Hero Image
Gubernur NTT Melki Laka Lena Semprot Sekda Ngada soal Kasus Bundir Siswa SD: “Ini Tamparan Keras, Kita Gagal sebagai Pemerintah!”

SILETSUMBA.COM | NGADA — Tragedi bunuh diri (bundir) seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada memantik amarah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena. Dalam sikap yang jarang ditunjukkan pejabat publik, Melki secara terbuka menyemprot Sekretaris Daerah (Sekda) Ngada dan menyebut peristiwa memilukan itu sebagai kegagalan total pemerintah.Di hadapan jajaran birokrasi, Melki tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Ia menegaskan, kematian seorang anak SD bukan sekadar musibah, melainkan alarm keras bahwa negara absen saat anak paling membutuhkan perlindungan.“Kalau seorang anak SD sampai memilih mengakhiri hidupnya, maka tidak ada alasan untuk kita cuci tangan. Ini kegagalan kita sebagai pemerintah,” tegas Melki dengan nada tinggi.Gubernur menyoroti mandeknya fungsi pengawasan dan pendampingan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Ia mempertanyakan peran Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta unit perlindungan anak, yang seharusnya mampu mendeteksi tekanan psikologis sejak dini.Menurut Melki, Sekda sebagai pengendali birokrasi tidak boleh sekadar duduk di balik meja, sementara persoalan kemanusiaan dibiarkan tumbuh hingga berujung maut.“Jangan tunggu anak mati baru kita ribut rapat. Negara harus hadir sebelum tragedi, bukan setelah peti mati ditutup,” sindirnya keras.Kasus bundir siswa SD ini dinilai sebagai cermin buram dunia pendidikan dan perlindungan anak di Ngada. Publik mempertanyakan apakah korban mengalami tekanan psikis, perundungan, atau pembiaran sistemik yang luput dari perhatian pemerintah daerah.Melki meminta agar fakta dibuka seterang-terangnya, tanpa ditutup-tutupi demi citra birokrasi. Ia juga menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh hingga ke level sekolah dan desa, termasuk penindakan tegas jika ditemukan unsur kelalaian.Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Ngada, sekaligus memantik kemarahan publik terhadap sistem yang dinilai gagal melindungi anak-anak, kelompok paling rentan yang seharusnya dijaga negara.Gubernur Melki menegaskan, kasus ini harus menjadi titik balik, bukan sekadar berita sesaat.“Satu anak mati, itu sudah terlalu mahal. Jangan sampai ada anak kedua, ketiga, dan seterusnya,” pungkasnya.

3 minggu yang lalu
Hero Image
Sudah Meninggal Sejak Agustus 2025, Santunan BPJS Ketenagakerjaan Ayah Belum Diterima Anak Kandung

Sumba Barat Daya - Adrianus Saputra Dewa, seorang anak yatim piatu yang berdomisili di Dusun 4, Desa Watu Kawula, Kecamatan Kota Tambolaka, menyampaikan keluhannya terkait hak santunan asuransi orang tuanya. Ibunya telah meninggal dunia sejak ia masih kecil.Pada 9 Agustus 2025, ayah kandungnya Alexander Dairo Ngongo meninggal dunia. Almarhum diketahui sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).Ia menuturkan pada saat penguburan ayah terkasihnya di kampung Puu Maliti Desa Luakoba - Wewewa Barat pada tanggal 12 Agustus 2025, dari pihak BPJS Ketenagakerjaan hanya menyerahkan secara simbolis dengan total Rp 42. 000.000Hingga saat ini, santunan asuransi BPJS Ketenagakerjaan tersebut belum juga dicairkan. Adrianus Saputra Dewa sebagai ahli waris sah dan anak kandung almarhum, menyatakan bahwa hak tersebut belum diterima atau belum diserahkan oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sumba Barat Daya.Keluhan tersebut disampaikan saat Adrianus menemui media siletsumba.com di Desa Lolo Ole, Kecamatan Wewewa Barat pada hari Rabu malam 4 Februari 2026, guna mencari kejelasan dan perhatian publik atas hak yang belum ia terima.

