Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
25 October 2025 - 01:33 WITA

Jonias Killa Melawan: "Itu Skenario! Temukan Ester, Dia Bukan Saksi Kunci!"

Jonias Killa Melawan: "Itu Skenario! Temukan Ester, Dia Bukan Saksi Kunci!"
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Sumba Barat Daya, siletsumba.com - Jounius Stefanus Killa (JSK) membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam "menghilangkan" atau "melarikan" Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ester Konda. Dalam serangkaian pernyataan audio eksklusif kepada SiletSumba, Jumat (24/10/2025), JSK menegaskan bahwa narasi yang beredar adalah "skenario" yang dirancang untuk menyudutkannya.

​Ia mendesak semua pihak untuk menemui Ester Konda secara langsung guna mengungkap kebenaran.

​"Bahasa yang mengatakan anak ini sebagai saksi kunci, berarti anak ini sudah di-BAP. Tidak ada itu!" tegas JSK.

​Menurut JSK, status "saksi kunci" mengharuskan seseorang dilindungi oleh aparat penegak hukum, bukan "dititipkan ke orang sembarangan" seperti yang dialami Ester.

​Tuding Balik "Yulia", Sang Penemu Pertama

​JSK menuding balik seorang perempuan bernama "Yulia" yang disebutnya sebagai orang pertama yang menemui Ester setelah kabur dari majikan di Malaysia. Menurut JSK, alih-alih membawa Ester ke KBRI atau polisi, Yulia justru "menitipkan" Ester kepada orang lain (Ibu Sofia) hingga terlunta-lunta.

​"Seharusnya orang yang ketemu pertama... bawa ke kedutaan atau ke kepolisian," ujar JSK. "Tapi (dia) tidak bawa ke pemerintah, tapi bermain skenario yang cantik di balik ini," tambahnya.

​JSK juga mempertanyakan motif Yulia, yang ia sebut beroperasi dari Batam namun menggunakan nomor ponsel Malaysia.

​Dugaan Motif Finansial: Tuntutan 3.500 Ringgit

​JSK membeberkan dugaan adanya motif finansial di balik skenario ini. Ia mengklaim Yulia sempat menuntut uang "ganti rugi" sebesar 3.500 Ringgit (sekitar Rp 11 juta) kepada Ester.

​"Ada percakapan... nama Yuli ada meminta uang 3.500 Ringgit... Katanya dia punya uang keluar banyak urus ini anak... Jadi dia menuntut ganti rugi. Wah, enak sekali!" ungkap JSK.

​Ini berbeda dengan Ibu Sofia, yang menampung Ester. JSK menyebut Ester secara sukarela memberikan "imbalan jasa" 5.000 Ringgit kepada Ibu Sofia karena telah menolongnya.

​Kronologi Versi JSK

​JSK mengklarifikasi bahwa pihaknya (bersama Ibu Elvi) baru terlibat setelah Ester Konda sendiri yang meminta tolong untuk mengurus gajinya. Ini terjadi setelah Yulia, yang awalnya berjanji membantu, diduga "menghilang".

​JSK menegaskan, setelah berhasil membantu Ester dan memfasilitasi kepulangannya, mereka langsung menyerahkan Ester kepada pemerintah secara resmi.

​"Kami kan serahkan ke pemerintah (BP4) setibanya di Indonesia," katanya. "Masalah siapa yang pergi ketemu, jemput, dan bawa pulang, itu seharusnya kita berterima kasih," lanjut JSK.

​Kritik Media dan Penyelidikan Polisi Malaysia

​JSK turut mengkritik pemberitaan Sumba TV yang ia nilai bias. Ia membandingkan pemberitaan Sumba TV yang baru ramai 1-2 bulan terakhir, dengan fakta bahwa Polisi Diraja Malaysia (PDRM) sudah menginvestigasi kasus ini selama empat bulan.

​"Polisi Malaysia sudah mengejar orang-orang ini dari 4 bulan yang lalu," ujarnya, menyiratkan bahwa penangkapan pelaku TPPO adalah hasil kerja PDRM, bukan pihak lain yang kini mengklaim sebagai pahlawan.

​JSK menutup pernyataannya dengan kembali mendesak agar Ester Konda segera ditemui untuk mengakhiri polemik.

​"Temukan ini anak dulu untuk membuka semua benang kusut," pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, SiletSumba masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Ester Konda dan pihak "Yulia" yang disebut oleh JSK. (Tim Redaksi)

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.