10 Oktober 2025, di mana Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, baru saja melangsungkan penegasan tapal batas. Kenyataan bahwa konflik kembali memanas dan memakan korban setelah intervensi pemerintah menunjukkan betapa akutnya masalah ini di tingkat akar rumput.Keterangan dari Pihak Keluarga: Dalam video wawancara yang didapatkan Silet Sumba di lokasi, kerabat korban, Kristo Wirsnto Ate, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat ditemani oleh adik kandung dan keponakannya. Korban kemudian meminta keduanya untuk kembali, sementara korban sendiri melanjutkan pengejaran terhadap pihak lawan di seberang batas. Korban ditemukan tewas dengan luka parah tak lama setelah itu.Tindakan Aparat Keamanan: Pihak keamanan dari Polsek Wewewa Barat, yang dipimpin oleh Kapolsek bersama anggota, telah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Aparat saat ini sedang melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti, dan berupaya mengamankan situasi untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.Kami menghimbau masyarakat untuk menahan diri, tetap tenang, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian Polres Sumba Barat Daya agar kasus ini dapat diusut tuntas dan keadilan dapat ditegakkan.Data Korban:Nama: Stefanus Bili Gaddi (alias Bapa Jelita)Tanggal Kejadian: Senin, 13 Oktober 2025, sekitar pukul 11.00 WITALokasi: Desa Weekura, Kecamatan Wewewa BaratPenyebab Dugaan: Konflik Tapal Batas(Redaksi Silet Sumba akan terus memantau dan mengabarkan perkembangan penyelidikan ini.)

3 bulan yang lalu
Hero Image
MIRIS! SDN Potto Katillu di Sumba Barat Daya Terancam Ambruk, Siswa Belajar di Bawah Atap Rusak

Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Potto Katillu di Desa Lolo Ole, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), saat ini berada dalam keadaan yang sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan. Sebagian besar bangunan sekolah mengalami kerusakan parah, menjadikannya sebuah sekolah darurat yang membahayakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).Dari hasil pantauan langsung dan rekaman video eksklusif jurnalis Silet Sumba, kerusakan terlihat jelas pada atap sekolah yang sudah berlubang, dinding-dinding yang retak, dan plafon yang telah lapuk hingga nyaris ambruk.Kepala Sekolah SDN Potto Katillu, Ibu Florida Bulu, dalam wawancara, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama. Kerusakan parah yang menimpa fasilitas umum, seperti aula sekolah, membuatnya tidak bisa digunakan sama sekali.“Lihat saja sendiri kondisinya. Atapnya sudah bocor, apalagi saat hujan kami sangat khawatir. Bahkan untuk aula yang seharusnya digunakan untuk rapat, juga sudah tidak bisa dipakai karena sudah rusak parah,” ujar Ibu Florida dengan nada prihatin.Meskipun harus berjuang di tengah ancaman bahaya, Ibu Florida memastikan bahwa proses KBM tetap dilakukan setiap hari. Para siswa yang mengenakan seragam cokelat-kuning terlihat tetap semangat belajar di lingkungan sekolah yang seadanya, menunjukkan komitmen mereka pada pendidikan.Pihak sekolah berharap Pemerintah Daerah Kabupaten SBD segera mengambil langkah cepat untuk merehabilitasi total bangunan SDN Potto Katillu.

3 bulan yang lalu
Hero Image
Anggota DPRD Lukas Camma Angkat Bicara: "Hentikan Isu Wilayah, Ada Provokator di Balik Kisruh Ini!

