Nasabah Geram: BPKB Ditahan, Denda Smart Waitabula Janggal! Smart Waitabula dipolisikan?
Waitabula, siletsumba.com - Kasus dugaan praktik tidak profesional kembali mencoreng nama lembaga keuangan di Sumba Barat. Kornelis Malo Bili, warga Waitabula, mengeluhkan sulitnya pengambilan BPKB kendaraannya di Smart Waitabula, meskipun pinjaman telah lunas.
"Pada waktu itu kami maju di Smart lewat nama kakak saya. Kami menarik pinjaman sebanyak empat puluh juta. Selama 2 tahun, saya sudah selesaikan pinjaman dan sudah lunas," ungkap Kornelis kepada Silet Sumba, Kamis (25/09/2025).
Namun, saat hendak mengambil BPKB, pihak Smart Waitabula menolak dengan alasan adanya denda sebesar Rp 16 juta.
"Pada waktu lunas Bapak minta BPKB oto, apa alasan dari pihak Bank Smart?" tanya redaksi Silet Sumba. Kornelis menjawab, "Karena masih ada tunggakan denda. Dan sebesar 16 jt, dan saya tidak sanggup 16 jt ini dan saya masih bertanya tanya denda uang 16jt ini dari mana?"
Kejadian ini memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat, yang juga mantan pegawai asuransi jiwa seraya kabupaten Sumba Barat pada waktu itu.
"Kalau pendapat saya Gidion Bulu Ngongo sebagai keluarga dan sebagai tokoh masyarakat sangat menyesal. Karena apa? Nasabah sudah selesaikan pinjamannya hanya gara-gara masih ada denda. Akhirnya ditahan BPKB. Dan denda ini enam belas juta ini harus jelas dari mana? Padahal sudah selesaikan pinjamannya dan hanya tunggak harian kok enam belas juta dari mana? yang kami tanya sebagai tokoh masyarakat dan sebagai warga. dari mana? Perhitungan dari mana yang dipakai oleh SMART? Dengan denda sampai 16 juta" ujarnya dengan nada geram.
Ia juga mempertanyakan kebijakan potongan denda yang ditawarkan pihak Smart.
"Yang kedua bilang ada kebijakan dipotong enam juta nah kalau benar-benar sudah enam belas juta kenapa dipotong lagi? Ada apa? Berarti ada sesuatu yg tidak beres didalam SMART ini," tegasnya.
Tokoh masyarakat tersebut mendesak pihak Smart Waitabula untuk transparan dan mengedepankan kepentingan rakyat kecil.
"Saya minta kepada SMART. Artinya harus betul-betul melihat kepada rakyat kecil jangan sampai diperdaya. Saya minta ini sebagai tokoh masyarakat harus jelas sehinggah BPKB tolong dikembalikan sebelum banyak nasabah yang protes. Itu saja harapan kami sebagai tokoh masyarakat sebagai keluarga. Kepada oknum oknum yang disebutkan nama tadi kalau benar-benar menyampaikan 16jt, tolong dikembalikan BPKB, minta pimpinannya tolong dikembalikan sehinggah nama daripada SMART itu tetap dan jangan ada persoalan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Smart Waitabula belum memberikan keterangan resmi terkait permasalahan ini. Silet Sumba akan terus menggali informasi dan berupaya mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait.