BOHONG PUBLIK TERKUAK: Kasat Reskrim SBD ‘Kreasi Fakta’ soal Jenazah, Jurnalis Tipikor Investigasi News Jadi Korban
Sumba Barat Daya, siletsumba.com - Tuduhan Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya kepada jurnalis Tipikor Investigasi News, Pak Gunter, kini terlihat semakin rapuh. Aparat berdalih merampas paksa alat kerja pers karena diduga Pak Gunter merekam jenazah telanjang. Tapi video dari TKP justru membongkar klaim itu sebagai… dramatisasi tanpa dasar.
Fakta vs Drama Aparat
Video dari TKP di Desa Hoha Wungo Kecamatan Kodi Utara menunjukkan fakta sederhana:
- Klaim Kasat Reskrim: Jurnalis merekam jenazah telanjang.
- Fakta: Jenazah tertutup rapat dengan kain, sementara tim medis baru mulai bekerja.
Pak Gunter menegaskan, “Sangat keliru kalau ada pernyataan seperti itu.” Artinya, perampasan HP—yang melanggar UU Pers—terlihat dilakukan berdasarkan klaim yang lebih mirip rumor daripada fakta.
Ketika Kekuasaan Berusaha Menjadi Sutradara
Tindakan perampasan ponsel dan pemanggilan Pak Gunter ke Polsek menimbulkan pertanyaan: apakah aparat sedang menegakkan hukum, atau sekadar menyensor bukti yang tidak cocok dengan narasi mereka?
Jika klaim jenazah telanjang terbukti salah, dasar hukum perampasan HP otomatis batal. Pak Gunter menantang: “Data digital ada. HP saya ada! Kalau saya hapus video, pasti ketahuan.”
Redaksi Tipikor Investigasi News meminta Kapolda NTT dan Propam mengusut kasus ini, sekaligus memastikan aparat tidak lagi ‘berkreasi fakta’ untuk menakut-nakuti jurnalis.