Redaksi Silet Sumba
Penulis: Redaksi Silet Sumba
29 November 2025 - 22:44 WITA

Penumpang NAM Air Telantar di Bandara Lede Kalumbang Tambolaka, Protes Tak Ada Kompensasi dan Kejelasan Jadwal

Penumpang NAM Air Telantar di Bandara Lede Kalumbang Tambolaka, Protes Tak Ada Kompensasi dan Kejelasan Jadwal
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Tambolaka, siletsumba.com - Kekecewaan mendalam dirasakan oleh puluhan penumpang maskapai NAM Air (Sriwijaya Air Group) dengan tujuan penerbangan Denpasar. Mereka telantar di Bandara Bandara Lede Kalumbang Tambolaka setelah penerbangan dibatalkan secara sepihak tanpa adanya kompensasi yang memadai.

Berdasarkan rekaman video dan keterangan penumpang di lokasi, ketegangan memuncak ketika petugas maskapai mengumumkan pembatalan penerbangan setelah penumpang menunggu selama kurang lebih dari jam 10 pagi sampai malam hari ini.

Alasan Infrastruktur Bandara Dalam perdebatan yang terekam kamera, seorang petugas ground staff NAM Air berdalih bahwa pembatalan disebabkan oleh masalah teknis dan infrastruktur di Bandara Lede Kalumbang Tambolaka yang tidak memungkinkan pesawat untuk mendarat atau lepas landas. Petugas tersebut bahkan menyebutkan adanya aturan atau kondisi bandara yang bermasalah hingga Februari 2026.

"Ini bukan kesalahan kami, tapi dari pihak bandara. Ada kerusakan teknikal yang membuat pesawat tidak bisa masuk," ujar salah satu petugas saat dikonfrontasi penumpang.

Penumpang Merasa Dijebak Para penumpang menolak alasan tersebut dan menilai maskapai tidak transparan. Mereka mempertanyakan mengapa tiket tetap dijual jika pihak maskapai sudah mengetahui adanya kendala infrastruktur di bandara tersebut.

"Kalau memang bandara rusak atau ada aturan sampai tahun 2026, kenapa tiket dijual kepada kami? Kami merasa dirugikan dan tidak ada tanggung jawab," ungkap salah satu penumpang berinisial Bapak Evan dengan nada kecewa.

Tidak Ada Makanan dan Hotel Selain ketidakjelasan jadwal pengganti (reschedule), penumpang juga mengeluhkan tidak adanya service recovery sesuai Peraturan Menteri Perhubungan PM 89 Tahun 2015. Penumpang mengaku tidak mendapatkan kompensasi berupa makanan (snack/makan berat) maupun penginapan (hotel), padahal mereka sudah tertahan berjam-jam di bandara.

"Kami hanya diputar-putar penjelasannya. Tidak ada makanan, tidak ada hotel. Kami diminta menghubungi bandara, padahal kami beli tiket ke maskapai," tambah penumpang lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, para penumpang masih bertahan di area bandara menuntut kehadiran pimpinan cabang maskapai untuk memberikan solusi konkret, bukan sekadar alasan operasional.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.