Redaksi Silet Sumba
Penulis: Redaksi Silet Sumba
18 October 2025 - 00:20 WITA

Pesona Sumba Barat di Panggung Festival Seni Budaya: Maureen Priscilla A. Malo Soroti Isu Kesejahteraan Rakyat dalam Lomba Pidato

Pesona Sumba Barat di Panggung Festival Seni Budaya: Maureen Priscilla A. Malo Soroti Isu Kesejahteraan Rakyat dalam Lomba Pidato
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Sumba Barat, siletsumba.com - Semangat pelestarian budaya dan isu pembangunan daerah menjadi fokus utama dalam gelaran Festival Seni Budaya Sumba Barat - Spesial Antar Pelajar. Acara yang mengusung tema "Pelajar Berkarya Budaya Terjaga" ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan aspirasi dan pandangan mereka.

​Salah satu momen penting dalam festival ini adalah Lomba Pidato Bahasa Indonesia jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Sumba Barat 17 Oktober 2025. Di panggung ini, Maureen Priscilla Angeline Malo tampil memukau dengan pidato bertema pariwisata yang berjudul "Pariwisata Berkembang, Masyarakat Berdaya, Kehidupan Bermakna."

​Sebagai seorang pelajar, Maureen menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap perkembangan pariwisata di Sumba Barat. Dalam pidatonya, ia tidak hanya memuji keindahan alam dan kekayaan budaya "tanah Marapu" ini, tetapi juga menyoroti ironi yang masih membayangi.

​"Di balik pesonanya, tersimpan ironi, yakni wisata terus berkembang, tetapi kesejahteraan rakyat belum benar-benar dirasakan," ujar Maureen dengan lugas.

​Mengutip data dari BPS NTT tahun 2024, Maureen memaparkan bahwa kunjungan wisatawan Nusantara ke Sumba Barat meningkat 27%, namun pada tahun yang sama, jumlah penduduk miskin nyaris tidak bergeser, hanya turun 1,16%.

​"Jika kunjungan bisa meningkat 27%, tetapi kemiskinan nyaris tak bergeser, maka di mana letak manfaatnya bagi rakyat?" tanyanya, memberikan sentuhan kritis dan menggugah dalam pidatonya.

​Maureen kemudian menawarkan solusi konkret, merujuk pada kesuksesan ekowisata berbasis komunitas di Labuan Bajo. Ia menekankan pentingnya:

​Perbaikan infrastruktur dasar di lokasi wisata.

​Penguatan BUMDes agar keuntungan wisata kembali ke warga.

​Pelatihan masyarakat lokal sebagai pelaku utama ekowisata.

​Promosi pariwisata yang merata dan berkeadilan.

​Ia mengakhiri pidatonya dengan pesan yang kuat, "Pariwisata tidak akan pernah berkelanjutan bila melupakan manusianya, dan kesejahteraan tidak akan pernah bertahan bila mengabaikan alamnya." Maureen mengajak semua pihak untuk membangun pariwisata Sumba Barat yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga menghidupkan hati dan menyejahterakan rakyatnya.

​Penampilan Maureen Priscilla Angeline Malo tidak hanya mendapatkan apresiasi dari dewan juri dan hadirin, tetapi juga menjadi bukti bahwa pelajar di Sumba Barat memiliki kesadaran tinggi akan isu-isu sosial dan ekonomi di daerah mereka. Keberaniannya menyuarakan isu sensitif dengan data dan solusi menunjukkan kualitas generasi muda yang siap menjadi agen perubahan.

​Festival Seni Budaya Sumba Barat ini diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat berkarya di kalangan pelajar, sekaligus menjadi jembatan untuk dialog konstruktif antara generasi muda, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya memajukan Sumba Barat.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.