Hero Image
BANTUAN MATERIAL DARI DR. UMBU RUDI KABUNANG, SH., MH., RUMAH KORNELIS KANDA TORO RESMI SELESAI DIBANGUN

SILETSUMBA.COM – KODI UTARARumah milik Bapak Kornelis Kanda Toro bersama keluarganya di Kampung Nangga Dolo, Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, kini telah selesai dibangun dan siap untuk dihuni.Pembangunan rumah tersebut terwujud berkat bantuan material bangunan yang berasal dari empati dan kepedulian kemanusiaan Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH., yang memberikan dukungan kepada keluarga Kornelis Kanda Toro melalui aksi sosial kemanusiaan.Sebelumnya, kondisi rumah yang ditempati keluarga Kornelis Kanda Toro sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Melihat kondisi tersebut, berbagai pihak tergerak untuk membantu, termasuk Pemuda Peduli Kodi Sumba yang menggalang solidaritas dan gotong royong bersama masyarakat setempat.Berkat kerja sama, dukungan para donatur, relawan, dan masyarakat, proses pembangunan rumah dapat diselesaikan dengan baik. Kini keluarga Kornelis Kanda Toro memiliki rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.Keluarga Kornelis Kanda Toro menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH., Pemuda Peduli Kodi Sumba, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan perhatian sehingga pembangunan rumah dapat diselesaikan.Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dan semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat untuk membantu warga yang membutuhkan."Melihat yang tak terlihat, melayani yang tak terlayani, mengasihi yang tak terkasihi, menolong yang tak tertolong, dan membantu yang tak terbantukan."Sumber: SiletSumba.com

1 bulan yang lalu
Hero Image
PILU! IBU RUMAH TANGGA DI DENDUKA AKUI MENJADI KORBAN DUGAAN PENCABULAN OKNUM KEPALA DUSUN, MOHON PERLINDUNGAN DAN KEADILAN

SUMBA BARAT DAYA, NTT – Seorang ibu rumah tangga berinisial MD, warga Dusun 3, Desa Denduka, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, mengaku menjadi korban dugaan tindak pencabulan yang dilakukan oleh seorang oknum Kepala Dusun berinisial YDN pada 27 Februari 2026.Kepada awak media Siletsumba.com yang menemuinya di kediamannya pada Kamis (11/6/2026), MD mengisahkan peristiwa yang menurut pengakuannya sangat menyakitkan dan meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya.Saat kejadian berlangsung, suami MD diketahui sedang berada di Bima, Nusa Tenggara Barat, untuk bekerja sebagai buruh pematah jagung. Menurut pengakuan korban, dalam kondisi tersebut oknum kepala dusun diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap dirinya.Dengan meneteskan air mata, MD menceritakan bahwa dirinya merasa sangat terpukul dan terhina atas perlakuan yang diduga dilakukan oleh oknum tersebut. Korban mengaku mengalami tindakan yang menyentuh bagian tubuh pribadinya tanpa persetujuan."Lebih baik saya diperkosa daripada diperlakukan seperti itu dengan memasukkan kedua jari tangannya," ungkap MD sambil menangis saat menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya.MD mengatakan bahwa dirinya bersama sang suami merupakan keluarga sederhana yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Menurutnya, sejak menikah dan membesarkan lima orang anak, ia tidak pernah membayangkan akan mengalami peristiwa yang begitu menyakitkan."Kami memang orang kecil, tidak bisa baca tulis, tetapi kami juga punya harga diri dan hak untuk dihormati," tuturnya.Selain mengungkapkan dugaan peristiwa pencabulan yang dialaminya, MD juga memohon perlindungan kepada Kepolisian POLRES Sumba Barat Daya, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sumba Barat Daya, serta para pemerhati perempuan dan anak agar memberikan pendampingan dan perlindungan hukum terhadap dirinya dan keluarganya.Korban berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat ditangani secara profesional dan memberikan rasa aman bagi dirinya serta keluarganya. Ia juga meminta agar aparat penegak hukum segera mengambil langkah-langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku."Saya memohon perlindungan kepada pihak kepolisian, UPTD PPA, dan semua pihak yang peduli terhadap perempuan dan anak. Saya hanya ingin mendapatkan keadilan dan merasa aman," ujarnya.Lebih lanjut, MD mengaku telah dua kali memberikan keterangan kepada penyidik Unit PPA POLRES Sumba Barat Daya terkait laporan yang telah dibuatnya. Ia berharap seluruh keterangan dan bukti yang telah disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses hukum yang sedang berjalan.Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat karena terduga pelaku merupakan seorang perangkat desa yang memiliki jabatan sebagai Kepala Dusun. Korban berharap penanganan perkara dilakukan secara transparan dan profesional tanpa membedakan status sosial maupun jabatan seseorang.Hingga berita ini diterbitkan, pihak YDN yang disebut dalam pengakuan korban belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Bantalan Bendungan Rusak Diterjang Banjir, Warga Waimangura Berupaya Empang Air Secara Swadaya

