Tambolaka — Warga Radatani, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya kembali dihebohkan dengan kasus kehilangan kendaraan bermotor. Satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi ED 5264 CC milik Marten Bali Ate dilaporkan hilang diduga dicuri pada Jumat malam, 15 Mei 2026.Menurut informasi yang diterima redaksi Silet Sumba dari narasumber Farida Imawan Rewa, motor tersebut hilang sekitar pukul 20.00 WITA saat diparkir di depan rumah pemilik. Korban baru menyadari motornya sudah tidak berada di tempat beberapa saat kemudian.Pihak keluarga diketahui sudah mendatangi Polres untuk membuat laporan polisi. Namun menurut keluarga, mereka sempat diarahkan kembali untuk melapor ke Polsek setempat.“Keluarga hanya berharap motor bisa segera ditemukan karena itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap sumber kepada redaksi Silet Sumba.Hingga berita ini diterbitkan, keluarga korban berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan motor Honda Beat dengan nomor polisi ED 5264 CC agar segera melapor kepada pihak kepolisian atau menghubungi keluarga korban.Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan kendaraan, terutama pada malam hari.
Waikabubak — SMP Kristen Waikabubak menggelar kegiatan Pagelaran Seni Budaya Nusantara yang berlangsung pada tanggal 15 hingga 16 Mei 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif yang melibatkan seluruh warga sekolah.Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan sekolah tersebut menampilkan beragam agenda menarik seperti bazar kuliner, gelar karya siswa, hingga pentas seni budaya nusantara yang mendapat antusias tinggi dari para siswa, guru maupun masyarakat yang hadir menyaksikan acara tersebut.Dalam kegiatan ini, para siswa menampilkan berbagai kreativitas dan bakat mulai dari tarian daerah, musik tradisional, drama budaya hingga hasil karya keterampilan yang dipamerkan kepada pengunjung. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian budaya serta penguatan karakter generasi muda agar tetap mencintai budaya bangsa di tengah perkembangan zaman modern.Suasana meriah terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Stand bazar kuliner dipenuhi pengunjung yang menikmati berbagai makanan dan minuman hasil kreativitas siswa bersama para guru dan orang tua.Pihak sekolah berharap kegiatan Pagelaran Seni Budaya Nusantara ini dapat menjadi agenda positif yang terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana membangun kreativitas, kebersamaan serta rasa percaya diri siswa dalam menampilkan potensi yang dimiliki.Kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan yang menjadi warna tersendiri bagi keluarga besar SMP Kristen Waikabubak.
SUMBA BARAT DAYA – Camat Kota Tambolaka, Dominikus Moda bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, drg. Yulianus Kaleka serta kru dan petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Warung Barokah Waitabula, Rabu (13/5/2026).Dalam sidak tersebut, tim menemukan kondisi yang dinilai memprihatinkan dan menjijikkan. Tempat penyimpanan ikan untuk menu ikan bakar diketahui berada sangat dekat dengan area kamar mandi.Temuan itu langsung mendapat sorotan keras dari Camat Kota Tambolaka dan Kepala Dinas Kesehatan. Mereka menegaskan bahwa kebersihan tempat usaha makanan tidak boleh diabaikan karena menyangkut kesehatan masyarakat.“Kami tidak ingin masyarakat mengonsumsi makanan yang tidak higienis. Jika masih ditemukan kondisi seperti ini dan tidak ada perbaikan, pemerintah tidak segan mengambil langkah tegas hingga penutupan,” tegas Dominikus Moda saat sidak berlangsung.Sementara itu, drg. Yulianus Kaleka meminta pengelola warung segera memperbaiki sanitasi, kebersihan dapur, serta tata letak bahan makanan agar memenuhi standar kesehatan.Kru dan petugas Dinas Kesehatan yang turut dalam sidak juga melakukan pemeriksaan kondisi lingkungan warung, tempat penyimpanan bahan makanan, hingga kebersihan area memasak untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat.Pantauan jurnalis di lokasi, sidak tersebut menarik perhatian warga dan pengunjung warung. Pemerintah Kecamatan Kota Tambolaka bersama Dinas Kesehatan disebut akan terus melakukan pengawasan terhadap warung makan dan usaha kuliner lainnya di wilayah Waitabula dan sekitarnya.
