Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
11 June 2026 - 21:49 WITA

Diduga Sindikat Loker Fiktif, YKB Disekap dan Dianiaya di Bali, Warga Sumba Peduli Kemanusiaan Desak Polda Bali Usut Tuntas

Diduga Sindikat Loker Fiktif, YKB Disekap dan Dianiaya di Bali, Warga Sumba Peduli Kemanusiaan Desak Polda Bali Usut Tuntas
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Bali, siletsumba.com - BALI – Kasus dugaan penyekapan dan kekerasan terhadap pemuda asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YKB (24), diduga terkait sindikat lowongan kerja fiktif di Bali, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Imanuel Karango, Pemuda Sumba Peduli Kemanusiaan, turut menyuarakan desakan agar aparat kepolisian, khususnya Polda Bali, mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap jaringan pelaku yang diduga terlibat. Peristiwa ini kini dalam penanganan Polsek Kuta dan Polresta Denpasar.

Imanuel Karango dikenal sebagai wartawan sekaligus aktivis pemuda asal Sumba. Di Bali, ia pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Kodi di Bali (2019–2020), serta aktif sebagai Satgas Komunitas Perantau Kodi Bali (Kopas Bali). Ia juga merupakan anggota Ikatan Keluarga Sumba di Bali dan bagian dari Forum Pemuda & Mahasiswa Sumba di Bali.

Saat ini, Imanuel Karango juga tercatat sebagai salah satu inisiator Pemuda Peduli Kemanusiaan Kodi–Sumba Barat Daya, sebuah gerakan yang fokus pada isu-isu sosial, kemanusiaan, serta advokasi bagi masyarakat Sumba, khususnya para perantau yang menghadapi persoalan hukum, ekonomi, dan sosial.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban awalnya mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai staf administrasi dan asisten pribadi melalui media sosial dengan iming-iming pekerjaan di Bali. Korban kemudian diminta datang untuk mengikuti proses wawancara dan penandatanganan kontrak kerja di lokasi yang telah ditentukan.

Namun setibanya di lokasi, korban diduga tidak mendapatkan pekerjaan sebagaimana dijanjikan. Ia justru mengaku mengalami intimidasi, perampasan barang pribadi seperti telepon genggam, laptop, KTP, dan paspor, serta dugaan penyekapan dan kekerasan fisik hingga mengalami luka.

Kasus ini semakin menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya permintaan uang tebusan kepada pihak keluarga korban dengan nilai mencapai Rp100 juta disertai ancaman keselamatan korban.

Dalam perkembangan berikutnya, korban dilaporkan berhasil melarikan diri dalam kondisi luka dan panik sebelum meminta pertolongan warga sekitar dan melapor ke pihak kepolisian. Saksi menyebut korban datang dalam keadaan terluka di bagian wajah dan pelipis.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Kuta bersama Polresta Denpasar telah melakukan langkah penyelidikan awal, termasuk pemeriksaan saksi, pengecekan lokasi kejadian, pengumpulan barang bukti, serta penelusuran identitas para terduga pelaku. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman.

Kelompok masyarakat Warga Sumba Peduli Kemanusiaan juga menyatakan sikap dan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan sindikat yang terlibat, mengungkap seluruh pelaku, serta memberikan perlindungan hukum kepada korban.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas legalitasnya, khususnya yang beredar melalui media sosial, karena berpotensi menjadi modus kejahatan yang menyasar masyarakat dari daerah.

Hingga saat ini, kasus dugaan penyekapan dan kekerasan terhadap YKB masih dalam proses penyelidikan intensif oleh Polsek Kuta dan Polresta Denpasar.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.