Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
16 September 2026 - 22:02 WITA

Setelah Ketegangan 15 September, Kapolres Sumba Barat Melayat ke Rumah Duka

Setelah Ketegangan 15 September, Kapolres Sumba Barat Melayat ke Rumah Duka
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Baliledo, siletsumba.com - SUMBA BARAT, SiletSumba.com — Situasi Kabupaten Sumba Barat sempat memanas dan mencekam pada Selasa, 15 September 2026, menyusul meninggalnya J.T. (39), warga Bali Ledo, Kecamatan Loli, setelah tertembak dalam operasi kepolisian terkait dugaan pencurian ternak.

Berdasarkan data yang dihimpun Redaksi SiletSumba.com, ketegangan kemudian terjadi di Mapolres Sumba Barat. Situasi sempat diwarnai aksi massa hingga aparat melakukan pengamanan untuk meredam keadaan.

Di tengah ketegangan tersebut, mantan Wakil Bupati Sumba Barat Jhon Lado turun langsung mengajak masyarakat tetap tenang dan menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum.

Setelah insiden tersebut, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, S.S., M.H., bersama Dirintelkam Polda NTT Kombes Pol Danang Kuswoyo, S.I.K., Kabid TIK Polda NTT Kombes Pol Yoseph Krisbiyanto, S.I.K., jajaran PJU Polres Sumba Barat serta unsur pemerintah Kecamatan Loli dan Desa Bali Ledo mendatangi rumah duka J.T. untuk menyampaikan belasungkawa dan meneduhkan suasana.

Keluarga menerima kedatangan rombongan dengan baik dan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di Mapolres Sumba Barat pada 15 September 2026.

Konfirmasi Kapolres

Saat dihubungi Redaksi SiletSumba.com melalui telepon seluler pada 16 September 2026 pukul 19.32 WITA, Kapolres yang sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Sumba Tengah mengatakan dirinya baru kembali dari Bali Ledo, Kecamatan Loli, setelah melayat ke rumah duka.

Kapolres mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya meneduhkan situasi di Kabupaten Sumba Barat. Ia menyebut, meskipun suasana pada 15 September sempat memanas hingga malam hari, kondisi akhirnya mampu diredam dengan baik bersama Bupati Sumba Barat, tokoh masyarakat dan pihak keluarga dari Bali Ledo.

Kapolres juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga:

“Kami menyampaikan turut berduka cita atas apa yang menimpa korban dan keluarga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suasana duka ini.”

Langkah Meneduhkan Suasana

Langkah Kapolres untuk hadir langsung di rumah duka setelah situasi memanas patut diapresiasi. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menurunkan ketegangan di tengah masyarakat.

Jiwa satria seorang pemimpin tidak hanya terlihat ketika situasi aman, tetapi juga ketika berani hadir di tengah suasana duka dan ketegangan untuk meneduhkan keadaan.

Di sisi lain, peristiwa penembakan J.T. tetap membutuhkan penjelasan berdasarkan fakta dan proses hukum yang objektif.

Masyarakat berhak bertanya, kepolisian berhak menjelaskan, dan hukum menjadi jalan untuk menemukan kebenaran.

SiletSumba.com — Tajam, Aktual dan Terpercaya.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.