SUMBA BARAT DAYA – Kinerja cepat dan sigap jajaran Kepolisian Resor Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur kembali mendapat apresiasi dari masyarakat setelah berhasil menemukan seorang siswi SMP yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat, 8 Mei 2026.Berdasarkan informasi yang diterima jurnalis siletsumba.com, anggota piket Reskrim bersama Tim Unit Pidum Polres Sumba Barat Daya langsung bergerak melakukan pencarian sesaat setelah laporan diterima dari pihak keluarga.Tidak membutuhkan waktu lama, korban akhirnya berhasil ditemukan di wilayah Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat dalam keadaan selamat.Korban diketahui ditemukan sedang bersama seorang laki-laki dan keduanya langsung diamankan oleh petugas untuk dibawa menuju Polres Sumba Barat Daya guna pemeriksaan lebih lanjut.“Kita sudah dapat dia di Waikabubak, tadi kita ambil dan sekarang dalam perjalanan ke Polres,” ungkap Liandro, anggota Tipiter Polres Sumba Barat Daya.Respons cepat aparat kepolisian dalam menangani laporan masyarakat dinilai menunjukkan komitmen Polres Sumba Barat Daya dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.Masyarakat pun memberikan apresiasi atas kerja cepat anggota Reskrim, Unit Pidum serta seluruh personel yang terlibat dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.Langkah humanis dan sigap tersebut diharapkan terus dipertahankan demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Kabupaten Sumba Barat Daya.
SUMBA BARAT DAYA – Kabar melegakan datang dari Polres Sumba Barat Daya. Seorang siswi SMP bernama Viona Kristiani M Budiman alias Mala yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat, 8 Mei 2026 akhirnya berhasil ditemukan di wilayah Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.Korban ditemukan kurang dari 1x24 jam setelah informasi orang hilang beredar luas di tengah masyarakat.Anggota piket Reskrim bersama Tim Unit Pidum Polres Sumba Barat Daya langsung bergerak cepat melakukan penelusuran setelah menerima laporan dari pihak keluarga.“Kita sudah dapat dia di Waikabubak, Sumba Barat. Tadi kita ambil dia, sekarang dalam perjalanan ke Polres. Kita juga sudah hubungi orang tuanya supaya datang,” ungkap Liandro, anggota Tipiter Polres Sumba Barat Daya.Korban diketahui ditemukan bersama seorang laki-laki dan langsung diamankan oleh petugas untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.Saat ini korban sedang dalam perjalanan menuju Polres Sumba Barat Daya guna memastikan kondisi korban serta mendalami kronologi kejadian.
SUMBA BARAT DAYA – Seorang siswi SMP di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur dilaporkan hilang dan hingga kini belum kembali ke rumah. Informasi tersebut diumumkan secara resmi melalui poster pencarian orang hilang yang dirilis Humas Polres Sumba Barat Daya.Siswi tersebut diketahui bernama Viona Kristiani M Budiman alias Mala, perempuan kelahiran Radamata, 4 Februari 2010. Korban merupakan pelajar kelas 9 SMP Negeri 1 Tambolaka dan berdomisili di Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak kepolisian, Viona pergi ke SMP Negeri 1 Tambolaka pada Jumat, 8 Mei 2026 untuk mengikuti ujian akhir. Namun hingga saat ini yang bersangkutan belum kembali ke rumah.Terakhir, Viona disebut terlihat di sekitar Kota Tambolaka.Adapun ciri-ciri korban yakni tinggi badan sekitar 155 cm, rambut bergelombang, mata hitam, kulit sawo matang serta memiliki bekas luka di bagian dahi.Saat terakhir terlihat, Viona mengenakan seragam olahraga SMP Negeri 1 Tambolaka berupa kaos hitam dan celana training abu-abu.Polres Sumba Barat Daya mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan korban agar segera menghubungi pihak keluarga maupun kepolisian melalui nomor 0819-5858-7855, 0813-3777-2551 atau Call Center 110.Pihak keluarga berharap bantuan dan doa dari seluruh masyarakat agar Viona segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.
