Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
18 March 2026 - 14:08 WITA

SILET SUMBA Rabu, 18 Maret 2026“PUPUK DISULAP JADI EMAS GELAP: PETANI MENANGIS, DINAS–DISTRIBUTOR–PENGECER DI UJUNG PISAU!”

SILET SUMBA Rabu, 18 Maret 2026“PUPUK DISULAP JADI EMAS GELAP: PETANI MENANGIS, DINAS–DISTRIBUTOR–PENGECER DI UJUNG PISAU!”
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Desa Lolo Ole dan Desa Redapada, siletsumba.com - Tangis petani belum kering. Jeritan soal kelangkaan pupuk subsidi terus menggema di ladang-ladang kering. Tapi di balik jeritan itu, fakta lapangan justru menampar lebih keras: pupuk ada—tapi menghilang dari tangan yang berhak, lalu muncul di pasar gelap dengan harga mencekik!

Di antara Desa Lolo Ole dan Desa Redapada, pupuk subsidi diduga beredar bebas hingga Rp250 ribu per sak. Angka yang tak hanya melampaui logika, tapi juga menampar nurani—di saat petani harus memilih antara menanam atau menyerah.

Temuan panas ini diungkap langsung oleh jurnalis Silet Sumba, Stepanus Umbu Pati, yang mengendus dugaan permainan distribusi di tujuh desa:

Redapada

Lolo Ole

Luakoba

Marokota

Sangu Ate

Menne Ate

Weekombaka

BANSOS & PKH: JALUR SUNYI ATAU JALUR SILUMAN?

Di saat bantuan sosial (BANSOS) dan PKH digelontorkan untuk rakyat kecil, justru di momen itulah pupuk subsidi diduga ikut “menyusup” dalam arus distribusi. Bantuan untuk bertahan hidup… berubah jadi celah untuk bermain untung?

DINAS PERTANIAN: DI MANA PENGAWASAN?

Sorotan kini mengarah ke Dinas Pertanian. Publik bertanya keras:

Apakah ini kelalaian… atau pembiaran yang disengaja?

Jika pupuk bisa “hilang arah”, siapa yang menutup mata?

DISTRIBUTOR & PENGECER: RANTAI YANG RETAK?

Distributor dan pengecer kini tak bisa lagi bersembunyi di balik sistem.

Dugaan permainan harga, penyaluran tak sesuai mekanisme, hingga pengalihan pupuk subsidi menjadi bayang-bayang yang makin nyata.

Jika benar—ini bukan sekadar pelanggaran. Ini perampasan hak petani secara terang-terangan.

INI BUKAN SEKADAR KELANGKAAN—INI SKANDAL!

Ketika pupuk dijadikan komoditas gelap, yang dipertaruhkan bukan hanya hasil panen… tapi masa depan pangan dan kepercayaan rakyat.

Silet Sumba mencium aroma yang tak biasa. Dan ketika bau itu semakin menyengat, satu hal pasti:

ada yang sedang bermain… dan rakyat kecil jadi korban.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.