SILETSUMBA.COM – Bantalan bendungan yang berada di Dusun III, Desa Waimangura, mengalami kerusakan dan patah diduga akibat faktor usia bangunan serta terjangan banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.Kerusakan tersebut berdampak pada pasokan air menuju saluran irigasi yang mengairi area persawahan warga di Dusun IV Kamburoto, Desa Waimangura. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena air irigasi sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pertanian dan menjaga produktivitas lahan sawah.Melihat kondisi tersebut, warga setempat berupaya melakukan penanganan darurat secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, masyarakat bergotong royong mengempang aliran air menggunakan kayu serta dedaunan agar air tetap dapat dialirkan ke saluran irigasi dan dimanfaatkan oleh para petani.Warga berharap pemerintah terkait segera turun tangan melakukan perbaikan permanen terhadap bantalan bendungan yang rusak agar distribusi air ke lahan persawahan dapat kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas pertanian masyarakat."Untuk sementara kami berusaha menahan dan mengarahkan aliran air dengan kayu serta daun-daunan yang ada. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah agar bendungan ini segera diperbaiki," ujar salah seorang warga.Kerusakan infrastruktur irigasi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius mengingat bendungan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air bagi ratusan hektare lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

1 bulan yang lalu
Hero Image
SUAMI KORBAN DUGAAN PENCABULAN DI DESA DENDUKA MOHON POLRES SUMBA BARAT DAYA SEGERA TAHAN TERDUGA PELAKU

SUMBA BARAT DAYA, NTT – Suami MD, korban dugaan kekerasan seksual dan pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Dusun I berinisial YDN di Dusun III, Desa Denduka, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, memohon kepada pihak Kepolisian Resor Sumba Barat Daya agar segera mengambil tindakan tegas dengan menahan terduga pelaku.Saat ditemui Jurnalis SiletSumba.com di kediamannya yang berada di wilayah terpencil dan jauh dari pusat perkotaan, suami korban tampak menahan kesedihan yang mendalam. Dengan suara bergetar dan mata yang hampir meneteskan air mata, ia menceritakan penderitaan yang dialami keluarganya sejak peristiwa tersebut terjadi.Menurut keterangannya, peristiwa yang dialami istrinya terjadi pada malam hari, 27 Februari 2026. Saat kejadian berlangsung, dirinya sedang berada di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk bekerja sebagai buruh pematah jagung guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga.Ia mengaku sangat terpukul ketika menerima kabar dari istrinya yang menceritakan dugaan peristiwa yang dialaminya. Mendengar pengakuan tersebut, ia memutuskan untuk menghentikan pekerjaannya dan segera kembali ke Pulau Sumba."Saya sedang bekerja di Bima sebagai buruh patah jagung. Setelah mendapat informasi dari istri saya tentang kejadian yang dialaminya, saya langsung pulang ke Sumba. Saya pulang tanpa membawa apa-apa karena yang ada dalam pikiran saya hanya ingin segera bertemu istri dan keluarga," ungkapnya dengan nada sedih.Dengan penuh haru, ia menyampaikan bahwa peristiwa tersebut telah memberikan dampak yang sangat berat bagi istrinya maupun seluruh anggota keluarga. Selain harus menanggung trauma, korban juga harus menghadapi beban psikologis dan rasa malu akibat peristiwa yang terjadi.Selain itu, suami korban mengaku keluarganya juga merasa tidak nyaman akibat perilaku yang diduga dilakukan oleh terduga pelaku. Menurut keterangannya, setiap kali berpapasan dengan anggota keluarga korban, oknum Kepala Dusun I berinisial YDN diduga kerap membuang ludah ke arah mereka. Pernyataan tersebut merupakan pengakuan dari pihak keluarga korban dan belum mendapatkan tanggapan dari pihak yang bersangkutan."Saya memohon kepada pihak kepolisian agar segera menahan pelaku. Istri saya harus menanggung malu dan trauma yang mendalam akibat peristiwa ini. Sebagai suami, saya sangat sedih melihat kondisi yang dialaminya," tuturnya.Ia berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional, transparan, dan tanpa adanya perlakuan istimewa terhadap siapa pun. Keluarga korban juga meminta agar korban mendapatkan perlindungan selama proses hukum berlangsung sehingga dapat merasa aman dan memperoleh keadilan.Hingga berita ini diterbitkan, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak Unit PPA Polres Sumba Barat Daya NTT. Keluarga korban dan masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi korban.Tim Investigasi SiletSumba.com

