Jonias Killa Melawan: "Itu Skenario! Temukan Ester, Dia Bukan Saksi Kunci!"
Sumba Barat Daya, siletsumba.com - Jounius Stefanus Killa (JSK) membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam "menghilangkan" atau "melarikan" Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ester Konda. Dalam serangkaian pernyataan audio eksklusif kepada SiletSumba, Jumat (24/10/2025), JSK menegaskan bahwa narasi yang beredar adalah "skenario" yang dirancang untuk menyudutkannya.
Ia mendesak semua pihak untuk menemui Ester Konda secara langsung guna mengungkap kebenaran.
"Bahasa yang mengatakan anak ini sebagai saksi kunci, berarti anak ini sudah di-BAP. Tidak ada itu!" tegas JSK.
Menurut JSK, status "saksi kunci" mengharuskan seseorang dilindungi oleh aparat penegak hukum, bukan "dititipkan ke orang sembarangan" seperti yang dialami Ester.
Tuding Balik "Yulia", Sang Penemu Pertama
JSK menuding balik seorang perempuan bernama "Yulia" yang disebutnya sebagai orang pertama yang menemui Ester setelah kabur dari majikan di Malaysia. Menurut JSK, alih-alih membawa Ester ke KBRI atau polisi, Yulia justru "menitipkan" Ester kepada orang lain (Ibu Sofia) hingga terlunta-lunta.
"Seharusnya orang yang ketemu pertama... bawa ke kedutaan atau ke kepolisian," ujar JSK. "Tapi (dia) tidak bawa ke pemerintah, tapi bermain skenario yang cantik di balik ini," tambahnya.
JSK juga mempertanyakan motif Yulia, yang ia sebut beroperasi dari Batam namun menggunakan nomor ponsel Malaysia.
Dugaan Motif Finansial: Tuntutan 3.500 Ringgit
JSK membeberkan dugaan adanya motif finansial di balik skenario ini. Ia mengklaim Yulia sempat menuntut uang "ganti rugi" sebesar 3.500 Ringgit (sekitar Rp 11 juta) kepada Ester.
"Ada percakapan... nama Yuli ada meminta uang 3.500 Ringgit... Katanya dia punya uang keluar banyak urus ini anak... Jadi dia menuntut ganti rugi. Wah, enak sekali!" ungkap JSK.
Ini berbeda dengan Ibu Sofia, yang menampung Ester. JSK menyebut Ester secara sukarela memberikan "imbalan jasa" 5.000 Ringgit kepada Ibu Sofia karena telah menolongnya.
Kronologi Versi JSK
JSK mengklarifikasi bahwa pihaknya (bersama Ibu Elvi) baru terlibat setelah Ester Konda sendiri yang meminta tolong untuk mengurus gajinya. Ini terjadi setelah Yulia, yang awalnya berjanji membantu, diduga "menghilang".
JSK menegaskan, setelah berhasil membantu Ester dan memfasilitasi kepulangannya, mereka langsung menyerahkan Ester kepada pemerintah secara resmi.
"Kami kan serahkan ke pemerintah (BP4) setibanya di Indonesia," katanya. "Masalah siapa yang pergi ketemu, jemput, dan bawa pulang, itu seharusnya kita berterima kasih," lanjut JSK.
Kritik Media dan Penyelidikan Polisi Malaysia
JSK turut mengkritik pemberitaan Sumba TV yang ia nilai bias. Ia membandingkan pemberitaan Sumba TV yang baru ramai 1-2 bulan terakhir, dengan fakta bahwa Polisi Diraja Malaysia (PDRM) sudah menginvestigasi kasus ini selama empat bulan.
"Polisi Malaysia sudah mengejar orang-orang ini dari 4 bulan yang lalu," ujarnya, menyiratkan bahwa penangkapan pelaku TPPO adalah hasil kerja PDRM, bukan pihak lain yang kini mengklaim sebagai pahlawan.
JSK menutup pernyataannya dengan kembali mendesak agar Ester Konda segera ditemui untuk mengakhiri polemik.
"Temukan ini anak dulu untuk membuka semua benang kusut," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, SiletSumba masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Ester Konda dan pihak "Yulia" yang disebut oleh JSK. (Tim Redaksi)