3 minggu yang lalu
Hero Image
Mobil Hilux Kerap Parkir di Depan Kos Biru, Warga Sampaikan Dugaan Aktivitas Menyimpang

Sebuah mobil Toyota Hilux dilaporkan kerap terparkir di depan sebuah rumah kos yang dikenal warga setempat sebagai kos biru. Informasi ini diterima siletsumba.com dari masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan pada 5 Desember 2025.Menurut keterangan sumber tersebut, mobil yang dimaksud disebut-sebut sering berada di lokasi itu setiap hari Jumat. Warga menduga adanya aktivitas yang dinilai tidak sesuai norma sosial. Istilah “makan jambu” yang beredar di tengah masyarakat disebut sebagai kiasan atas dugaan praktik prostitusi terselubung. Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada bukti resmi atau pernyataan dari pihak berwenang yang membenarkan dugaan tersebut.Sumber yang sama juga menyampaikan dugaan bahwa pengunjung kos tersebut berasal dari kalangan tertentu, termasuk oknum yang telah berkeluarga. Selain itu, warga mengaku resah karena beredar informasi adanya anak-anak yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA yang diduga pernah berada di lokasi tersebut. Klaim ini masih bersifat informasi awal dan memerlukan penelusuran serta verifikasi lebih lanjut.Keresahan masyarakat semakin meningkat mengingat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) disebut-sebut sebagai daerah dengan kasus HIV–AIDS tertinggi kedua di Pulau Sumba, setelah Kabupaten Sumba Timur yang berada di urutan pertama. Informasi ini, menurut warga, menjadi alarm serius bagi semua pihak karena dugaan aktivitas menyimpang, apabila benar terjadi, berpotensi memperparah persoalan kesehatan masyarakat dan mengancam generasi muda.Oleh karena itu, masyarakat mendesak aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait—termasuk dinas kesehatan dan perlindungan anak—untuk segera melakukan penelusuran, pengawasan, dan langkah pencegahan secara menyeluruh guna memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum maupun penyimpangan sosial yang berdampak luas.siletsumba.com menegaskan bahwa pemberitaan ini disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial dan kepedulian terhadap keselamatan anak serta kesehatan publik. Media ini juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak mana pun yang merasa disebutkan atau dirugikan, sesuai dengan prinsip jurnalistik yang berimbang dan bertanggung jawab.

3 minggu yang lalu
Hero Image
SPBU Radamata Tolak Isi Solar Kendaraan Pelat Luar, Surat Satlantas Polres SBD Tak Digubris

Tambolaka — Pemilik kendaraan berpelat luar daerah mengeluhkan penolakan pengisian BBM jenis solar di SPBU Samudra Harapan, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Selasa, 3 Februari 2026.Keluhan tersebut disampaikan oleh Gabriel Malo Ngongo, yang mengaku telah memenuhi seluruh persyaratan serta mengikuti prosedur yang ditetapkan. Ia bahkan menunjukkan surat resmi yang dikeluarkan oleh Satlantas Polres Sumba Barat Daya kepada awak media sebagai bukti kelengkapan administrasi.Namun demikian, menurut Gabriel, petugas SPBU tetap menolak melayani pengisian solar dengan alasan kendaraan menggunakan pelat nomor luar daerah.“Kami sudah memenuhi semua persyaratan dan mengikuti prosedur. Surat dari Satlantas Polres SBD juga sudah ditunjukkan, tetapi tetap tidak dilayani,” ujar Gabriel.Ia menambahkan, saat dimintai penjelasan, petugas SPBU tidak dapat menunjukkan aturan tertulis yang melarang pengisian solar bagi kendaraan berpelat luar daerah. Selain itu, pihak yang bertanggung jawab di SPBU tersebut juga tidak berada di tempat saat kejadian.Gabriel mengaku merasa dirugikan dan berharap ada kejelasan aturan serta pengawasan dari pihak terkait, agar pelayanan BBM bersubsidi dapat berjalan adil dan sesuai ketentuan yang berlaku.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun Pertamina terkait kejadian tersebut.