1 bulan yang lalu
Hero Image
NOBAR BHAYANGKARA HUT KE-80, POLSEK WEWEWA BARAT AJAK MASYARAKAT PERERAT KEBERSAMAAN

SiletSumba.com | Wewewa BaratDalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Wewewa Barat menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Bhayangkara yang berlangsung di halaman Polsek Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, Kamis (11/6/2026).Kegiatan yang terbuka untuk seluruh masyarakat ini diselenggarakan secara gratis sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat serta memperkuat hubungan kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Wewewa Barat.Kapolsek Wewewa Barat, Efridus Iku Arem, menyampaikan bahwa kegiatan nobar tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat."Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat Polri dan masyarakat, menumbuhkan rasa aman serta memperkuat persatuan Bhayangkara untuk negeri," ujar Kapolsek kepada Redaksi SiletSumba.com.Menurutnya, kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat merupakan modal utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.Masyarakat Wewewa Barat tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain menjadi sarana hiburan, nobar juga menjadi wadah silaturahmi yang memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.Polsek Wewewa Barat berharap semangat HUT Bhayangkara ke-80 dapat semakin memperkokoh sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.Redaksi SiletSumba.com

1 bulan yang lalu
Hero Image
Diduga Sindikat Loker Fiktif, YKB Disekap dan Dianiaya di Bali, Warga Sumba Peduli Kemanusiaan Desak Polda Bali Usut Tuntas

BALI – Kasus dugaan penyekapan dan kekerasan terhadap pemuda asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YKB (24), diduga terkait sindikat lowongan kerja fiktif di Bali, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.Imanuel Karango, Pemuda Sumba Peduli Kemanusiaan, turut menyuarakan desakan agar aparat kepolisian, khususnya Polda Bali, mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap jaringan pelaku yang diduga terlibat. Peristiwa ini kini dalam penanganan Polsek Kuta dan Polresta Denpasar.Imanuel Karango dikenal sebagai wartawan sekaligus aktivis pemuda asal Sumba. Di Bali, ia pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Kodi di Bali (2019–2020), serta aktif sebagai Satgas Komunitas Perantau Kodi Bali (Kopas Bali). Ia juga merupakan anggota Ikatan Keluarga Sumba di Bali dan bagian dari Forum Pemuda & Mahasiswa Sumba di Bali.Saat ini, Imanuel Karango juga tercatat sebagai salah satu inisiator Pemuda Peduli Kemanusiaan Kodi–Sumba Barat Daya, sebuah gerakan yang fokus pada isu-isu sosial, kemanusiaan, serta advokasi bagi masyarakat Sumba, khususnya para perantau yang menghadapi persoalan hukum, ekonomi, dan sosial.Berdasarkan informasi yang beredar, korban awalnya mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai staf administrasi dan asisten pribadi melalui media sosial dengan iming-iming pekerjaan di Bali. Korban kemudian diminta datang untuk mengikuti proses wawancara dan penandatanganan kontrak kerja di lokasi yang telah ditentukan.Namun setibanya di lokasi, korban diduga tidak mendapatkan pekerjaan sebagaimana dijanjikan. Ia justru mengaku mengalami intimidasi, perampasan barang pribadi seperti telepon genggam, laptop, KTP, dan paspor, serta dugaan penyekapan dan kekerasan fisik hingga mengalami luka.Kasus ini semakin menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya permintaan uang tebusan kepada pihak keluarga korban dengan nilai mencapai Rp100 juta disertai ancaman keselamatan korban.Dalam perkembangan berikutnya, korban dilaporkan berhasil melarikan diri dalam kondisi luka dan panik sebelum meminta pertolongan warga sekitar dan melapor ke pihak kepolisian. Saksi menyebut korban datang dalam keadaan terluka di bagian wajah dan pelipis.Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Kuta bersama Polresta Denpasar telah melakukan langkah penyelidikan awal, termasuk pemeriksaan saksi, pengecekan lokasi kejadian, pengumpulan barang bukti, serta penelusuran identitas para terduga pelaku. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman.Kelompok masyarakat Warga Sumba Peduli Kemanusiaan juga menyatakan sikap dan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan sindikat yang terlibat, mengungkap seluruh pelaku, serta memberikan perlindungan hukum kepada korban.Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas legalitasnya, khususnya yang beredar melalui media sosial, karena berpotensi menjadi modus kejahatan yang menyasar masyarakat dari daerah.Hingga saat ini, kasus dugaan penyekapan dan kekerasan terhadap YKB masih dalam proses penyelidikan intensif oleh Polsek Kuta dan Polresta Denpasar.

