Dari Bali, Mahasiswa Menyalakan Solidaritas untuk Kampung Adat Yaro Wora, Sumba Barat
Denpasar, siletsumba.com - Senja di Lamboya berubah menjadi luka. Pada Jumat, 5 Desember 2025, sekitar pukul 16.00 WITA, api melahap Kampung Situs Yaro Wora, Desa Patiala Bawa, Kabupaten Sumba Barat. Puluhan rumah warga, termasuk rumah adat yang selama ini berdiri sebagai penjaga ingatan leluhur, hangus terbakar. Ratusan masyarakat kehilangan tempat bernaung, sekaligus kehilangan ruang hidup yang sarat makna sejarah dan budaya.
Kampung Situs Yaro Wora bukan sekadar kumpulan bangunan kayu dan ilalang. Ia adalah rumah bagi cerita, doa, dan identitas masyarakat adat Sumba Barat. Di sanalah nilai-nilai leluhur diwariskan, tradisi dirawat, dan kehidupan dijalani dengan kesederhanaan yang bermartabat. Kebakaran ini tidak hanya menyisakan abu, tetapi juga kesedihan mendalam atas hilangnya jejak-jejak peradaban yang dijaga turun-temurun.
Di tengah duka tersebut, solidaritas menempuh jarak. Dari Bali, Aliansi Mahasiswa menggelar aksi penggalangan dana sebagai wujud kepedulian kemanusiaan bagi para korban kebakaran Kampung Situs Yaro Wora. Aksi ini dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WITA, di sejumlah ruang publik di Bali.
Aksi kemanusiaan ini diinisiasi oleh HIMAK-Bali, KML-Bali, Praga Institute, IKMAST-Bali, GAMASTIM-Bali, dan KMK UNMAS, serta dikoordinatori oleh Koordinator Lapangan Mariobas Kamara dan Heribertus Wora Bombo
Dari aksi tersebut, aliansi mahasiswa berhasil menghimpun donasi sebesar Rp 3.679.000. Dana yang terkumpul akan disalurkan secara langsung kepada masyarakat terdampak, sebagai bentuk uluran tangan dan penguat harapan di tengah kehilangan.
Heribertus Wora Bombo menyampaikan bahwa aksi ini lahir dari kesadaran bahwa kemanusiaan tidak boleh menunggu.
“Ketika api memadamkan rumah-rumah kami, yang tersisa adalah harapan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat adat Yaro Wora tidak sendirian menghadapi duka ini. Solidaritas adalah cara kami menjaga kemanusiaan tetap hidup,” ungkapnya.
Melalui aksi ini, Aliansi Mahasiswa di Bali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kepedulian, menguatkan solidaritas, dan menjaga agar suara masyarakat adat tidak tenggelam bersama abu kebakaran.
Sebab bagi mereka, kemanusiaan bukan sekadar rasa iba, melainkan keberanian untuk hadir dan bertindak.