BREAKING NEWS: Pasola Lamboya Kacau, Aksi Saling Lempar Batu Terekam Siaran Langsung
Pasola Lamboya, siletsumba.com - LAMBoya, Sumba Barat | 10 Februari 2026 — Ritual adat Pasola di Lamboya yang semestinya menjadi ruang sakral budaya dan tontonan bermartabat, berubah menjadi kekacauan terbuka. Aksi saling lempar batu antar peserta terekam jelas dalam siaran langsung Facebook, disaksikan ribuan pasang mata secara real time.
Alih-alih menampilkan keindahan tradisi, tayangan tersebut justru memperlihatkan lapangan Pasola berubah menjadi arena ricuh. Massa terlihat berhamburan, lemparan batu melayang tanpa kendali, sementara penonton di pinggir lapangan tampak panik dan kecewa.
Kekecewaan Publik Mengalir di Kolom Komentar
Reaksi warganet pun langsung membanjiri siaran langsung. Sejumlah komentar bernada kecewa hingga sinis muncul di layar:
“Tidak asyik kalau sudah balempar.”
“Sudah tradisi, tapi jadi kacau.”
“Tidak kacau, tapi juga tidak asik.”
Komentar-komentar tersebut mencerminkan retaknya harapan publik terhadap Pasola sebagai warisan budaya yang semestinya dijaga marwahnya, bukan dipertontonkan dalam kondisi tak terkendali.
Antara Tradisi dan Kekerasan yang Dipertontonkan.
Pasola dikenal sebagai ritual adat yang sarat makna spiritual dan simbol perdamaian. Namun kejadian hari ini menimbulkan pertanyaan serius: di mana batas antara tradisi dan kekerasan massal?
Siaran langsung yang beredar luas memperlihatkan bahwa situasi di lapangan tidak sepenuhnya terkendali, sementara upaya pengamanan tampak kesulitan meredam eskalasi emosi peserta.
Sorotan Tajam untuk Penyelenggaraan dan Pengamanan.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak terkait. Ketika ritual adat disiarkan secara luas ke ruang publik digital, setiap kekacauan tak lagi menjadi urusan lokal—tetapi konsumsi nasional, bahkan global.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak adat maupun aparat keamanan terkait penyebab pasti kericuhan dan langkah lanjutan yang akan diambil.
Satu hal jelas:
Pasola hari ini bukan hanya dipertontonkan—tetapi juga dipertanyakan.