1 bulan yang lalu
Hero Image
PROYEK IRIGASI LOKO LEKKU MANGKRAK, KEJAKSAAN DALAMI DUGAAN KERUGIAN NEGARA

SiletSumba.com | Wewewa SelatanKondisi Bendungan dan Saluran Irigasi Loko Lekku yang berada di Desa Denduka, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan masyarakat. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian bangunan tampak rusak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga dikeluhkan warga yang menggantungkan kebutuhan air untuk lahan pertanian.Proyek saluran irigasi pertanian tersebut diketahui dikerjakan oleh CV. Bebek Putih. Namun hingga saat ini, pekerjaan tersebut disebut belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat karena kondisi bangunan yang mangkrak dan mengalami kerusakan pada beberapa titik.Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa kasus proyek tersebut saat ini sedang dalam penanganan aparat penegak hukum. Pihak Kejaksaan Negeri Waikabubak dikabarkan tengah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek tersebut.Masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan profesional sehingga dapat diketahui penyebab mangkraknya proyek serta ada kepastian terkait pemanfaatan aset yang dibangun menggunakan anggaran negara tersebut.Selain itu, warga juga meminta pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar saluran irigasi yang menjadi kebutuhan utama petani dapat kembali berfungsi dan mendukung aktivitas pertanian masyarakat di wilayah Desa Denduka dan sekitarnya.Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap terkait pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.Kamis, 11 Juni 2026Sumber: Keterangan masyarakat dan dokumentasi lapangan.

1 bulan yang lalu
Hero Image
MENDAGRI TITO NGAMUK! KEPALA DAERAH DIMINTA HENTIKAN REKRUT HONORER SILUMAN

SILETSUMBA.COM – Alarm bahaya untuk seluruh kepala daerah di Indonesia akhirnya dibunyikan! Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara tegas memperingatkan agar tidak lagi menjadikan jabatan honorer sebagai hadiah politik bagi mantan tim sukses Pilkada.Praktik lama yang selama ini dianggap biasa ternyata kini menjadi ancaman serius bagi keuangan daerah. Ribuan tenaga honorer yang direkrut tanpa kebutuhan riil dan tanpa kompetensi yang jelas akhirnya menuntut diangkat menjadi PPPK maupun ASN. Akibatnya, APBD daerah tercekik oleh beban gaji pegawai yang terus membengkak."Jangan lagi jadikan tenaga honorer sebagai tempat menampung tim sukses!" tegas Tito dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI.Menurut Tito, banyak daerah saat ini terjebak dalam lingkaran masalah yang mereka ciptakan sendiri. Setelah Pilkada selesai, tim sukses direkrut menjadi honorer. Beberapa tahun kemudian mereka menuntut status yang lebih tinggi, sementara anggaran daerah semakin terbebani.APBD TERKUNCI UNTUK GAJI, RAKYAT HANYA MENONTONKondisi ini dinilai sangat berbahaya karena menggerus anggaran pembangunan yang seharusnya dinikmati masyarakat.Jalan rusak masih terbengkalai.Sekolah-sekolah masih membutuhkan perbaikan.Puskesmas dan tenaga kesehatan di daerah terpencil masih minim.Namun di sisi lain, belanja pegawai terus membengkak hingga mendekati bahkan melewati batas ideal.Jika situasi ini terus dibiarkan, maka APBD hanya akan menjadi mesin pembayaran gaji pegawai, sementara pembangunan daerah berjalan di tempat.MORATORIUM SUDAH JELAS, JANGAN CARI CELAH!Pemerintah pusat menegaskan bahwa rekrutmen tenaga honorer baru sudah dimoratorium. Tidak ada lagi alasan bagi kepala daerah untuk menambah pegawai dengan dalih apa pun.Kepala daerah yang masih nekat merekrut honorer tanpa perencanaan yang jelas berpotensi meninggalkan bom waktu fiskal bagi pemerintahan berikutnya.SAATNYA BANGUN DAERAH, BUKAN MEMBAYAR UTANG POLITIKTito meminta seluruh kepala daerah fokus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mempercepat investasi, dan mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan masyarakat.Rakyat membutuhkan jalan yang baik, sekolah yang layak, pelayanan kesehatan yang memadai, serta lapangan kerja yang nyata.Bukan penambahan honorer siluman yang hanya menjadi beban APBD dari tahun ke tahun. Pertanyaannya sekarang:Masih adakah kepala daerah yang menjadikan APBD sebagai alat balas jasa politik?Masih adakah honorer siluman yang direkrut bukan karena kebutuhan, tetapi karena kedekatan?Publik menunggu jawabannya