SUMBA BARAT DAYA — Wakapolres Sumba Barat Daya NTT, Marthin Ardjon memberikan edukasi publik terkait diskresi kepolisian dan tilang kasat mata saat menerima kunjungan silaturahmi wartawan FORJIS di ruang kerjanya pada hari Senin, 11 Mei 2026.Dalam pertemuan tersebut, Wakapolres menjelaskan mengenai dasar hukum diskresi kepolisian sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. Selain itu, dijelaskan pula mengenai penindakan tilang kasat mata yang dapat dilakukan anggota polisi berseragam resmi saat sedang melaksanakan tugas di lapangan.Materi edukasi yang disampaikan turut mengacu pada PP Nomor 80 Tahun 2012 dan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 sebagai dasar hukum penegakan aturan lalu lintas oleh anggota Polri.Menurut Wakapolres, edukasi kepada masyarakat penting dilakukan agar publik memahami bahwa setiap tindakan kepolisian di lapangan memiliki landasan hukum yang jelas demi menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan bersama.Berdasarkan pantauan jurnalis siletsumba.com, suasana silaturahmi berlangsung hangat dan penuh diskusi edukatif antara Wakapolres dan wartawan FORJIS terkait penegakan hukum serta pelayanan kepolisian kepada masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya.
SiletSumba.com — Polemik pemberitaan terkait Jembatan Gantung “Cinta Kasih” yang menghubungkan Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menjadi perhatian publik.Sejumlah tokoh dan warganet menyoroti pemberitaan yang dinilai menggiring opini seolah pembangunan jembatan tersebut lahir “melalui tangan dingin” Bupati Sumba Barat Daya. Padahal, berdasarkan data dan pengakuan pihak yang terlibat langsung di lapangan, pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi kemanusiaan berbagai pihak.Akademisi sekaligus peneliti BRIN, Profesor Alie Humaedi, sebelumnya juga telah mengingatkan pentingnya penggunaan diksi yang berimbang dalam pemberitaan.“Jangan membiasakan membuat judul untuk pencitraan yang berlebihan. Buatlah bahasa atau diksi yang menghargai semuanya,” tulisnya dalam komentar media sosial.Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalis SiletSumba.com, Bupati Sumba Barat Daya hadir sebagai Pemerintah Daerah untuk meresmikan jembatan tersebut, sementara proses pembangunan dilakukan melalui gerakan kolaboratif antara masyarakat, peneliti, media kemanusiaan, donatur, dan tim teknis lapangan.Dalam keterangan reflektif yang dibagikan Profesor Alie Humaedi, dijelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung sepanjang 90 meter itu merupakan jembatan kedua dari delapan jembatan pedesaan yang direncanakan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.Jembatan tersebut membentang menghubungkan Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru di Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.Pembangunan jembatan lahir dari rekomendasi hasil penelitian kecil yang dilakukan tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kemudian dikembangkan menjadi usulan pendanaan afirmasi riset aksi.Program tersebut dikemas oleh DAAI TV untuk menggugah empati para donatur dan dilaksanakan secara teknis oleh Vertical Rescue Indonesia (VRI), dengan pengawasan serta pendampingan pemberdayaan masyarakat oleh tim BRIN di dua desa.“Banyak keluh dan kesah, tapi di dalamnya juga kegembiraan dan kebahagiaan menjawab imajinasi komunitas selama puluhan tahun pun telah terwujud,” ungkap Profesor Alie Humaedi.Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya.Dalam refleksinya, Profesor Alie Humaedi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para donatur, tim BRIN, tim DAAI TV, Vertical Rescue Indonesia, hingga masyarakat desa.Salah satu sosok yang disebut menjadi aktor utama dalam perjuangan tersebut adalah Mariana Noda Ngara, putri terbaik Wewewa Selatan yang dikenal aktif memperjuangkan akses penghubung masyarakat pedalaman.Kisah perjuangan masyarakat Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru sebelumnya juga pernah diangkat dalam tayangan refleksi inspiratif DAAI TV yang menggambarkan bagaimana warga selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi akibat sulitnya konektivitas.Kini, Jembatan Gantung “Cinta Kasih” menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus mempertaruhkan nyawa ketika menyeberangi sungai.Tidak berhenti di Wewewa Selatan, tim kolaborasi kemanusiaan tersebut juga berharap pembangunan dua jembatan gantung berikutnya di Sumba Tengah dapat segera terwujud.