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumba Barat Daya, Lukas Camma, angkat bicara di tengah panasnya suasana penegasan tapal batas Desa Wee Kurra dan Weri Lolo, Jumat (10/10/2025). Ia dengan tegas meminta semua pihak untuk berhenti menyebarkan isu-isu liar terkait wilayah dan menuding adanya oknum provokator yang sengaja memperkeruh suasana.​"Tolong kami ingatkan kembali, jangan membawa isu-isu wilayah!" tegas Lukas Camma di hadapan hadirin. "Konflik ini bukan antara Wewewa Barat dan Wewewa Selatan secara keseluruhan, tapi ada pihak-pihak tertentu yang bermasalah."​Dalam kesempatan itu, Lukas juga mengklarifikasi tudingan yang menyeret namanya secara pribadi. Ia mengaku banyak mendengar rumor yang menyebut dirinya sebagai salah satu "biang keladi" dalam sengketa tersebut.​"Saya ini dituduh sebagai biang keladinya, entah dari pihak mana. Supaya diketahui, kami sebagai anggota DPRD tidak pernah, saat kami dilantik, menginstruksikan untuk merebut atau menyerang terkait lokasi ini," paparnya.​Pernyataan ini terekam oleh jurnalis Siletsumba.com yang berada langsung di lokasi. Lukas Camma secara khusus memberikan peringatan keras kepada semua pihak agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi, terutama di media sosial, mengingat sensitivitas isu sengketa lahan.​"Hati-hati mengekspos, hati-hati memuat di medsos, hati-hati menyampaikan, karena ini sangat-sangat riskan. Ini masalah wilayah," pesannya.​Ia menambahkan, isu liar yang terus berkembang telah menimbulkan kebingungan yang lebih luas, bahkan hingga ke masyarakat di wilayah lain yang tidak terkait langsung dengan sengketa tersebut. Pernyataannya ini mengisyaratkan bahwa di balik ketegangan fisik di lapangan, ada "perang" informasi dan provokasi yang sengaja dimainkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

3 bulan yang lalu
Hero Image
KETEGANGAN MEMANAS DI PERBATASAN, DIDUGA SENGKETA TAPAL BATAS DI SUMBA BARAT DAYA

Situasi mencekam dilaporkan terjadi di perbatasan antara Desa Werilolo (Kecamatan Wewewa Selatan) dan Desa Weekurra (Kecamatan Wewewa Barat) pada hari ini. Ketegangan ini dipicu oleh sengketa tapal batas wilayah yang sudah berlangsung lama.​Berdasarkan pantauan visual dari video dan foto yang beredar, puluhan hingga ratusan warga dari kedua desa terlihat berkumpul di area perbukitan yang menjadi lokasi sengketa. Beberapa di antara mereka tampak membawa senjata tradisional seperti parang, tombak, dan busur, mengindikasikan suasana yang sangat tidak kondusif.​Suara teriakan dan letupan yang diduga berasal dari tembakan juga terdengar dalam rekaman video, menambah kekhawatiran akan terjadinya bentrok fisik. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban atau kerusakan akibat insiden ini.​Pihak keamanan, termasuk kepolisian dan TNI, dilaporkan telah diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan massa dan berupaya menengahi konflik. Upaya mediasi ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi menjadi konflik yang lebih besar.​Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwajib. SiletSumba akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan pembaruan lebih lanjut.

4 bulan yang lalu
Hero Image
Mahasiswi KKN Universitas Stella Maris Jadi Korban Pelecehan Daring: Foto Telanjang Disebar di Facebook

Veronika Wolla, seorang mahasiswi KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas Stella Maris Sumba, kini berani buka suara setelah menjadi korban pelecehan daring. Didampingi oleh Kepala Desa Reda Pada, Ananias Bulu Bili S.Th., Veronika mengungkapkan kronologi kejadian kepada media Silet Sumba pada Jumat (26/9), setelah foto telanjangnya beredar di media sosial.​Menurut Veronika, kejadian ini terungkap saat adiknya, Maya, menginformasikannya bahwa ada foto tidak senonoh yang menampilkan dirinya. Foto tersebut dikirim melalui pesan dari sebuah akun Facebook dengan nama Kaka Jhee.​"Saya kaget dan langsung menangis. Saya tidak pernah buat masalah dengan siapa pun, tapi tiba-tiba foto saya disebarkan," ungkap Veronika. Ia juga menambahkan bahwa pelaku mengancam akan menyebarkan foto lain jika permintaannya untuk mentransfer sejumlah uang tidak dipenuhi.​Kepala Desa Ananias Bulu Bili S.Th. turut memberikan pernyataan tegas terkait kasus ini. Ia menjamin bahwa selama dua bulan di desa, para mahasiswa KKN selalu berperilaku baik dan fokus pada program mereka.​"Saya tegaskan, apa yang dimuat di media itu tidak dibenarkan. Itu namanya fitnah," ujar Kepala Desa. Ia juga meminta pihak berwajib untuk segera mengusut tuntas kasus ini. "Saya meminta bagi yang berwajib, baik dari Polres atau dari mana saja, untuk menelusuri dan menindaklanjuti. Orang yang bersangkutan harus diadili dan masuk ke ranah hukum. Kejadian ini sangat mengganggu anak-anak saya, hingga mereka tidak lagi fokus pada program di desa."

4 bulan yang lalu