Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
20 February 2026 - 22:40 WITA

NYARIS KORBAN DI JEMBATAN BAMBU RAPUH, BRIMOB TURUN TANGAN: PEMBANGUNAN DIMULAI 21 FEBRUARI 2026

NYARIS KORBAN DI JEMBATAN BAMBU RAPUH, BRIMOB TURUN TANGAN: PEMBANGUNAN DIMULAI 21 FEBRUARI 2026
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Dikira, siletsumba.com - Sumba Barat Daya, 20 Februari 2026 – Kondisi jembatan gantung darurat berbahan bambu di Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga. Jembatan sepanjang kurang lebih 25 hingga 40 meter itu menjadi satu-satunya akses penyeberangan sungai bagi masyarakat.

Jembatan tersebut digunakan setiap hari oleh warga Desa Dikira dan warga Desa Dangga Manu untuk beraktivitas—mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, para ibu yang membawa kebutuhan rumah tangga, hingga warga yang menuju kebun dan pasar.

Berdasarkan pantauan langsung jurnalis Silet Sumba di lokasi pada Jumat sore (20/2/2026), jembatan tersebut dalam kondisi tidak layak. Pijakan bambu terlihat mulai lapuk, tali pengikat seadanya, serta struktur yang bergoyang saat dilintasi.

Saat survei berlangsung yang dilakukan Danyon Brimob PELOPOR C bersama anggota di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, turut hadir Kepala Desa Pada Eweta, Gregorius Dadongo, serta Kepala Desa Dikira, Yulius Anggo Ate.

Insiden nyaris terjadi di hadapan rombongan dan warga. Seorang ibu yang menjunjung termos nasi di atas kepalanya melintasi jembatan tersebut, diikuti anaknya dari belakang. Saat berada di tengah bentangan, pijakan bambu yang rapuh membuat sang ibu kehilangan keseimbangan. Situasi menegang. Anak yang berada di belakangnya hampir ikut terjatuh.

Anggota Brimob PELOPOR C, Soleman, dengan sigap dan cepat langsung memberikan pertolongan. Ia mengamankan ibu dan anak tersebut hingga kembali stabil di atas jembatan. Kejadian itu mempertegas bahwa jembatan darurat tersebut bukan lagi sekadar tidak nyaman, tetapi berpotensi memakan korban.

Melihat kondisi nyata di lapangan, Danyon Brimob PELOPOR C, Kompol Denis Y. N. Laihitu, SH, mengambil keputusan tegas di tempat. Di hadapan kedua kepala desa, ia menyatakan bahwa perbaikan dan pembangunan kembali jembatan darurat tersebut akan segera dimulai pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Keputusan tersebut menjadi langkah cepat demi keselamatan warga Desa Dikira dan Desa Dangga Manu yang selama ini menggantungkan aktivitasnya pada jembatan bambu tersebut. Warga berharap pembangunan yang direncanakan benar-benar menghadirkan akses yang lebih aman, mengingat jembatan ini merupakan jalur vital penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat.

Silet Sumba mencatat, peristiwa nyaris jatuhnya ibu dan anak itu menjadi alarm keras bahwa keselamatan warga tidak boleh lagi bergantung pada bambu yang lapuk dan tali yang menua.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.