KONDISI MEMBURUK! Alami Sesak Napas, Satu Siswa SMA Alfonsus Dilarikan ke RSUD Waikabubak
Sumba Barat Daya, siletsumba.com - Penanganan kasus dugaan keracunan massal Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sumba Barat Daya (SBD) memasuki babak baru. Seorang siswi dari SMA Alfonsus terpaksa harus dirujuk dari Puskesmas Watu Kawula ke RSUD Waikabubak, Sumba Barat, pada Selasa (11/11/2025), karena kondisinya dinilai memburuk dan mengalami sesak napas.
Langkah rujukan darurat ke luar daerah ini mengindikasikan dua kemungkinan: kondisi siswa yang kritis sehingga memerlukan penanganan khusus, atau fasilitas kesehatan di SBD (RS Karitas dan RSU Reda Bolo) sudah tidak mampu menampung lonjakan pasien.
Dalam rekaman video dan foto yang diperoleh siletsumba.com, siswa tersebut tampak terbaring lemas di atas brankar dengan selang infus terpasang di tangannya. Seorang tenaga medis perempuan dengan sigap mendampingi dan memberikan penanganan di dalam ambulans.
"Ini salah satu pasien, siswa SMA Alfonsus, yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak, Sumba Barat," ujar seorang pria dalam rekaman video tersebut.
Perekam video juga menegaskan bahwa siswa ini adalah bagian dari insiden keracunan massal yang terjadi.
"Korban makanan bergizi gratis (MBG). Korban mengalami sesak napas, sehingga ada penanganan lebih lanjut dari dokter untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Waikabubak," jelasnya.
Insiden ini mengonfirmasi bahwa korban tidak hanya berasal dari SMA Manda Elu, tetapi juga menimpa siswa dari SMA Alfonsus. Evakuasi siswa ini dari Puskesmas Watu Kawula diawasi langsung oleh beberapa orang yang mengenakan seragam berlogo "ALFONSUS".
Dirujuknya korban hingga ke kabupaten tetangga menunjukkan parahnya dampak dari insiden keracunan ini, yang sebelumnya telah membuat RSU Reda Bolo dan RS Karitas kewalahan hingga merawat puluhan siswa di lantai koridor.