Hero Image
DITRESSIBER POLDA BALI GEREBEK PRAKTIK PROSTITUSI ONLINE & DISTRIBUSI KONTEN PORNOGRAFI DI DUNIA MAYA”

Denpasar – Tim Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Bali kembali melakukan pengungkapan kasus serius yang menyeret praktik kejahatan di ruang digital. Tiga perempuan masing-masing berinisial FF (28), TW (22), dan TRK (23) diamankan aparat karena diduga terlibat dalam aktivitas prostitusi daring serta penyebaran konten pornografi melalui media sosial X dan aplikasi Telegram.Pengungkapan kasus ini bermula dari operasi penyamaran yang dilakukan petugas. Dalam penyelidikan tersebut, polisi melakukan transaksi terselubung hingga menerima sejumlah konten bermuatan asusila yang dikirim melalui platform digital. Dari hasil pengembangan, aparat kemudian melacak dan mengamankan para terduga pelaku dari lokasi berbeda di wilayah Denpasar dan Gianyar.Dalam penindakan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting, antara lain empat unit telepon genggam, tangkapan layar percakapan dan konten digital, serta bukti transfer yang diduga berkaitan dengan transaksi ilegal tersebut.Saat ini, ketiga terduga pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik aktivitas tersebut, termasuk peran pihak lain dalam distribusi konten maupun transaksi daring.Kasus ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat praktik serupa dinilai semakin berkembang di ruang digital dan sulit terdeteksi tanpa operasi khusus.SILET SUMBA – “MENGUPAS FAKTA DI BALIK LAYAR DIGITAL”

1 bulan yang lalu
Hero Image
AP2 INDONESIA GERUDUK KPK RIDUGAAN KORUPSI DI SBD – NTT JADI SOROTAN

Jakarta, Rabu 29 April 2026 — Aliansi Pemuda dan Pelajar Indonesia (AP2 Indonesia) menggelar aksi unjuk rasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI).Aksi tersebut dipimpin langsung oleh jajaran pengurus pusat, di antaranya La Ode Hasanuddin Kansi selaku Dewan Pembina DPP AP2 Indonesia dan Yasir Mukadir selaku Ketua Umum DPP AP2 Indonesia.Massa aksi datang dengan satu tuntutan tegas:tangkap dan penjarakan pelaku korupsi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur.AP2 Indonesia juga mendesak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat daerah yang diduga terlibat dalam berbagai kasus, yakni:Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat DayaDiduga terlibat dalam penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat DayaDiduga melakukan pemotongan insentif dokter spesialis, yang seharusnya menjadi hak tenaga medis.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat DayaDisorot atas dugaan korupsi dana THR guru sebesar Rp12 miliar yang hingga kini disebut belum dicairkan.Berdasarkan data dan informasi yang diterima Pemimpin Redaksi Silet Sumba pada Kamis, 30 April 2026, dugaan kasus-kasus tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama karena menyangkut sektor vital seperti pertanian, kesehatan, dan pendidikan.Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa praktik korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.jika dugaan ini benar, maka penegakan hukum tidak boleh setengah hati, siapa pun yang terlibat harus diproses tanpa pandang jabatan.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Kasus Baru Pasca PTUN: Dugaan Penyelewengan Dana di SMKN 5 Kupang Dilaporkan

