Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
09 October 2026 - 01:26 WITA

GEMPA 6,1 SR HAMPIR RENGGUT NYAWA ISTRI DAN DUA CUCU, KORNELIS: KAMI BERSYUKUR MEREKA SUDAH KELUAR DARI KAMAR

GEMPA 6,1 SR HAMPIR RENGGUT NYAWA ISTRI DAN DUA CUCU, KORNELIS: KAMI BERSYUKUR MEREKA SUDAH KELUAR DARI KAMAR
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Waikadada, siletsumba.com - SUMBA BARAT DAYA, SILETSUMBA.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 meninggalkan pengalaman traumatis bagi Kornelis Lere Dawa, warga Desa Waikadada, Kecamatan Kodi Bangedo.

Kornelis mengisahkan, saat gempa terjadi, istrinya bersama dua cucunya nyaris menjadi korban. Beruntung, ketiganya lebih dahulu keluar dari kamar sebelum bangunan mengalami keruntuhan.

Menurut Kornelis, jika istrinya dan kedua cucunya masih berada di tempat tidur saat itu, mereka berpotensi tertimpa material bangunan. Tempat tidur di dalam kamar tersebut kemudian hancur setelah tertimpa batu dan material bangunan yang runtuh.

“Kami sangat bersyukur karena istri dan kedua cucu saya lebih dahulu keluar dari kamar. Kalau masih di tempat tidur, mungkin mereka sudah tertimpa bangunan,” kisah Kornelis.

BAGUNA PDI-P SALURKAN BANTUAN

Di tengah kondisi rumahnya yang mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak ditempati, Kornelis juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian Baguna DPD PDI Perjuangan NTT yang datang langsung ke lokasi pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Bantuan logistik berupa beras, telur ayam dan mi instan diserahkan kepada warga terdampak gempa.

Kornelis menyebut bantuan tersebut diberikan oleh Anton Landi, yang disebut sebagai anggota DPRD sekaligus Koordinator Wilayah DPD PDI Perjuangan NTT, bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Sumba Barat Daya Alfian Alphawan Rangga Kaka, serta anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan SBD Marselinus dan Octavianus Dapa Talu.

Bagi Kornelis, bantuan tersebut bukan hanya soal kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap warga yang sedang menghadapi kondisi sulit setelah bencana.

Ia mengaku telah menjadi bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan sejak lama dan menyatakan dirinya sebagai keluarga militan partai tersebut di Desa Waikadada.

“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Rumah kami rusak berat dan sudah tidak bisa ditempati lagi. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Kornelis.

Peristiwa tersebut sekaligus menggambarkan dampak gempa terhadap warga di wilayah Kodi Bangedo, khususnya masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian serta bantuan pascabencana.

SILETSUMBA.COM — Tajam, Aktual dan Terpercaya.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.