Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
22 March 2026 - 18:18 WITA

🩸 SILET SUMBA — BERITA EKSKLUSIF 🩸“02.34 HILANG… 04.30 DITEMUKAN DILINDAS… LUKA-LUKA INI MEMBISIKKAN DUGAAN KEKERASAN!”

🩸 SILET SUMBA — BERITA EKSKLUSIF 🩸“02.34 HILANG… 04.30 DITEMUKAN DILINDAS… LUKA-LUKA INI MEMBISIKKAN DUGAAN KEKERASAN!”
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Gokat, siletsumba.com - WAITABULA, 21 MARET 2026 — Misteri kematian Damaris Ronga Milla Mesa alias Mama Alvin semakin dalam dan mengguncang hati publik. Bukan sekadar kehilangan, tetapi rangkaian peristiwa yang memunculkan dugaan kuat adanya kekerasan sebelum korban ditemukan di jalan raya.

Dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis Silet Sumba, keluarga membuka kembali detik-detik terakhir yang kini terasa penuh kejanggalan.

Pada 21 Januari 2026 sekitar pukul 02.00 WITA, di Lete Timmuna, Desa Dedepada, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Mama Alvin masih terlihat bersama Mama Nona alias Agustina Lende, menggoreng kopi untuk persiapan menjemput jenazah keluarga dari Waingapu, Sumba Timur.

Tak lama berselang, suasana berubah mencekam.

Pukul 02.34 WITA, telepon pertama penuh kepanikan:

Mama Alvin hilang.

Pukul 02.43 WITA, suaminya, Marten Malo Nono alias Bapak Alvin, kembali mengabarkan kepada keluarga di Waitabula:

“Mama Alvin hilang…”

Waktu berjalan cepat. Pencarian dimulai. Kecemasan berubah menjadi ketakutan.

Hingga akhirnya, pada pukul 04.30 WITA, Mama Alvin ditemukan di KM 8, pinggir jalan raya negara Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur dalam kondisi mengenaskan—diduga dilindas kendaraan roda empat, dengan luka parah di bagian perut akibat tekanan ban mobil.

Namun kesaksian warga membuat kejadian ini semakin memilukan:

Mama Alvin masih hidup saat ditemukan.

Kaki dan tangannya masih bergerak… seolah berjuang di detik-detik terakhirnya.

Yang lebih mengguncang, keluarga mengungkap adanya luka-luka yang tidak bisa diabaikan:

di wajah,

di bawah dagu hingga dekat tenggorokan,

di bahu kanan,

dan di bagian perut—

yang disebut menyerupai luka sayatan benda tajam dan benturan benda tumpul.

Luka-luka ini memunculkan dugaan kuat bahwa telah terjadi peristiwa kekerasan dan penganiayaan sebelum korban ditemukan dilindas mobil roda empat—sebuah misteri yang hingga kini belum terungkap.

Kini, kasus ini telah resmi diadukan ke unit PPA Reskrim Polres Sumba Barat Daya, NTT. Pihak kepolisian diketahui sedang melakukan proses pemanggilan terhadap keluarga terdekat almarhum serta orang-orang yang bersama korban sebelum peristiwa terjadi, sebagai bagian dari upaya mengungkap fakta yang sebenarnya.

Di tengah duka mendalam, saudara kandung almarhumah turut bersuara dan berharap keadilan ditegakkan. Mereka adalah:

Yusuf Lende Wara

Felisitas Damma Nairo

Yuliana Padaka

Magda Lena Somma Sawa

Martinus Malli Ngara

Lusia Dewu Lero

Noviana Ngongo

Linceana Ngongo

Yohanis Komba

Erniyati Lali Peka

Nama-nama ini bukan sekadar daftar keluarga…

mereka adalah saksi luka, saksi kehilangan, dan suara yang terus menuntut kebenaran.

“Kami tidak akan diam… kami ingin kebenaran terungkap,” ungkap salah satu keluarga dengan penuh harap.

Dari dapur tempat kopi digoreng…

ke laporan hilang dalam hitungan menit…

hingga ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka-luka yang mengundang tanya…

Semua masih menjadi kepingan misteri.

Apa yang sebenarnya terjadi dalam rentang waktu itu?

Dan siapakah yang harus bertanggung jawab?

Silet Sumba akan terus mengawal.

Karena ini bukan sekadar tragedi.

Ini adalah luka… yang menuntut keadilan.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.