Kupang, SiletSumba.com. - Di tengah kabar kemenangan dalam sengketa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), seorang oknum kepala sekolah di Kota Kupang justru menghadapi persoalan hukum baru. Ia dilaporkan ke Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) atas dugaan tindak pidana penggelapan dana pendidikan di lingkungan SMKN 5 Kota Kupang.Laporan tersebut telah resmi diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda NTT dan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STTLP/B/164/IV/2026/SPKT/POLDA NTT.Pelapor melalui kuasa hukum, Hendryanus Rudyanto Tonubessi, SH., MH, menyampaikan bahwa laporan ini berkaitan dengan dugaan penyelewengan dalam pengelolaan keuangan sekolah. Laporan diajukan pada 29 April 2026 sekitar pukul 22.09 WITA di SPKT Polda NTT.Dalam uraian laporan, disebutkan bahwa dugaan penggelapan terjadi sejak yang bersangkutan menjabat sebagai kepala sekolah. Sejumlah komponen anggaran diduga tidak dikelola secara transparan, termasuk dana komite sekolah, pengadaan pakaian, hingga biaya kegiatan yang bersumber dari anggaran operasional sekolah.“Laporan ini kami ajukan sebagai bentuk upaya mencari keadilan dan mendorong penegakan hukum atas dugaan penyalahgunaan anggaran pendidikan yang merugikan banyak pihak,” ujar kuasa hukum pelapor.Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat sebelumnya yang bersangkutan dikabarkan memenangkan gugatan di PTUN. Namun, kemenangan tersebut tidak serta-merta menutup persoalan lain yang kini mulai diusut aparat penegak hukum.Polda NTT melalui SPKT telah menerima laporan tersebut dan selanjutnya akan menindaklanjuti dengan proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat pun berharap agar kasus ini dapat diusut secara transparan dan profesional demi menjaga integritas dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.Perkembangan penanganan perkara ini dapat dipantau melalui sistem informasi penanganan perkara kepolisian.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Beta Tra Sanggup Dengar Suara Marvin…” – Bantuan Sederhana yang Menyentuh Hati dari Kupang ke Werilolo

Sumba Barat Daya – Sebuah bantuan sederhana yang disalurkan kepada Marvin, siswa SD–TK Bondo Delo di Desa Werilolo, Kecamatan Wewewa Selatan, ternyata meninggalkan jejak emosi yang begitu dalam, bahkan hingga ke Kupang.Pimpinan Redaksi siletsumba.com, mewakili Ibu Sonia Mali Hardianto bersama rekan guru di Kupang, sebelumnya telah menyerahkan bantuan berupa satu pasang seragam sekolah, sepatu, tas, serta buku dan pulpen kepada Marvin, yang didampingi oleh guru wali kelasnya.Namun, lebih dari sekadar bantuan fisik, momen itu berubah menjadi kisah yang menyentuh hati banyak orang.Dalam ungkapan penuh haru, Ibu Sonia menyampaikan bahwa dirinya tidak sanggup menahan perasaan saat mendengar suara Marvin.“Sa tra sanggup dengar Marvin omong… hati saya sakit,” ungkapnya dengan penuh emosi.Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada pihak yang telah menjadi perpanjangan tangan dalam menyalurkan bantuan tersebut, meski di tengah kesibukan.“Terima kasih banyak sudah jadi penyambung tangan kami. Maaf di tengah kesibukan masih sempat antarkan titipan kami. Tuhan memberkati dengan kesehatan,” lanjutnya.Bagi Ibu Sonia dan rekan-rekannya, bantuan ini mungkin terlihat sederhana. Namun mereka percaya, hal kecil seperti ini dapat menjadi penyemangat besar bagi seorang anak untuk terus melangkah dalam pendidikan.Salam hangat pun ia titipkan untuk Marvin.“Sekolah yang rajin, jadi anak hebat suatu hari nanti,” pesannya penuh harap.Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi anak-anak di pelosok, kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus besar untuk berarti.Kadang, cukup dengan hadir, mendengar, dan berbagi—sudah mampu menguatkan langkah kecil menuju masa depan.Dan di Werilolo, dari sepasang sepatu dan seragam baru, harapan itu kini berjalan pelan… tapi pasti.

