BUKAN PANJAT PAGAR, WARTAWAN HANYA AMBIL VIDEO ALSINTAN DARI LUAR
Tambolaka, siletsumba.com - Tambolaka, 31 Maret 2026 – Narasi viral yang menyebut adanya wartawan “memanjat pagar” Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sumba Barat Daya pada Jumat, 27 Maret 2026, mulai terurai melalui klarifikasi langsung di lapangan.
Melalui penugasan resmi redaksi Pos Kupang, jurnalis Petrus Piter melakukan konfirmasi kepada wartawan Gunter Meha dari media TipikorInvestigasiNews.id yang berada di lokasi saat kejadian.
Dalam keterangannya, Gunter Meha membantah tegas tudingan “panjat pagar” yang beredar luas di media sosial.
“Kami hanya berdiri di atas pondasi pagar terali untuk mengambil gambar. Tidak ada aksi memanjat pagar seperti yang dituduhkan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas pengambilan gambar tersebut berkaitan dengan dokumentasi alat dan mesin pertanian (alsintan) yang merupakan bantuan Pemerintah Pusat tahun 2025, yang saat itu terlihat berada di area Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat Daya.
Menurutnya, pengambilan video dilakukan dari luar dengan tujuan merekam keberadaan alsintan tersebut, yang posisinya bukan berada di gudang resmi alsintan milik Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya, melainkan tampak berada di lokasi sekitar Rujab.
“Kami hanya mengambil video alsintan yang terlihat di lokasi Rujab. Itu bukan di gudang alsintan dinas pertanian,” tambahnya.
Penjelasan ini menegaskan bahwa aktivitas jurnalistik yang dilakukan masih dalam batas pengamatan visual dari luar area, tanpa memasuki kawasan terlarang.
Klarifikasi ini menjadi penting untuk meluruskan persepsi publik yang terlanjur terbentuk akibat narasi yang tidak utuh.
Perbedaan antara “berdiri di atas pondasi pagar” dan “memanjat pagar” bukan sekadar istilah, tetapi berdampak pada penilaian etika dan potensi konsekuensi hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terkait keberadaan alsintan tersebut di lokasi Rujab.
Silet Sumba menegaskan: fakta lapangan harus menjadi dasar, bukan asumsi yang digiring menjadi opini.