KISAH HARU DARI WEWEWA BARAT: DOA PANJANG ORANG TUA, BERBUAH MANIS DI TARUNA NUSANTARA
Desa Lolo Ole, siletsumba.com - SiletSumba.com — Di balik kelulusan seorang anak, selalu ada cerita panjang yang jarang terlihat. Bukan sekadar hasil, tapi perjuangan, doa, dan air mata yang diam-diam mengalir.
Itulah yang dialami oleh pasangan Lodowyk Bili Anadolo dan Arista Bouka dalam mengantar anak mereka, Dwijansen Rendison Anadolo, hingga akhirnya resmi lolos masuk Sekolah Taruna Nusantara di Magelang.
Perjalanan itu tidak instan.
Dimulai dari proses seleksi awal di Sumba Barat Daya yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh Bapak Kapolres dan Ibu Kapolres Sumba Barat Daya, Dwijansen harus melewati tahapan demi tahapan yang ketat. Dari sekitar 100 peserta tingkat SMP, jumlah itu dipangkas menjadi 64 orang. Lalu kembali disaring menjadi 15 orang terbaik.
Namun perjuangan belum berhenti di situ.
Dwijansen harus mengikuti pembinaan di susteran Waitabula, lanjut bimbingan belajar, hingga menjalani seleksi lanjutan ke Surabaya dan akhirnya ke Kupang. Setiap tahap adalah ujian, bukan hanya bagi sang anak, tapi juga bagi kedua orang tuanya yang terus menguatkan lewat doa.
“Tidak mudah… tapi kami percaya setiap proses ada maksud Tuhan,” ungkap Lodowyk dengan suara penuh haru.
Penantian panjang itu akhirnya terjawab pada Minggu, 26 April 2026.
Hari itu menjadi titik balik. Nama Dwijansen Rendison Anadolo, siswa SMP Kristen Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat, diumumkan sebagai satu-satunya yang lulus dari Sumba Barat Daya.
Lebih menggetarkan lagi, seleksi tersebut bukan hanya diikuti oleh peserta dari Sumba Barat Daya, tetapi juga bersaing dengan peserta dari berbagai daerah lain. Artinya, pencapaian ini bukan sekadar lolos—ini adalah kemenangan dari persaingan yang sangat ketat.
Di balik senyum bahagia itu, tersimpan cerita tentang kesabaran, ketekunan, dan keyakinan yang tidak goyah.
Ini bukan hanya keberhasilan seorang anak.
Ini adalah bukti bahwa doa orang tua, jika dipadukan dengan usaha tanpa henti, bisa menembus batas yang terlihat mustahil.
Dari Wewewa Barat… menuju Magelang. Sebuah langkah kecil dari kampung, untuk mimpi yang besar bagi bangsa.