3 minggu yang lalu
Hero Image
Tragis! Bocah 13 Tahun Korban Terjangan Buaya di Pantai Retenggarong Ditemukan Tewas

SUMBA BARAT DAYA, NTT — Setelah dua hari pencarian, korban serangan buaya di pesisir Pantai Retenggarong, wilayah Rate Nggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.Korban diketahui bernama Dewo (13), yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah diterkam buaya saat mencari kepiting bersama teman-temannya pada Jumat, 31 Januari 2026.Korban ditemukan pada Senin, 2 Februari 2026, sekitar pukul 17.55 WITA. Kondisi jasad korban sangat mengenaskan, dengan kaki patah, sekujur tubuh penuh luka gigitan, diduga kuat akibat diterkam dan diseret buaya ke dalam air.“Korban sudah ditemukan, namun dalam keadaan meninggal dunia. Luka-luka di tubuhnya sangat parah akibat serangan buaya,” ujar Yos Lendu kepada jurnalis siletsumba.com melalui sambungan telepon WhatsApp.Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga, dan ibadah pemakaman dipimpin langsung oleh Pdt. Eliezer Dappa Roka, S.Th Lokasi rawan buaya dan sudah berulang kali memakan korban, Yos Lendu menegaskan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di lokasi tersebut.“Di tempat itu sudah berulang-ulang buaya memakan korban. Ini bukan kejadian baru,” tegasnya.Hal senada disampaikan Yohanis Odo Ate, Koordinator Lembaga Adat Rate Nggaro, yang mengungkapkan bahwa hampir setiap tahun wilayah tersebut memakan korban jiwa.“Hampir tiap tahun ada korban. Hanya tahun 2025 saja tidak ada korban, tetapi di akhir Januari 2026 buaya kembali menyerang dan memakan anak,” ungkapnya.Sementara itu, Sekretaris Desa Maliti Bondo Ate menyebutkan bahwa wilayah tersebut dianggap sakral dan angker oleh masyarakat setempat, karena populasi buaya yang sangat banyak. “Buaya di lokasi itu sangat banyak. Anak buaya diperkirakan ratusan ekor, buaya besar puluhan ekor. Bahkan telur buaya juga sangat banyak,” jelasnya.Warga Minta Perhatian Serius PemerintahPeristiwa tragis ini kembali membuka mata masyarakat akan bahaya serius yang mengancam warga pesisir, khususnya anak-anak yang masih sering beraktivitas di sekitar muara dan pantai.Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan, melakukan penanganan serius, termasuk:-Pemetaan wilayah rawan buaya-Pemasangan peringatan bahaya-Edukasi keselamatan bagi warga-Langkah mitigasi untuk mencegah korban jiwa kembali berjatuhanHingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BKSDA maupun pemerintah daerah terkait langkah penanganan lanjutan di lokasi rawan tersebut.

3 minggu yang lalu
Hero Image
“Jalan Rusak di Wewewa Selatan Ancam Nyawa Ibu dan Bayi, Warga Minta Perhatian Pemerintah dan DPRD”