1 bulan yang lalu
Hero Image
DI BALIK BETON RSUD REDABOLO: DARI TANAH PENGABDIAN KE HARAPAN PELAYANAN KESEHATAN SBD

Sumba Barat Daya – Di tengah peninjauan pembangunan RSUD Redabolo, terselip momen yang lebih dalam dari sekadar progres fisik. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, tak hanya melihat bangunan, ia juga menyentuh sisi pengabdian yang menjadi fondasi berdirinya rumah sakit tersebut.Usai meninjau langsung gedung, Menteri Kesehatan memanggil salah satu dokter umum untuk berdialog. Sosok itu adalah dr. Tania, yang dengan penuh semangat merespons setiap pertanyaan. Dialog singkat itu kemudian membuka cerita besar.Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, mengungkap bahwa keluarga dr. Tania bersama Kepala Desa Watukawula, Laurensius Todo, adalah pihak yang menyerahkan tanah untuk pembangunan RSUD Redabolo.Sebuah fakta yang mengubah cara pandang: bahwa rumah sakit ini tidak hanya berdiri di atas anggaran negara, tetapi juga di atas keikhlasan masyarakatnya sendiri.Mendengar hal tersebut, Menteri Kesehatan menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Laurensius Todo. Ia berpesan agar fasilitas yang dibangun dijaga dengan baik, karena pengabdian seperti ini memiliki nilai yang jauh melampaui materi.“Upah kita ada di akhirat,” pesan Menteri, menegaskan bahwa setiap kontribusi untuk kemanusiaan tidak pernah sia-sia.Berdasarkan pantauan langsung jurnalis Siletsumba.com, momen ini menjadi pengingat kuat: pembangunan bukan hanya soal beton, besi, dan anggaran. Lebih dari itu, ini adalah tentang kolaborasi, kepercayaan, dan pengorbanan.RSUD Redabolo hari ini mungkin masih dalam tahap pembangunan. Namun semangat yang melandasinya sudah utuh—bahwa pelayanan kesehatan di Sumba Barat Daya lahir dari kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.Ini bukan sekadar proyek. Ini adalah warisan.(Siletsumba.com)

1 bulan yang lalu
Hero Image
MENTERI KESEHATAN TINJAU, BUKAN RESMIKAN RSUD REDABOLO — PUBLIK DIMINTA TAK TERSESAKAN NARASI

Tambolaka, SBD — Kabar yang beredar luas melalui sejumlah postingan media sosial, termasuk akun “HALLO NTT”, yang menyebut adanya peresmian rumah sakit modern RSUD Redabolo di Kabupaten Sumba Barat Daya pada 23 April 2026, dipastikan tidak sesuai fakta lapangan.Berdasarkan pantauan langsung jurnalis Silet Sumba di lokasi, tidak ditemukan adanya agenda peresmian resmi oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Yang terjadi adalah kunjungan kerja dan peninjauan fasilitas rumah sakit yang saat ini tengah dalam tahap pengembangan.Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kesehatan didampingi oleh Gubernur NTT dan Bupati Sumba Barat Daya untuk melihat langsung kesiapan sarana prasarana RSUD Redabolo yang dirancang sebagai rumah sakit rujukan dengan gedung tiga lantai, kapasitas 100 tempat tidur, serta fasilitas seperti ICVCU, ruang Intermediate, KRIS, VIP hingga cathlab.Namun demikian, sejumlah indikator di lapangan justru menunjukkan bahwa rumah sakit ini belum sepenuhnya siap operasional, sehingga belum layak untuk diresmikan secara formal.Perbedaan antara “peninjauan” dan “peresmian” bukan sekadar istilah, melainkan menyangkut kejelasan informasi publik dan akuntabilitas pembangunan. Narasi yang keliru berpotensi membangun persepsi palsu di tengah masyarakat.Silet Sumba menegaskan: publik berhak atas informasi yang akurat, bukan pencitraan yang dipoles seolah sudah tuntas.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Ancaman Bunuh Wartawan & Aktivis di Batam Disorot: Relawan Prabowo Minta TNI Bertindak Tegas

