Hero Image
Kristina Bili Beberkan Aliran Dana: Rp 10 Juta untuk Operasional, Rp 20 Juta Disiapkan sebagai 'Siri Pinang' untuk Pak Pendeta

Kristina Bili kembali memberikan keterangan rinci terkait dana yang bergulir dalam proses pemulangan WNI (Warga Negara Indonesia) yang ia bantu. Dalam wawancara lanjutan dengan Silet Sumba, Kristina membedakan dua aliran dana yang ia terima: uang operasional Rp 10 juta dan uang "siri pinang" Rp 20 juta yang ditujukan untuk "Pak Pendeta".​Kristina Bili menjelaskan bahwa Rp 10 juta pertama adalah murni untuk biaya operasional di lapangan, dan ia menegaskan tidak pernah menentukan nominalnya.​"Itu tadi uang yang dikirim itu ya Rp 10 juta itu," ujar Kristina. "Bukan saya yang minta dan bukan saya yang tentukan harga segitu. Tidak. Mereka yang kirim sendiri untuk operasional, ongkos, transport, uang makan, rokok, dan lain-lain dengan teman-teman."​Lebih lanjut, ia membeberkan adanya dana terpisah sebesar Rp 20 juta. Uang ini, menurutnya, diinisiatifkan oleh pihak yang meminta bantuannya sebagai "ucapan terima kasih" atau "siri pinang" kepada seorang pendeta yang telah membantu menampung para WNI.​Tujuan dari pemberian "siri pinang" ini adalah untuk berterima kasih sekaligus meminta agar kasus tersebut "jangan terlalu vulgar" atau "di-rem-rem" di media.​"Mereka meminta saya, bisa tidak komunikasi baik-baik dengan Pak Pendeta... bentuk ucapan terima kasih, adalah siri pinang ini," jelasnya. "Mereka tanya saya, berapa yang [untuk] ciri pinang Pak Pendeta? ... Bukan mau sogok."​Menurut Kristina, tujuannya adalah agar proses pemulangan WNI, yang telah disepakati akan dicicil pada bulan Oktober, November, dan Desember, dapat berjalan "di bawah tangan" tanpa menimbulkan kegaduhan lebih lanjut yang bisa berdampak pada PT-PT (perusahaan jasa) lain.​Namun, Kristina mengaku "agak marah" karena uang Rp 20 juta tersebut terlambat masuk ke rekeningnya. Ia berencana memegang uang itu sebelum bertemu dengan sang pendeta sebagai bagian dari negosiasi.​"Maksud saya waktu itu, saya jujur saya ngomong, maksud saya ketika saya mau bertemu dengan Pak Pendeta, itu siri pinang itu saya sudah pegang memang," katanya.​"Terlambat itu uang masuk," sesalnya. "Makanya saya agak marah... Harusnya kalian ini sudah siapkan memang ketika waktu saya mau ketemu pendeta sudah ada ini barang."

3 bulan yang lalu
Hero Image
Waspada Penipuan! Oknum Catut Nama Tim Penanganan Kasus TPPO 'Agen Ester', Sumba TV Rilis Peringatan

Platform media Sumba TV mengeluarkan peringatan keras menyusul adanya laporan oknum tidak bertanggung jawab yang mencatut nama tim penanganan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sindikat 'Agen mam Ester warga negara Malaysia' untuk meminta sejumlah uang. Peringatan ini disampaikan melalui sebuah postingan di akun Facebook resmi Sumba TV pada Rabu (22/10/2025), mengutip pernyataan dari Yulita Sriyanti, pelapor kunci kasus tersebut.​Dalam postingan itu, ditegaskan bahwa Yulita Sriyanti maupun tim yang bekerja sama dengannya, termasuk Sumba TV sebagai media yang aktif mengawal kasus ini, tidak pernah meminta imbalan finansial dalam bentuk apapun kepada siapapun. Muncul dugaan oknum tertentu mencoba memanfaatkan situasi untuk menipu pihak-pihak terkait agar Yulita "bungkam" mengenai kasus yang melibatkan puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumba di Malaysia itu.​"Saya mengendus ada pihak-pihak yg mengatasnamakan tim saya utk meminta sejumlah uang agar saya bungkam mengenai kasus perdagangan orang yg melibatkan geng Ester di Malaysia," demikian kutipan pernyataan yang diunggah Sumba TV. "Melalui postingan ini saya perlu tegaskan bahwa saya tidak pernah meminta uang kepada siapa pun atau melalui siapa pun."​Postingan tersebut juga menekankan agar masyarakat berhati-hati dan tidak mudah percaya. Jika ada pihak yang menjadi korban penipuan dengan mengirimkan uang kepada oknum yang mencatut nama Yulita atau timnya, hal itu menjadi risiko pribadi.​"Jika ada yang sudah menjadi korban dengan mengirimkan uang kepada orang yang menggunakan nama saya maka itu resiko anda. Seharusnya anda menanyakan kepada saya secara langsung untuk mengkonfirmasi mengenai permintaan tsb," lanjut pernyataan itu.​Sebagai langkah pencegahan, Sumba TV melalui postingan tersebut menghimbau siapa saja yang menerima permintaan uang mencurigakan yang mengatasnamakan tim penanganan kasus 'Agen Ester' untuk segera melakukan konfirmasi langsung.​"Oleh karenanya saya menghimbau kepada teman-teman, jika ada yang mengatasnamakan tim saya untuk meminta sejumlah uang maka segeralah bertanya kepada saya secara langsung via inbox SUMBA TV," tutup himbauan tersebut.​Peringatan ini menjadi penting mengingat kasus TPPO sindikat 'Agen Mam Ester warga negara Malaysia' tengah menjadi sorotan publik, terutama di Sumba. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi silang terhadap segala bentuk permintaan bantuan finansial yang mengatasnamakan pihak-pihak yang terlibat dalam advokasi kasus kemanusiaan ini. (Tim Redaksi)

3 bulan yang lalu