Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
20 February 2026 - 20:43 WITA

Brimob Pelopor C Survei Jembatan Bambu Darurat, Danyon Putuskan Segera Perbaikan

Brimob Pelopor C Survei Jembatan Bambu Darurat, Danyon Putuskan Segera Perbaikan
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Dikira, siletsumba.com - Wewewa Timur, 20 Februari 2026 — Danyon Kompi Pelopor C, Denis Y N. Laihitu, bersama anggota Brimob PELOPOR C Kabupaten Sumba Barat Daya NTT, Kepala Desa Pada Eweta Gregorius Dadongo dan Kepala Desa Dikira Yulius Anggo Ate melaksanakan survei jembatan bambu darurat yang setiap hari dilalui anak-anak sekolah serta warga Desa Dikira dan Desa Dangga Manghu

Kegiatan ini dilakukan setelah pengecatan jembatan darurat di Dusun 4 Dimu Dede, Desa Pada Eweta, yang menghubungkan Desa Kadiwone, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Dalam pantauan langsung jurnalis Silet Sumba di lapangan, sebuah peristiwa menegangkan terjadi di hadapan Danyon. Seorang ibu bersama anaknya hampir terjatuh saat melintasi jembatan bambu yang cukup ekstrem dan licin tersebut. Melihat langsung kejadian itu, anggota Brimob PELOPOR C dengan sigap dan cekatan segera memberikan pertolongan hingga ibu dan anak tersebut berhasil menyeberang dengan selamat.

Menyaksikan kondisi jembatan yang berisiko tinggi, terlebih menjadi akses utama bagi warga Desa Dikira dan warga Desa Dangga Manghu yang berdomisili di seberang sungai, Danyon Denis Y N. Laihitu langsung mengambil keputusan di lokasi. Ia memutuskan bahwa pada Sabtu, 21 Februari 2026, jembatan tersebut akan segera dikerjakan dan diperbaiki agar lebih aman dilalui masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Keputusan cepat tersebut menjadi bentuk kepedulian dan respons nyata terhadap keselamatan warga. Jembatan darurat itu bukan sekadar akses penghubung, tetapi jalur vital kehidupan masyarakat yang setiap hari harus bertaruh keselamatan demi bersekolah, bekerja, dan memenuhi kebutuhan hidup.

Sinergi antara Brimob dan pemerintah desa diharapkan mampu menghadirkan perbaikan yang lebih layak, sehingga warga yang tinggal di seberang sungai tidak lagi dihantui rasa cemas setiap kali menyeberang.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.