Jakarta – Isu dugaan ancaman pembunuhan terhadap wartawan dan aktivis di Batam memantik reaksi keras dari Relawan Presiden Prabowo Subianto sekaligus Presiden LSM LIRA, Jusuf Rizal. Ia secara terbuka meminta jajaran TNI tidak membiarkan tindakan intimidatif mencoreng institusi.Jusuf Rizal menegaskan, oknum yang disebut sebagai Pasi Intel Kodim 0316 Batam diduga telah melontarkan ancaman serius terhadap wartawan dan aktivis. Ia mengingatkan agar aparat tidak bertindak di luar koridor hukum.“Jangan sampai institusi sebesar TNI tercoreng hanya karena ulah oknum. TNI itu pelindung rakyat, bukan menebar ancaman,” tegasnya.Sorotan juga diarahkan kepada Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Agus Hadi Waluyo, agar segera mengambil langkah tegas dan melakukan penertiban internal. Menurut Jusuf, pembiaran terhadap dugaan tindakan arogan justru berpotensi memicu konflik horizontal di daerah.Situasi ini bermula dari laporan warga Perumahan Bida Asri 1, Batam, terkait penolakan pembangunan Koperasi Merah Putih yang disebut berdiri di atas lahan fasilitas umum (fasum) aktif. Aspirasi warga tersebut kemudian disampaikan oleh Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto, melalui pemberitaan media.Namun, penyampaian aspirasi itu justru berujung pada dugaan intimidasi. Yusril mengaku menerima ancaman pembunuhan melalui sambungan telepon dari seseorang yang disebut sebagai oknum aparat, yang bahkan disebut mengancam akan mengerahkan orang untuk mencelakainya.“Saya hanya menyampaikan aspirasi warga. Tapi respons yang datang justru berupa ancaman. Ini tentu mengkhawatirkan,” ungkap Yusril.Atas kejadian tersebut, Yusril menyatakan telah meminta perlindungan hukum kepada Presiden dan sejumlah petinggi negara. Sementara itu, DPP LSM LIRA bersama PWMOI disebut tengah menyiapkan langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke ranah pengawasan internal militer.Kasus ini kini menjadi perhatian publik. Jika tidak ditangani secara transparan dan profesional, situasi dikhawatirkan dapat memperkeruh kepercayaan masyarakat terhadap aparat serta memicu ketegangan sosial di Batam.Di tengah memanasnya isu, publik menanti langkah tegas—apakah dugaan ini akan diusut tuntas, atau justru menguap tanpa kejelasan.

1 bulan yang lalu
Hero Image
Jurnalis Diserang di Sumba Barat Daya, Publik Uji Nyali Penegakan Hukum

Kamis 23 April 2026 Sumba Barat Daya kembali diguncang peristiwa kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik. Insiden ini tidak berdiri sendiri—ia menjadi cermin keras tentang bagaimana ruang kebebasan pers di daerah masih rentan ditekan, bahkan dihadapi dengan intimidasi fisik, tekanan psikis, hingga teror melalui media sosial.Peristiwa ini langsung memantik perhatian publik dan organisasi masyarakat sipil. Dua lembaga, PADMA INDONESIA dan KOMPAK INDONESIA, menyatakan sikap tegas: kekerasan terhadap jurnalis bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi ancaman nyata terhadap demokrasi dan hak publik untuk memperoleh informasi.Mereka menilai, jurnalis adalah garda depan kontrol sosial. Ketika mereka diserang, yang sebenarnya sedang dibungkam adalah suara masyarakat luas. Karena itu, proses hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan semata, melainkan harus menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat berdasarkan bukti yang sah.Di sisi lain, sorotan juga diarahkan pada sejumlah institusi publik yang tengah menjadi perhatian pemberitaan. Desakan agar Inspektorat Kabupaten Sumba Barat Daya melakukan pemeriksaan secara transparan dan akuntabel menguat, seiring meningkatnya tuntutan publik akan kejelasan.Tidak berhenti di tingkat daerah, dorongan juga mengarah pada keterlibatan lembaga penegak hukum nasional, termasuk KPK RI, untuk memastikan setiap informasi dan laporan yang berkembang tidak berhenti sebagai isu, tetapi diuji dalam koridor hukum.Kini publik menunggu: apakah hukum akan berjalan lurus tanpa tekanan, atau kembali diuji oleh kekuatan yang tak terlihat?Satu hal pasti—ketika jurnalis diserang, yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan individu, tetapi masa depan keberanian untuk mengungkap kebenaran.