Sejumlah wartawan yang tergabung dalam FORJIS menemui Wakapolres baru Kabupaten Sumba Barat Daya, Kompol Marthin Ardjon di ruang kerjanya pada Senin, 11 Mei 2026.Dalam pertemuan tersebut, Wakapolres menyampaikan bahwa kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan TipikorInvestigasiNews.id, Gunter Guru Ladu Meha yang terjadi pada 23 April 2026 di RSUD Redabolo menjadi perhatian dan atensi khusus pimpinan POLRES Sumba Barat Daya.Peristiwa tersebut diketahui terjadi saat Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Barat Daya sekaligus memantau pembangunan gedung RSUD Redabolo.Kompol Marthin Ardjon, SH menjelaskan bahwa penanganan kasus tersebut saat ini telah naik ke tahap II penyelidikan atau lidik dan sedang ditangani oleh unit Reskrim POLRES Sumba Barat Daya agar proses hukumnya dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.Pertemuan itu juga menjadi bagian dari silaturahmi antara insan pers FORJIS dengan Wakapolres baru guna memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan media dalam menjaga situasi kamtibmas serta keterbukaan informasi publik di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Tambolaka, SiletSumba.com — Akademisi sekaligus Profesor, Alie Humaedi, memberikan sorotan terhadap sebuah judul berita yang beredar di media sosial terkait pembangunan jembatan penghubung warga Bondo Bela dan Rita Bara.Dalam kolom komentar unggahan Facebook akun Adipapa Nikson, Profesor Alie Humaedi menilai judul berita tersebut kurang bermartabat dan terkesan terlalu mengarah pada pencitraan individu tertentu. Ia meminta agar media menggunakan diksi yang lebih proporsional serta menghargai seluruh pihak yang memiliki peran dalam pembangunan.“Sy kira, ini judulnya sangat tidak bermartabat. Mohon diperbaiki judulnya. Masing-masing memiliki perannya,” tulis Profesor Alie Humaedi.Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme media dalam menyusun judul berita agar tidak menimbulkan kesan berlebihan di tengah masyarakat.“Jangan membiasakan membuat judul untuk ‘pencitraan yang berlebihan’, nanti malah akan terperosok sendiri aktor yg dicitrakan. Buatlah bahasa atau diksi yg menghargai semuanya,” lanjutnya.Berdasarkan data yang dihimpun jurnalis SiletSumba.com, Bupati Sumba Barat Daya diundang sebagai Pemerintah Daerah untuk meresmikan jembatan tersebut di Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru melalui dukungan Profesor Alie Humaedi yang tergabung sebagai anggota BRIN bersama sejumlah donatur lainnya.Pembangunan jembatan tersebut diketahui menjadi harapan masyarakat setempat karena membantu akses penghubung antarwilayah dan mendukung aktivitas warga sehari-hari.Komentar Profesor Alie Humaedi kemudian memicu diskusi publik mengenai etika jurnalistik, independensi media, serta pentingnya penggunaan bahasa yang berimbang dalam pemberitaan pembangunan daerah.Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut masih ramai diperbincangkan oleh warganet di media sosial.
Stepanus Umbu Pati