Miris! Siswa SD-TK Bondo Delo Belajar Duduk di Lantai, Kepala Sekolah Mohon Bantuan Meubeler
SD - TK Bondo Delo, siletsumba.com - Wewewa Selatan, Sumba Barat Daya — 24 Agustus 2026 — Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan. Kondisi tersebut terlihat di SD-TK Bondo Delo, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, di mana para guru harus mengajar tanpa meja dan kursi yang memadai.
Para siswa-siswi terpaksa duduk di lantai saat mengikuti pembelajaran dan menerima materi yang disampaikan oleh guru-guru mereka.
Kepala SD-TK Bondo Delo, Dolof Beda, kepada Siletsumba.com menyampaikan bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak di wilayah tersebut.
“Guru-guru harus mengajar kepada anak-anak sekolah tanpa meja dan kursi. Para siswa-siswi harus duduk di lantai untuk belajar dan menerima pelajaran,” ujar Dolof Beda.
Dibantu Yayasan Bali Life Foundation
Di tengah keterbatasan tersebut, SD-TK Bondo Delo mendapatkan perhatian dan bantuan dari Yayasan Bali Life Foundation.
Yayasan tersebut saat ini membantu pembangunan gedung sekolah yang masih dalam proses pengerjaan dan finishing.
Selain itu, Yayasan Bali Life Foundation juga memberikan dukungan berupa penambahan dua ruang kelas baru. Bantuan lainnya berupa satu unit sumur bor, yang saat ini juga masih dalam proses pengerjaan.
Menurut Dolof Beda, kontribusi Yayasan Bali Life Foundation sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan di SD-TK Bondo Delo.
Yayasan tersebut dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak di daerah yang masih mengalami keterbatasan sarana dan prasarana.
Mohon Perhatian Pemerintah dan DPRD
Melalui Siletsumba.com, Kepala SD-TK Bondo Delo, Dolof Beda, memohon perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk membantu memenuhi kebutuhan meubeler sekolah, terutama meja dan kursi bagi para siswa.
Permohonan tersebut ditujukan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Ketua, Wakil Ketua dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya.
Menurutnya, meja dan kursi bukan sekadar fasilitas pelengkap, tetapi merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar.
Para siswa yang saat ini harus duduk di lantai merupakan bagian dari generasi emas 2045 yang sedang dipersiapkan melalui pendidikan sejak dini.
“Kiranya Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan pimpinan DPRD dapat tergerak hatinya untuk membantu meubeler bagi anak-anak kami. Mereka adalah generasi emas 2045 yang membutuhkan tempat belajar yang layak,” harap Dolof Beda.
Pendidikan di Daerah Terpencil Jangan Dibiarkan Sendiri.
Kondisi SD-TK Bondo Delo menjadi gambaran bahwa pembangunan pendidikan di daerah terpencil masih membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Kehadiran Yayasan Bali Life Foundation melalui pembangunan gedung, penambahan ruang kelas dan bantuan sumur bor menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, lembaga sosial dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemerataan pendidikan.
Kini, harapan sekolah tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan DPRD agar kebutuhan meubeler dapat segera diwujudkan sehingga anak-anak tidak lagi harus duduk di lantai ketika mengikuti proses pembelajaran.
Siletsumba.com — Tajam, Aktual, Terpercaya.