1 bulan yang lalu
Hero Image
MENTERI KESEHATAN RI TINJAU PROGRES PEMBANGUNAN RSUD REDABOLO DI SBD

Sumba Barat Daya – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke RSUD Redabolo, Kamis (23/04/2026), untuk meninjau secara langsung progres pembangunan gedung rumah sakit yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025.Berdasarkan pantauan langsung jurnalis Siletsumba.com di lokasi, Menteri Kesehatan tiba didampingi Emanuel Melkiades Laka Lena. Rombongan kemudian disambut oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, termasuk Bupati SBD Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Bupati Alfian Angga Kaka.Setibanya di lokasi, rombongan langsung turun dari kendaraan dan melakukan peninjauan area pembangunan. Turut menyambut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, dr. Linus Kaleka, serta Direktur RSUD Redabolo, dr. Evi Marpaung, bersama para asisten dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kesehatan meninjau sejumlah titik pembangunan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi fisik bangunan maupun kesiapan fasilitas penunjang layanan kesehatan.Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memastikan bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan di daerah berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumba Barat Daya.Hingga saat peninjauan berlangsung, proses pembangunan gedung RSUD Redabolo masih terus berjalan, dengan harapan dapat segera difungsikan untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan di daerah tersebut.(Siletsumba.com)

1 bulan yang lalu
Hero Image
POLISI NAIKKAN STATUS KASUS KEKERASAN WARTAWAN, MENUJU PENETAPAN TERSANGKASabtu, 25 April 2026

SUMBA BARAT DAYA — Penanganan kasus dugaan intimidasi, pengancaman, dan kekerasan terhadap wartawan di Kabupaten Sumba Barat Daya kini memasuki tahap lanjutan. Kepolisian memastikan proses hukum telah bergerak ke fase penyidikan aktif.Korban dalam peristiwa ini adalah wartawan TipikorInvestigasiNews.id, Gunter Guru Ladu Meha, yang sebelumnya melaporkan dugaan tindakan kekerasan dan intimidasi saat menjalankan tugas jurnalistik.Kasat Reskrim IPTU Yakobus K. Sanam, S.H Polres Sumba Barat Daya menyatakan, pihaknya telah merespons laporan tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.“Kami sudah merespon laporan terkait kasus intimidasi, pengancaman, dan kekerasan terhadap wartawan. Setelah memeriksa para saksi, kami akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka. Mohon waktu,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).Sejumlah informasi yang dihimpun menyebutkan, dalam kasus ini terdapat dugaan keterlibatan seorang oknum pegawai PPPK paruh waktu di RSUD Redabolo berinisial ADK, bersama pihak lain (cs). Namun demikian, hingga saat ini kepolisian belum secara resmi mengumumkan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.Pernyataan aparat menegaskan bahwa perkara telah melewati tahap klarifikasi awal dan kini memasuki proses pembuktian hukum untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.Dugaan perbuatan dalam kasus ini mencakup:- intimidasi terhadap wartawan- pengancaman- kekerasan fisik- upaya perampasan alat kerja jurnalistikJika terbukti, perbuatan tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang mengatur sanksi bagi pihak yang menghalangi atau menghambat kerja jurnalistik.Ancaman hukumnya:pidana penjara paling lama 2 tahunatau denda maksimal Rp500 jutaHingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami keterangan para saksi dan mempersiapkan gelar perkara sebagai langkah lanjutan dalam proses penyidikan.Publik kini menanti langkah tegas aparat dalam menetapkan tersangka serta memastikan proses hukum berjalan transparan dan tanpa tebang pilih.

1 bulan yang lalu