Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
30 March 2026 - 02:20 WITA

SAAT ALSINTAN TERTAHAN DI RUJAB, KAMERA DAN KEKUASAAN BERTEMU DI DEPAN PAGAR

SAAT ALSINTAN TERTAHAN DI RUJAB, KAMERA DAN KEKUASAAN BERTEMU DI DEPAN PAGAR
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Depan Pagar Rumah Jabatan Bupati, siletsumba.com - Sumba Barat Daya — Fakta lapangan kembali mengundang perhatian publik. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diperuntukkan bagi kelompok tani, terlihat tersimpan di Rumah Jabatan (Rujab) 1 Bupati Sumba Barat Daya.

Kronologi awal bermula pada Jumat, 27 Maret 2026, ketika jurnalis TipikorInvestigasiNews, Gunter Meha, bersama jurnalis Obor Sumba, Tote Kalumbang, yang berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di depan Rujab dari arah SMK Pancasila.

Saat melewati pintu masuk pertama dan kedua Rujab 1, keduanya melihat langsung keberadaan alsintan di dalam area tersebut.

Melihat hal itu, Gunter Meha kemudian menghentikan kendaraan, lalu bergerak mendekati pagar untuk memastikan temuan sekaligus mengambil gambar dan video dari luar pagar.

Karena pandangan terhalang pagar terali, ia berdiri di atas pondasi pagar—bukan memanjat atau masuk ke dalam area Rujab—guna mendapatkan sudut visual yang lebih jelas.

Sementara itu, berdasarkan pantauan dari kejauhan oleh Pemred siletsumba.com, Pemred Pasola Pos, serta jurnalis BrantasTipikorNews yang berada di rumah makan dekat Lapangan Galatama, aktivitas peliputan tersebut berlangsung dari luar area dan tidak melanggar batas fisik Rujab.

Namun situasi berkembang.

Ketika rombongan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla Ngadu Bonnu, datang dari arah Bandara Lede Kalumbang Tambolaka dan menghentikan kendaraan di depan Rujab, serta terjadi tanya jawab dengan jurnalis di lokasi, Pemred siletsumba.com dan Pemred Pasola Pos kemudian bergeser menuju titik kejadian.

Keduanya menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh Pemred Pasola Pos, sementara Pemred siletsumba.com dibonceng, guna memastikan langsung dinamika yang berlangsung di depan pagar Rujab.

Di lokasi, Bupati turun dari kendaraan dan menghampiri Gunter Meha yang sedang melakukan dokumentasi.

Terjadi dialog langsung.

Jurnalis mengajukan pertanyaan:

kapan alsintan tersebut berada di Rujab 1?

Bupati menjawab bahwa alsintan tersebut sudah berada di lokasi “beberapa hari yang lalu”, serta menyebut bantuan itu berasal dari pemerintah pusat.

Namun, jawaban tersebut tidak disertai rincian waktu dan tanggal pasti.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan agar jurnalis menanyakan dan berkoordinasi lebih lanjut terkait keberadaan alsintan tersebut kepada pihak yang berwenang.

Jawaban ini memunculkan pertanyaan lanjutan di kalangan jurnalis yang hadir di lokasi.

Jika bantuan sudah ada sejak “beberapa hari lalu”,

mengapa belum sampai ke petani?

Mengapa disimpan di Rujab, bukan di gudang resmi Dinas Pertanian?

Dan berapa lama proses ini akan berlangsung?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci dan resmi terkait alasan penggunaan Rujab sebagai lokasi penyimpanan alsintan tersebut.

Dalam konteks pertanian, waktu distribusi menjadi faktor krusial. Keterlambatan dapat berdampak langsung pada aktivitas tanam dan produktivitas petani.

Peristiwa ini menjadi catatan penting:

fakta telah terlihat, kronologi telah menguat, dialog telah terjadi,namun penjelasan masih dinantikan.

Silet Sumba menegaskan, transparansi dalam pengelolaan bantuan publik adalah sebuah keharusan.

Publik kini menunggu:

penjelasan yang utuh, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.