1 bulan yang lalu
Hero Image
Kasus Dugaan Cabul di Desa Denduka Ditangani Serius Polres Sumba Barat Daya

SUMBA BARAT DAYA, NTT – Polres Sumba Barat Daya melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terus menangani laporan dugaan tindak pidana cabul yang dilaporkan oleh seorang perempuan berinisial MD terhadap seorang oknum Kepala Dusun di Desa Denduka, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya.Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/36/III/2026/SPKT/POLRES SUMBA BARAT DAYA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR tertanggal 2 Maret 2026.Berdasarkan dokumen laporan yang diterima redaksi SiletSumba.com, peristiwa yang dilaporkan diduga terjadi di Desa Denduka, Kecamatan Wewewa Selatan. Terlapor dalam kasus tersebut berinisial YDN yang diketahui menjabat sebagai Kepala Dusun di wilayah tersebut.Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus K. Sanam, S.H., saat ditemui awak media SiletSumba.com di ruang kerjanya pada Senin (8/6/2026), menegaskan bahwa kasus tersebut sedang ditangani secara serius oleh pihak kepolisian.Dalam kesempatan itu, Kasat Reskrim meminta penyidik Unit PPA untuk segera memanggil anak kandung korban guna dimintai keterangan sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melengkapi alat bukti dan memperjelas fakta-fakta yang diperlukan dalam proses penyelidikan.Korban MD melaporkan dugaan tindak pidana cabul yang diduga dilakukan oleh terlapor YDN. Saat ini, penyidik Polres Sumba Barat Daya masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan pendalaman terhadap laporan yang telah diterima.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait laporan yang diajukan oleh korban. Oleh karena itu, SiletSumba.com tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang kepada semua pihak untuk menyampaikan klarifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.Masyarakat kini menantikan hasil penyelidikan pihak kepolisian guna mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya serta memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Motor Pegawai Pertanahan Hilang di Kantor Desa Ole Dewa, Sumba Tengah

SUMBA TENGAH, NTT – Sebuah unit sepeda motor Honda CRF dilaporkan hilang di area Kantor Desa Ole Dewa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah. Motor tersebut diketahui milik seorang pegawai pertanahan yang sedang bertugas di wilayah Kabupaten Sumba Tengah.Berdasarkan informasi yang diterima redaksi siletsumba.com, kendaraan tersebut diketahui hilang pada malam hari. Pemilik kendaraan berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan motor Honda CRF dengan ciri-ciri sebagaimana terlihat dalam foto dapat segera memberikan informasi kepada pihak keluarga maupun aparat penegak hukum.Selain itu, menurut informasi yang diterima redaksi dari sejumlah sumber, motor tersebut diduga dibawa ke arah Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya. Informasi tersebut menyebutkan bahwa terdapat saksi yang mengaku melihat kendaraan yang diduga motor tersebut melintas di sekitar lampu merah dan kawasan Pasar Waimangura pada pagi hari.Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak kepolisian guna memastikan kebenaran dan perkembangan penyelidikan.Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan kendaraan tersebut diimbau untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat membantu proses pencarian.Redaksi siletsumba.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat.

1 bulan yang lalu