Sumba Barat Daya – Akses jalan dari pertigaan Desa Delo menuju Desa Rita Baru, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini masih memprihatinkan. Jalan utama yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut belum tersentuh aspal dan dipenuhi batu serta tanah licin.Berdasarkan hasil investigasi jurnalis siletsumba.com pada Sabtu, 31 Januari 2026, kondisi jalan yang rusak parah ini kerap menimbulkan dampak serius, terutama dalam situasi darurat kesehatan. Sekretaris Desa Rita Baru mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, sedikitnya tiga hingga lima ibu hamil terpaksa melahirkan di tengah perjalanan saat hendak dirujuk ke rumah sakit atau puskesmas.“Kondisi jalan sangat menyulitkan. Kalau hujan, kendaraan sering tidak bisa lewat. Ibu hamil sangat berisiko,” ungkap Sekretaris Desa Rita Baru saat ditemui di kediamannya, bersama Ketua BPD, Ketua Komite SD Negeri Rita, serta seorang ibu hamil.Warga berharap pemerintah daerah segera memberi perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur jalan tersebut, mengingat jalan ini merupakan akses utama masyarakat untuk pendidikan, ekonomi, dan terutama layanan kesehatan.

3 minggu yang lalu
Hero Image
Menu MBG Kembali Didominasi Telur, Orang Tua Siswa Pertanyakan Variasi Gizi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan dari orang tua siswa penerima manfaat. Pada Senin, 2 Januari 2026, menu MBG yang dibagikan kepada siswa kembali didominasi olahan telur, sebagaimana terlihat pada paket makanan yang diterima siswa.Berdasarkan pengaduan orang tua siswa, menu berbahan dasar ayam hanya disajikan satu hari pada minggu lalu, sementara pada hari-hari berikutnya hingga hari ini, lauk utama yang diberikan kembali berupa telur. Kondisi tersebut dinilai kurang bervariasi dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keseimbangan gizi anak-anak.“Satu minggu ini anak-anak lebih sering makan telur. Ayam hanya satu kali minggu kemarin. Kami tidak menolak telur, tapi seharusnya ada variasi supaya gizinya seimbang,” ujar Iana Rewa, salah satu orang tua siswa penerima MBG, kepada jurnalis.Dalam paket MBG yang diterima siswa hari ini, terlihat nasi putih, telur olahan, tahu goreng, sayur campur, serta satu buah pisang. Meski secara kuantitas dianggap cukup, minimnya variasi sumber protein hewani menjadi perhatian utama para orang tua.Terkait hal tersebut, jurnalis siletsumba.com telah melakukan konfirmasi via sambungan telepon WhatsApp kepada Ibu Anita Nadya Mahenu. Dalam keterangannya, ia menjamin bahwa variasi menu Program Makan Bergizi Gratis dilakukan setiap minggu dan telah disusun sesuai perencanaan gizi yang ada.Namun demikian, Ibu Anita Nadya Mahenu meminta agar jurnalis siletsumba.com dapat menemui langsung Kepala Pengelola MBG untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci. Ia mengarahkan agar konfirmasi lanjutan dilakukan di pusat pengelolaan MBG yang berlokasi di Omba Lunda, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.Para orang tua berharap adanya transparansi dan evaluasi berkala, khususnya terkait variasi menu dan kualitas gizi, agar tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak.

3 minggu yang lalu
Hero Image
Seorang Anak Diterkam Buaya di Muara Pantai Rate Woya–Ratenggoro, Warga dan Keluarga Lakukan Pencarian

Maliti Bondo Ate, 1 Februari 2026 –Seorang anak dilaporkan hilang setelah diterkam seekor buaya di muara Pantai Rate Woya–Ratenggoro, Desa Maliti Bondo Ate, pada Sabtu sore, 31 Januari 2026. Hingga Minggu, 1 Februari 2026, korban belum ditemukan dan upaya pencarian masih terus dilakukan.Sejak pagi hari, masyarakat setempat bersama keluarga korban ramai berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka bergotong royong menyusuri muara sungai dan sekitar pantai dengan harapan dapat menemukan jasad korban. Suasana duka menyelimuti lokasi pencarian, terutama keluarga korban yang terus menunggu dengan penuh harap.Menurut keterangan warga setempat, kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Korban diduga berada di sekitar muara sungai sebelum tiba-tiba diterkam buaya dan terseret ke dalam air. Warga yang berada di sekitar lokasi tidak sempat memberikan pertolongan.Salah satu warga, Yos Lendu, yang berada di lokasi pencarian menyampaikan bahwa hingga hari ini masyarakat masih terus berupaya membantu keluarga korban. “Warga dan keluarga korban masih terus melakukan pencarian di sekitar muara dan pantai. Kami semua berharap korban segera ditemukan,” ujarnya.Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung dengan melibatkan masyarakat setempat dan pihak keluarga. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai dan muara yang diketahui menjadi habitat buaya.Masyarakat berharap agar korban segera ditemukan sehingga dapat dimakamkan dengan layak, serta kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Siswa SD Negeri Balla Moro Diterkam Buaya di Pesisir Pantai Retenggarong, Korban Belum Ditemukan

