Penyiraman sirtu pada jalan di Desa Menne Ate, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan alokasi dana desa (ADD) menuai protes warga. Pantauan awak media pada Minggu sore, 21 September 2025, menunjukkan bahwa jalan tersebut tidak dirapikan dan tidak dipadatkan setelah penyiraman.Kondisi ini memicu keluhan dari masyarakat Dusun 3 Kasiku Mareda, Desa Menne Ate. Mereka menilai pengerjaan jalan tersebut tidak optimal dan terkesan asal jadi. Selain itu, ketiadaan tembok penahan pada sisi jalan juga menjadi sorotan, menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor dan kerusakan lebih lanjut."Awal dibuka jalan tersebut ada tembok penahan, tetapi dalam perjalanannya tembok penahan tidak ada lagi karena tidak ada lagi dananya," ujar Ibu Margaretha Koni Bulu, seorang warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya.Warga Desa Menne Ate, mengkonfirmasi adanya protes tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah Desa Menne Ate terkait keluhan warga dan kondisi jalan yang menjadi sorotan.Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan infrastruktur di Sumba Barat Daya. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini dan memastikan penggunaan dana desa yang transparan dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat.
Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT - Tamo Ama Bora, salah seorang penerima manfaat program perumahan untuk mengatasi kawasan kumuh, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak supplier atas respons cepat dan penggantian bahan material bangunan yang sebelumnya tidak sesuai standar.Menurut Tamo Ama Bora, material seperti pasir, batu persegi, dan papan yang awalnya didistribusikan, kini telah diganti dengan material baru yang lebih berkualitas. "Yang tidak sesuai sudah diganti dan sekarang kami sudah nyaman," ujarnya.Penggantian material ini dipandang sebagai langkah positif dalam memastikan kualitas bangunan yang layak huni bagi masyarakat penerima manfaat. Program perumahan ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga di Kelurahan Waitabula dan mengurangi kawasan kumuh di wilayah tersebut.Dengan material yang baru dan sesuai standar, diharapkan rumah-rumah yang dibangun akan lebih kokoh dan tahan lama, memberikan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat seperti Tamo Ama Bora.
Stepanus Umbu Pati