Babinsa Wewewa Barat: "Saya Keluarga, Tapi Hukum Harus Ditegakkan"
Wee Kurra, siletsumba.com - Dalam momen yang emosional sekaligus tegas, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Wewewa Barat, Sertu Petrus Lalo, menyampaikan pesan mendalam kepada keluarga besar almarhum Stefanus Bili Gaddi. Berbicara di hadapan keluarga yang berduka, Kamis (16/10/2025), Babinsa Petrus Lalo, yang juga merupakan kerabat dari korban, meminta keluarga untuk tetap tegar dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada negara.
Berdiri di samping Kapolsek Camat, Kepala Desa Wee Kurra dan Tokoh Agama, ia mengakui hubungan kekeluargaannya dengan almarhum, namun menekankan profesionalismenya sebagai aparat TNI.
"Keluarga pasti tahu, saya ini keluarganya Bapak Petrus Gaddi, keluarganya almarhum. Benar. Tetapi dalam melaksanakan tugas, kadang-kadang tidak mengenal keluarga. Salah ya salah, benar ya benar," tegas Babinsa Petrus Lalo.
Ia secara khusus memberikan pesan kepada para pemuda di Weekurra untuk tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan masa depan. Ia mengajak mereka untuk fokus membangun hari esok yang lebih baik ketimbang terjebak dalam lingkaran dendam.
"Lakukan yang terbaik, masa depan ada di tangan Anda sendiri. Kalau Anda melakukan yang baik, maka Anda akan dapat masa depanmu. Pikir baik-baik," pesannya kepada generasi muda.
Menggemakan imbauan dari Kapolsek dan Camat, Babinsa Petrus Lalo mengingatkan kembali bahwa aksi balasan bukanlah jalan keluar dan bertentangan dengan ajaran agama. "Tuhan sudah bilang, balasan ada di tangan-Ku. Jadi, sekali lagi kami himbau untuk seluruh keluarga, mulai saat ini sampai seterusnya, lakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Tidak usah kumpul sana-sini yang dapat menimbulkan sesuatu yang tidak baik," katanya.
Pernyataan dari Babinsa Petrus Lalo yang memiliki ikatan emosional dengan korban namun tetap tegak pada prinsip hukum memberikan penguatan signifikan bagi keluarga untuk tetap tenang dan percaya pada proses yang sedang berjalan.