PROYEK KOPERASI DESA MERAH PUTIH DI MEREKEHE DIPERTANYAKAN: TAK ADA AKTIVITAS, PAPAN INFORMASI NIHIL, TEMBOK BANGUNAN JEBOL
KDMP Merekehe, siletsumba.com - SUMBA BARAT DAYA, SiletSumba.com — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Merekehe, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, menjadi sorotan masyarakat.
Pantauan langsung jurnalis SiletSumba.com pada Jumat, 2 Oktober 2026, menemukan tidak adanya aktivitas pekerjaan di lokasi pembangunan KDMP tersebut.
Sejumlah warga di sekitar lokasi bahkan mempertanyakan kapan pembangunan koperasi tersebut akan diselesaikan.
“Kapan selesai?” teriakan dan pertanyaan warga sekitar menjadi salah satu suara yang terdengar di tengah kondisi lokasi pembangunan yang saat dilakukan pemantauan tidak menunjukkan adanya aktivitas pekerja.
Selain tidak terlihat aktivitas pekerjaan, jurnalis SiletSumba.com juga tidak menemukan papan informasi proyek di sekitar lokasi pembangunan. Kondisi tersebut membuat informasi mengenai pelaksana pekerjaan, nilai anggaran, sumber anggaran, volume pekerjaan, maupun target waktu penyelesaian belum dapat diketahui secara terbuka dari lokasi.
TEMUAN KONDISI BANGUNAN
Dalam penelusuran lapangan, terdapat pula kondisi fisik bangunan yang patut menjadi perhatian.
Jurnalis menemukan bagian tembok sebelah dalam di depan kamar mandi dalam kondisi jebol.
Kondisi tersebut menjadi salah satu temuan lapangan yang perlu mendapat penjelasan dari pihak-pihak terkait, terutama mengenai kualitas pekerjaan, proses pembangunan, serta siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembangunan KDMP tersebut.
DIDUGA MENGGUNAKAN PASIR LAUT
Temuan lainnya berkaitan dengan material yang digunakan dalam pembangunan.
Berdasarkan pantauan dan penelusuran di lapangan, pembangunan KDMP tersebut menggunakan pasir laut sebagai salah satu material bangunan.
Namun, terkait penggunaan material tersebut, SiletSumba.com belum dapat memastikan spesifikasi teknis, standar material, maupun apakah penggunaannya sesuai dengan ketentuan teknis pembangunan yang berlaku.
Karena itu, redaksi tidak menyimpulkan bahwa penggunaan pasir laut tersebut merupakan pelanggaran sebelum mendapatkan penjelasan dari pihak teknis maupun instansi yang bertanggung jawab.
SIAPA PELAKSANA PEMBANGUNAN?
Pertanyaan lain yang masih menjadi tanda tanya dalam investigasi lapangan ini adalah mengenai siapa sebenarnya pihak yang mengerjakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Merekehe.
Hingga berita ini diturunkan, jurnalis SiletSumba.com belum memperoleh informasi yang cukup mengenai identitas pelaksana, mekanisme penunjukan pelaksana, nilai pekerjaan, sumber pembiayaan, maupun target penyelesaian pembangunan.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk Dandim 1629/Sumba Barat Daya, guna memperoleh penjelasan mengenai pembangunan KDMP tersebut.
REDAKSI MASIH MEMBUKA RUANG KONFIRMASI
SiletSumba.com menempatkan temuan lapangan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Redaksi tidak menyimpulkan adanya pelanggaran atau kesalahan pihak tertentu sebelum seluruh pihak yang berkepentingan memberikan penjelasan.
Pertanyaan publik yang perlu dijawab antara lain:
Siapa pelaksana pembangunan KDMP Desa Merekehe?
Berapa nilai anggaran dan dari mana sumber pembiayaannya?
Mengapa tidak terdapat papan informasi pembangunan di lokasi?
Apa target waktu penyelesaian pembangunan?
Mengapa saat dilakukan pemantauan tidak terlihat aktivitas pekerjaan?
Bagaimana penjelasan mengenai tembok bagian dalam yang ditemukan jebol?
Apa spesifikasi material yang digunakan, termasuk pasir yang ditemukan di lokasi?
Siapa pihak yang melakukan pengawasan terhadap pekerjaan tersebut?
SiletSumba.com akan terus melakukan penelusuran dan memberikan ruang hak jawab serta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
PERS hadir bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menerangi informasi yang perlu diketahui publik.
Tajam, Aktual dan Terpercaya