Waspada ASF Kembali Mengintai, Peternak Minta Tindakan Cepat Pemerintah
Elopada, siletsumba.com - SUMBA BARAT DAYA, SILETSUMBA.COM – Kekhawatiran terhadap penyebaran kembali virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika mulai dirasakan masyarakat peternak di wilayah Sumba. Memasuki musim hujan, warga berharap ada langkah cepat dan terukur dari pemerintah daerah untuk mencegah dampak yang lebih luas
Edu Dendo, warga Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan bahwa ternak babi merupakan sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga kecil di Sumba.
“Dulu saat virus menyerang, masyarakat kecil sangat terdampak. Banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari ternak babi. Sekarang musim hujan mulai lagi, kami khawatir ASF muncul kembali,” ujarnya, Jumat (13/02/2026).
Menurut Edu, pemerintah melalui Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya perlu segera turun tangan melakukan langkah antisipatif, seperti sosialisasi, pemeriksaan kesehatan ternak, serta pengawasan lalu lintas babi antarwilayah.
Virus ASF dikenal sebagai penyakit menular pada babi dengan tingkat kematian tinggi dan belum memiliki vaksin yang efektif secara luas. Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak langsung antarternak, sisa makanan terkontaminasi, maupun peralatan kandang yang tidak higienis.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan biosekuriti di kandang, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melapor kepada petugas apabila ditemukan gejala seperti demam tinggi, hilang nafsu makan, atau kematian mendadak pada ternak.
Upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dinilai sangat penting guna melindungi sumber ekonomi keluarga serta menjaga stabilitas peternakan di Kabupaten Sumba Barat Daya. (Siletsumba)