Balla Moro — Peristiwa tragis menimpa seorang siswa SD Negeri Balla Moro di kecamatan kodi bangedo yang diduga menjadi korban serangan buaya pada Sabtu malam, 31 Januari 2026. Kejadian tersebut terjadi saat korban bersama teman-teman sedang mencari kepiting di pesisir Pantai Retenggarong, wilayah yang diketahui merupakan habitat satwa liar.Menurut keterangan warga setempat, korban diserang secara tiba-tiba oleh seekor buaya di tepi pantai. Hingga saat ini korban belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan oleh warga bersama pihak terkait.Beberapa perahu nelayan, termasuk perahu karet, telah dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian dan perairan sekitar guna mencari korban yang diterkam binatang buas tersebut. Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri garis pantai dan area yang diduga menjadi jalur buaya.Pihak sekolah menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa ini serta berharap korban segera ditemukan. Kejadian ini menjadi duka bersama bagi keluarga korban, pihak sekolah, dan masyarakat sekitar.Pihak sekolah dan masyarakat kembali mengimbau kepada seluruh orang tua, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir pantai, agar lebih waspada dan selalu mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat berada di sekitar pantai, sungai, dan kawasan yang berpotensi berbahaya, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Gedung SD Negeri Rita Dibangun 2024 Tapi Masih Tersegel, Siswa Terpaksa Belajar dalam Kelas Gemuk

Gedung SD Negeri Rita di Desa Rita Baru Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang dibangun pada tahun 2024 melalui program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hingga kini belum dapat dimanfaatkan. Gedung sekolah tersebut masih tersegel sejak tahun 2024, meskipun secara fisik bangunan telah selesai dikerjakan.Pantauan SiletSumba di lokasi menunjukkan pintu gedung sekolah masih terkunci dan belum diserahkan kepada pihak sekolah. Kondisi ini menimbulkan perhatian publik terkait pemanfaatan fasilitas pendidikan yang telah dibangun menggunakan anggaran negara.Saat ditemui di depan gedung SD Negeri Rita yang tersegel pada hari Sabtu 31 Januari 2026, salah satu guru, Pak Fredy, menyampaikan keprihatinannya. Ia mengatakan bahwa keterlambatan penggunaan gedung baru berdampak langsung pada proses belajar mengajar.Menurut Pak Fredy, pihak sekolah masih menggunakan ruang kelas lama yang jumlahnya terbatas, sehingga terjadi penggemukan kelas. Bahkan pembagian kelas A dan B tidak dapat dilakukan, karena keterbatasan ruang kelas yang tersedia.Diketahui, penyegelan gedung dilakukan oleh kepala tukang, Stefanus Talu Popo. Penyegelan tersebut dilakukan dengan alasan upah kerja para pekerja belum dibayarkan oleh pihak kontraktor pelaksana proyek, yang diketahui bernama Ferianto Umbu Nono.Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah dan masyarakat meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya segera turun tangan, untuk memediasi persoalan yang terjadi dan memastikan hak belajar siswa tidak terus terdampak.Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana Ferianto Umbu Nono maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan pembayaran upah dan penyegelan gedung tersebut.

1 bulan yang lalu