Hero Image
PECAH! KRISTINA BILI 'MELEDAK', BONGKAR STRATEGI 'UANG SIRIH PINANG' 20 JUTA UNTUK 'REM' KASUS PMI

Dalam sebuah pengakuan yang blak-blakan dan penuh emosi, aktivis kemanusiaan Kristina Bili membeberkan strategi menegangkan di balik layar pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumba. Ia mengungkapkan adanya dana "sirih pinang" sebesar Rp 20 juta yang disiapkan untuk seorang pendeta, yang bertujuan agar kasus ini tidak "terlalu vulgar" atau meledak di publik.​Kristina Bili "meledak" dan meluapkan kekecewaannya, bukan pada sang pendeta, tetapi pada pihak keluarga PMI yang dinilainya lambat mengirimkan dana tersebut, sehingga nyaris menggagalkan lobi penting yang sedang ia bangun.​"Maksud saya, ketika saya mau bertemu Pak Pendeta, itu sirih pinang sudah pegang!" tegas Bili dengan nada tinggi dalam wawancara eksklusif, (24/10/2025). "Makanya saya marah sekali. Harusnya kalian sudah siapkan memang!"​Operasi 'Bawah Tangan' Amankan Pemulangan​Kristina Bili menjelaskan bahwa ia diminta oleh para keluarga untuk melakukan negosiasi "baik-baik" dengan seorang pendeta yang telah memegang data dan informasi krusial mengenai para PMI.​Tujuannya ada dua: pertama, mengucapkan terima kasih atas bantuan sang pendeta. Kedua, meminta agar kasus ini diredam dan proses pemulangan dapat berjalan "di bawah tangan" atau secara senyap.​"Mereka meminta saya, bisa tidak komunikasi baik-baik dengan Pak Pendeta... sampaikan kita berterima kasih," ujar Bili.​Permintaan untuk meredam kasus ini, menurut Bili, datang dari kekhawatiran agar tidak berimbas pada agen-agen (PT) lain dan membuat proses pemulangan PMI lainnya menjadi lebih sulit.​"Supaya jangan terlalu tunggar. Supaya jangan berimbias ke PT-PT yang lain... tetapi di bawah tangan kita tetap proses anak-anak ini tetap pulang," ungkapnya, menirukan permintaan para keluarga.​'Bukan Uang Sogok, Ini Adat'​Dana Rp 20 juta tersebut, tegas Bili, bukanlah uang sogokan. Ia mengkategorikannya sebagai "sirih pinang", sebuah tradisi adat Sumba sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih.​"Bentuk ucapan terima kasih, adalah sirih pinang ini," jelasnya. "Bukan sogok... kita orang Sumba, budaya orang Sumba itu biasa sirih pinang."​Namun, momentum menjadi krusial. Bili sangat marah karena uang "sirih pinang" itu tak kunjung masuk ke rekeningnya saat ia sudah harus bertemu dengan sang pendeta. Ia merasa dilempar ke "medan perang" tanpa "senjata".​"Saya tidak enak kalau saya mau masuk ke sana minimal kita sudah pegang memang ini sirih pinang. Jangan setelah sudah selesai bertemu baru kalian [kirim]. Tidak mungkin ini hari saya pergi selesai ngomong, besok saya balik lagi," geramnya.​Klarifikasi Dana Operasional 10 Juta​Dalam kesempatan yang sama, Kristina Bili juga meluruskan simpang siur soal dana Rp 10 juta yang ia terima sebelumnya. Ia membenarkan adanya dana itu, namun menegaskan itu adalah murni biaya operasional untuk pergerakannya di lapangan.​"Bukan saya yang minta dan bukan saya yang tentukan harga sekian, tidak. Mereka yang kirim sendiri untuk operasional, uang makan, rokok, dan lain-lain dengan teman-teman," katanya.​Hingga berita ini diturunkan, proses pemulangan PMI telah disepakati berjalan bertahap mulai Oktober, November, hingga Desember, seiring pengurusan surat-surat perjalanan laksana paspor (SPLP).

3 bulan yang lalu